RSUP Dr Sardjito Yogyakarta Kembangkan Terapi Stem Cell untuk Pasien Covid-19

Kompas.com - 16/04/2021, 15:43 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito Yogyakarta bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan terapi sel punca (stem cell) untuk pasien Covid-19.

Ketua Tim Kelompok Kerja (Pokja) stem cell RSUP Dr Sardjito Yogyakarta Samekto Wibowo mengatakan penelitian ini merupakan penelitian multicenter stem cell untuk Covid-19.

"Stem cell ini bisa dipakai untuk berbagai jenis penyakit. Di (RSUP) Sardjito yang telah dilakukan terapi untuk Osteoarthritis, yang sedang dalam pengusulan ialah terapi untuk stroke, untuk parkinson, untuk cerebral palsy dan sebagainya," ujar Samekto Wibowo dalam jumpa pers, Jumat (16/04/2021).

Baca juga: UGM Teliti Virgin Coconut Oil untuk Terapi Adjuvan Covid-19

Samekto Wibowo menyampaikan penelitian ini merupakan pelayanan berbasis penelitian, sehingga harus melewati tahapan-tahapan yang rumit dan panjang.

Pengembangan terapi pasien Covid-19 ini bekerja sama dengan FK-KMK UGM, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Moewardi Surakarta dan RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung.

"Semua disiplin ada, jadi yang terlibat dalam penelitian ini ada 30-an untuk tim peneliti, dibantu dengan asisten peneliti," ucapnya.

Rencananya penelitian ini dapat selesai pada September 2021.

Harapannya penelitian ini menunjukkan hasil yang baik dan stem cell dapat diterapkan secara rutin pada pasien Covid-19.

"Ya disyukuri ya karena tren pasien Covid menurun, di sisi lain cari sampel penelitian agak susah. Tapi mudah-muhan pelan-pelan ini tercapai, karena ini bersifat multicenter sehingga ada bantuan dari center-center yang lain," ungkapnya.

Baca juga: Rektor UGM Nilai Tugas Kemendikbud Ristek Akan Semakin Berat

Sementara itu, Sekretaris Tim Peneliti Stem cell RSUP Dr Sardjito, Rusdy Ghazali Malueka, memaparkan stem cell masuk dalam terapi Covid-19 dari Kemenkes RI yang diberikan kepada pasien kritis, pasien berat dan sedang.

Stem cell dapat masuk dalam terapi Covid-19 dari Kemenkes RI, salah satunya karena sudah ada penelitian dari luar negeri.

Penelitian di luar negeri menunjukkan pasien yang diterapi stem cell kemungkinan pulihnya dari Covid-19 lebih dari dua kali lipat dari pada yang tidak diberikan stem cell.

"Walaupun dalam tahap uji klinis tapi dimasukan dalam standar, hingga saat ini belum ada publikasi penelitian serupa. Sehingga kita perlu melakukan di Indonesia untuk memastikan hasil yang sama bisa direplikasi di populasi kita," tandasnya.

Rusdy Ghazali menuturkan di seluruh dunia penelitian stem cell untuk Covid-19 dari tali pusat total ada 20.

Baca juga: Pakar UGM: Angka TBC Turun Selama Pandemi Covid-19

Di Indonesia, ada dua penelitian yakni di Fakultas Kedokteran Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta khusus untuk pasien yang sudah terpasang ventilator.

"Khusus untuk pasien yang belum terpasang ventilator itu yang mengerjakan kita. Tujuannya agar tidak sampai pasien harus sampai kondisi kritis, jadi kita ingin memberikan lebih awal, ini penelitian pertama di Indonesia untuk pasien yang belum terpasang ventilator," ujarnya.

Dijelaskannya, stem cell adalah sel induk yang belum berkembang secara spesifik. Stem cell yang digunakan berasal dari tali pusat bayi yang didonorkan.

Stem cell yang berasal dari tali pusat ini bagus karena sangat jarang menimbulkan reaksi alergi.

Selain itu, efektivitasnya juga bagus dan tidak mengakibatkan kanker.

Kemampuan dalam mengontrol peradangan dan memperbaiki kerusakan sel paru ini yang diduga berperan dalam pengobatan stem cell pada pasien covid-19.

"Caranya tali pusat dari donor dikembangkan di laboratorium, tinggal diekstraksi diambil stem cell-nya kemudian dikembangkan, dari satu donor bisa dipakai sekian ratus, sekian ribu orang," sebutnya.

Baca juga: UPDATE 15 April: Bertambah 167, Pasien Covid-19 Meninggal Kini 43.073 Orang

Penelitian ini telah disetujui oleh Komisi Etik FK-KMK UGM dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia.

Pemberian stem cell pada pasien Covid-19 derajat berat di RSUP Dr  Sardjito telah mendapat izin dari BPOM serta telah masuk dalam standar terapi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan.

Injeksi stem cell pertama pada pasien Covid-19 di RSUP Dr. Sardjito dilaksanakan pada 29 Januari 2021. Pasien tersebut berjenis kelamin laki-laki berusia 63 tahun.

Pasca-injeksi stem cell tersebut pasien menunjukkan perbaikan yang menggembirakan, dan hasil pemeriksaan rontgen dada (chest x-ray) satu pekan setelahnya menunjukkan perbaikan yang signifikan pada kondisi paru pasien.

Stem cell diberikan menggunakan jalur infus intravena (IV) dengan dosis 1 juta sel/kg berat badan.

Terapi itu diberikan sebanyak tiga kali dengan rentang tiga hari.

Baca juga: Menristek: Stem Cell, Alternatif Terapi untuk Pasien Covid Berat

Pasien akan dilakukan pemeriksaan secara lengkap pada hari ke-15 dan hari ke-22 setelah pemberian untuk menilai efektivitas dan keamanan.

Pemeriksaan juga dilakukan hari ke-29 hingga hari ke-91 untuk menilai ada tidaknya efek samping jangka panjang.

"Dengan adanya layanan sel punca di RSUP Dr. Sardjito, diharapkan dapat membantu penanganan pasien COVID-19 dengan menurunkan angka kematian dan meningkatkan kemampuan fungsi paru bagi penyintas Covid-19," sebut Rusdy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Brigjen NA Tembak Kucing di Bandung, Ridwan Kamil: Kewenangannya Ada di TNI

Soal Brigjen NA Tembak Kucing di Bandung, Ridwan Kamil: Kewenangannya Ada di TNI

Regional
Gibran Kembali Positif Covid-19, Tertular dari Pembantu di Rumahnya

Gibran Kembali Positif Covid-19, Tertular dari Pembantu di Rumahnya

Regional
Penasaran, Warga di Balikpapan Rela Antre Panjang untuk Tukar Uang Kertas Baru

Penasaran, Warga di Balikpapan Rela Antre Panjang untuk Tukar Uang Kertas Baru

Regional
Soal Jokowi Bakal 'Groundbreaking' di IKN, Otorita: Beliau Enggak Sreg yang Begituan

Soal Jokowi Bakal "Groundbreaking" di IKN, Otorita: Beliau Enggak Sreg yang Begituan

Regional
Guru SD di Lombok Utara Diduga Cabuli 5 Siswi, Modus Minta Korban Bersihkan Ruang Kelas

Guru SD di Lombok Utara Diduga Cabuli 5 Siswi, Modus Minta Korban Bersihkan Ruang Kelas

Regional
Dapat Izin Dewan Adat, Helikopter yang Digembok di Manokwari Kembali Beroperasi

Dapat Izin Dewan Adat, Helikopter yang Digembok di Manokwari Kembali Beroperasi

Regional
HUT Ke-77 Jawa Barat, Ridwan Kamil Klaim Tidak Ada Desa Tertinggal di Jabar

HUT Ke-77 Jawa Barat, Ridwan Kamil Klaim Tidak Ada Desa Tertinggal di Jabar

Regional
Kasus Korupsi Dana Irigasi Berkembang, Dua Kades di Lampung Ditangkap

Kasus Korupsi Dana Irigasi Berkembang, Dua Kades di Lampung Ditangkap

Regional
Unjuk Rasa di Depan Kantor Bupati Mamasa, Puluhan Pemuda dan Mahasiswa Bentrok dengan Satpol PP

Unjuk Rasa di Depan Kantor Bupati Mamasa, Puluhan Pemuda dan Mahasiswa Bentrok dengan Satpol PP

Regional
Oknum TNI Diduga Pukul 4 Siswa di NTT, Bermula Korban Ribut Saat Upacara Penurunan Bendera

Oknum TNI Diduga Pukul 4 Siswa di NTT, Bermula Korban Ribut Saat Upacara Penurunan Bendera

Regional
Ungkap Jaringan Ganja dan Tembakau Gorilla, BNN Kota Balikpapan Waspadai Modus Media Sosial

Ungkap Jaringan Ganja dan Tembakau Gorilla, BNN Kota Balikpapan Waspadai Modus Media Sosial

Regional
Penertiban PKL di Polewali Mandar Tegang, Para Pedagang Menangis Saat Lapaknya Diangkut Paksa

Penertiban PKL di Polewali Mandar Tegang, Para Pedagang Menangis Saat Lapaknya Diangkut Paksa

Regional
Pernah Terlibat Kasus Narkoba, Pria Asal Timor Leste Seumur Hidup Tak Bisa Masuk Indonesia

Pernah Terlibat Kasus Narkoba, Pria Asal Timor Leste Seumur Hidup Tak Bisa Masuk Indonesia

Regional
Bantah Ada Perundungan Siswa SMP, Kadisdik Garut Sebut Perkelahian Antar-pelajar

Bantah Ada Perundungan Siswa SMP, Kadisdik Garut Sebut Perkelahian Antar-pelajar

Regional
Banjir Medan Rendam Ratusan Rumah hingga Sekolah, Bobby Nasution: Ini Musibah

Banjir Medan Rendam Ratusan Rumah hingga Sekolah, Bobby Nasution: Ini Musibah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.