Cerita Andik Santoso, Belasan Tahun Tempuh Jalan Terjal Berlumpur untuk Mengajar di Sekolah Terpencil

Kompas.com - 16/04/2021, 12:25 WIB
Dokumentasi Andik Santoso, guru honorer yang mengajar di SDN Jipurapah 2, Dusun Kedung Dendeng, Desa Jipurapah, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. KOMPAS.COM/FB ANDIK SANTOSODokumentasi Andik Santoso, guru honorer yang mengajar di SDN Jipurapah 2, Dusun Kedung Dendeng, Desa Jipurapah, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

JOMBANG, KOMPAS.com - Melewati jalan terjal dan berlumpur, serta menyeberangi tiga sungai tanpa jembatan menjadi rutinitas Andik Santoso (33), untuk mengajar di SDN Jipurapah 2, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Rutinitas itu sudah berlangsung selama belasan tahun. Tepatnya, sejak Andik memutuskan menjadi guru di SDN Jipurapah 2 pada 2006.

Sekolah yang menjadi tempat Andik mengajar itu berada di Dusun Kedung Dendeng, Desa Jipurapah, Kecamatan Plandaan.

Daerah tersebut merupakan salah satu wilayah di pedalaman dan cukup terpencil di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Dusun Kedung Dendeng berada di sisi barat laut wilayah Kabupaten Jombang, berbatasan langsung dengan wilayah Sukorame, Kabupaten Lamongan.

Selain dikelilingi hutan, akses jalan menuju Dusun Kedung Dendeng juga cukup sulit, terutama saat musim hujan.

Baca juga: Kronologi Siswa SMA Tewas Ditembak KKB, Awalnya Terima Telepon Dimintai Tolong Beli Pinang

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Andik mengungkapkan, hanya jenis kendaraan tertentu yang bisa melintasi akses jalan menuju Dusun Kedung Dendeng.

Sepeda motor yang digunakan oleh Andik Santoso dalam menjalankan tugasnya sebagai guru di SDN Juipurapah 2 Jombang.Dok. Andik Santoso Sepeda motor yang digunakan oleh Andik Santoso dalam menjalankan tugasnya sebagai guru di SDN Juipurapah 2 Jombang.

Jalan terjal, licin, dan penuh lumpur merupakan kondisi jalan yang harus dilalui Andik menuju ke SDN Jipurapah 2. Belum lagi, ada tiga aliran sungai yang harus diseberangi.

Akibat beratnya medan, Andik sudah berganti motor yang digunakan untuk berangkat mengajar lebih dari 10 kali.

"Itu rute dari rumah saya ke sekolah, jaraknya sekitar 11 kilometer," kata Andik Santoso kepada Kompas.com, Jumat (16/4/2021).

Rumah Andik berada di Desa Kedungkumpul, Kecamatan Sukorame, Kabupaten Lamongan.

Sedangkan SDN Jipurapah 2 yang memiliki 37 siswa itu berada di Dusun Kedung Dendeng, Desa Jipurapah, Kabupaten Jombang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beras Bansos Ditemukan Banyak Kutu, Ini Reaksi Emil Dardak

Beras Bansos Ditemukan Banyak Kutu, Ini Reaksi Emil Dardak

Regional
Wakil Bupati Konawe Sultra Gusli Topan Sabara Meninggal Dunia

Wakil Bupati Konawe Sultra Gusli Topan Sabara Meninggal Dunia

Regional
Bupati Lamongan Perintahkan Camat Data Anak yang Kehilangan Orangtua akibat Covid-19

Bupati Lamongan Perintahkan Camat Data Anak yang Kehilangan Orangtua akibat Covid-19

Regional
Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Siswa SMA di Batu, Pimpinan Sekolah Ditetapkan Jadi Tersangka

Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Siswa SMA di Batu, Pimpinan Sekolah Ditetapkan Jadi Tersangka

Regional
230 Vial Vaksin Moderna Tiba, Nakes di Kabupaten Blitar Mulai Disuntik Dosis Ketiga

230 Vial Vaksin Moderna Tiba, Nakes di Kabupaten Blitar Mulai Disuntik Dosis Ketiga

Regional
Kronologi Seorang Remaja Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sehari Sebelumnya Tulis Status “RIP” di Medsos

Kronologi Seorang Remaja Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sehari Sebelumnya Tulis Status “RIP” di Medsos

Regional
Jenazah Covid-19 yang Diambil Paksa dari RSUD Masohi Dibawa ke Seram Bagian Barat

Jenazah Covid-19 yang Diambil Paksa dari RSUD Masohi Dibawa ke Seram Bagian Barat

Regional
Kronologi Penemuan Jasad Kakek, Nenek dan Cucu di Sintang, Berawal dari Warga Cari Ikan

Kronologi Penemuan Jasad Kakek, Nenek dan Cucu di Sintang, Berawal dari Warga Cari Ikan

Regional
Terbaring Merintih di Sebuah Gang, Tunawisma Ini Ternyata Positif Covid-19

Terbaring Merintih di Sebuah Gang, Tunawisma Ini Ternyata Positif Covid-19

Regional
LPA NTT Kecam Kekerasan yang Dilakukan Oknum TNI kepada 2 Pelajar di Timor Tengah Utara

LPA NTT Kecam Kekerasan yang Dilakukan Oknum TNI kepada 2 Pelajar di Timor Tengah Utara

Regional
Wonogiri Mampu Lakukan Vaksinasi 8000 Orang Per Hari, Bupati Jekek: Kami Bergantung Pasokan Vaksin

Wonogiri Mampu Lakukan Vaksinasi 8000 Orang Per Hari, Bupati Jekek: Kami Bergantung Pasokan Vaksin

Regional
Angka Positif Covid-19 Masih Tinggi di Kota Padang, Ini Penyebabnya

Angka Positif Covid-19 Masih Tinggi di Kota Padang, Ini Penyebabnya

Regional
BOR Turun, RS di Solo Dilarang Alihkan Tempat Tidur Pasien Covid-19 untuk Pasien Umum

BOR Turun, RS di Solo Dilarang Alihkan Tempat Tidur Pasien Covid-19 untuk Pasien Umum

Regional
Kabupaten Simalungan Masih Menunggu Kedatangan Vaksin dari Pemprov Sumut

Kabupaten Simalungan Masih Menunggu Kedatangan Vaksin dari Pemprov Sumut

Regional
Dugaan Pungli Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di Semarang Sampai Rp 16 Juta, Relawan: Tega Sekali

Dugaan Pungli Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di Semarang Sampai Rp 16 Juta, Relawan: Tega Sekali

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X