Dapat Rp 900 Juta dari Panen Porang, Petani Ini Beli Mobil dan Tanah

Kompas.com - 15/04/2021, 11:36 WIB

KOMPAS.com - Petani porang dari Desa Durenan, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Sujito (30), pernah untung ratusan juta dari panen tanaman porang.

Sujito mengaku, pernah mendapat omzet Rp 900 juta dari budi daya porang.

Setahun lalu, Jito sapaannya, meraup Rp 700 juta dari bertanam porang di lahan miliknya seluas satu hektare.

“Tahun 2020 saya memperoleh keuntungan sekitar Rp 700 juta,” kata Jito, kepada Kompas.com, Rabu (14/4/2021).

Baca juga: Tanaman Porang Bikin Petani Madiun Untung Ratusan Juta, Beli Mobil dan Tanah (Bagian 1)

Modal yang dikeluarkan untuk menanam porang di lahan satu hektare miliknya sekitar Rp 200 juta.

Modal Rp 200 juta itu diperuntukkan untuk membeli tujuh ton bibit porang kurang lebih 21.000 biji sekitar Rp 175 juta dan biaya pekerja serta pemupukan sekitar Rp 15 juta.

Ia menanam biji porang dengan jarak tanam setengah meter antar bibit. Hasilnya dalam tujuh hingga delapan bulan ia memanen porang sebanyak 63 ton dengan nilai jual Rp 630 juta.

Tak hanya itu, semasa tanam rupanya ia juga mendapatkan hasil pendapatan lainnya dari katak (buah porang yang bisa dijadikan bibit). Total katak yang didapat sekitar 900 kilogram.

Katak itu dijual Rp 300.000 perkilogramnya. Dengan demikian pendapatan yang diperoleh dari hasil menjual katak sekitar Rp 270 juta.

“Omzet penjualan porang dan katak sekitar Rp 900 juta,” kata Jito.

 

Jito mengaku, keuntungan yang diperoleh dibelikan mobil baru, satu hektare tanah dan modal tanam tahun ini.

Aldo Kriswanto (21) petani muda lainnya juga mendapatkan keuntungan luar biasa dari berbudidaya porang.

Mantan sekuriti di Surabaya itu memilih pulang ke kampung halamannya untuk menjadi petani porang.

“Capek kerja disuruh-suruh terus. Makanya saya pulang ke kampung dan menanam porang,” kata Aldo.

Baca juga: Cara Agustinus Menanam Porang, Pernah Belajar ke Jepang, hingga Dapat Rp 50 Juta dari Panen

Ia menanam porang sekitar dua tahun yang lalu. Bermodal uang tabungan sebesar Rp 15 juta selama bekerja di Surabaya Aldo menaman lahan kosong milik keluarganya.

Usai panen perdana, Aldo tak langsung menjualnya. Umbi dan katak yang dihasilkan ditanam lagi di masa tanam kedua.

Saat ini ia tinggal menunggu hasil panen yang akan siap dijual.

“Ya kira-kira umbinya nanti kalau dijual sekitar Rp 50 juta,” kata Aldo.

Aldo mengatakan, banyak anak-anak muda di daerahnya yang merantau memilih pulang kampung untuk menanam porang sejak komoditas pertanian itu memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

(KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWI)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aset Pemkab Semarang yang Bersertifikat Baru 30 Persen

Aset Pemkab Semarang yang Bersertifikat Baru 30 Persen

Regional
Tidak Hanya Ditunda, Pelaku Wisata di Labuan Bajo Minta Kenaikan Tiket TN Komodo Dibatalkan

Tidak Hanya Ditunda, Pelaku Wisata di Labuan Bajo Minta Kenaikan Tiket TN Komodo Dibatalkan

Regional
Praperadilan Kades yang Dilantik di Tahanan Ditolak, Tetap Jadi Tersangka Korupsi Replanting Sawit

Praperadilan Kades yang Dilantik di Tahanan Ditolak, Tetap Jadi Tersangka Korupsi Replanting Sawit

Regional
Cara Mendapatkan Bendera Merah Putih Gratis dari Pemkot Surabaya

Cara Mendapatkan Bendera Merah Putih Gratis dari Pemkot Surabaya

Regional
Masih Ada 24 Nelayan Aceh yang Ditahan di Thailand

Masih Ada 24 Nelayan Aceh yang Ditahan di Thailand

Regional
Polisi Masih Selidiki Kerangka Manusia yang Ditemukan di Boja Kendal

Polisi Masih Selidiki Kerangka Manusia yang Ditemukan di Boja Kendal

Regional
Kisah Siswi SMAN 1 Cianjur Lolos Jadi Anggota Paskibraka Nasional 2022

Kisah Siswi SMAN 1 Cianjur Lolos Jadi Anggota Paskibraka Nasional 2022

Regional
Kronologi dan Penyebab Pikap Masuk Jurang yang Menewaskan 8 Orang di Ciamis

Kronologi dan Penyebab Pikap Masuk Jurang yang Menewaskan 8 Orang di Ciamis

Regional
Temukan Tas Berisi Uang Rp 10 Juta dan Dihabiskan untuk Judi Online, Pekerja Rumput Laut Diamankan Polisi

Temukan Tas Berisi Uang Rp 10 Juta dan Dihabiskan untuk Judi Online, Pekerja Rumput Laut Diamankan Polisi

Regional
Fenomena Embun Es di Dieng, Dinanti Wisatawan, Tak Diharapkan Petani

Fenomena Embun Es di Dieng, Dinanti Wisatawan, Tak Diharapkan Petani

Regional
Kisah Sukses Proyek Rumah Hijau Program BP2BT di Sumatera Selatan

Kisah Sukses Proyek Rumah Hijau Program BP2BT di Sumatera Selatan

Regional
7 Bulan Tak Berhubungan Seks dengan Istri, Pria di Klaten Lampiaskan Nafsu dengan Pamer Alat Kelamin pada Wanita secara Acak

7 Bulan Tak Berhubungan Seks dengan Istri, Pria di Klaten Lampiaskan Nafsu dengan Pamer Alat Kelamin pada Wanita secara Acak

Regional
Satu Pelaku Pemerkosa Pelajar di Bima Ditangkap Saat Hendak Kabur ke Sumbawa

Satu Pelaku Pemerkosa Pelajar di Bima Ditangkap Saat Hendak Kabur ke Sumbawa

Regional
Hakim Minta Gubernur Sumbar Mahyeldi Dihadirkan ke Sidang Korupsi KONI Padang

Hakim Minta Gubernur Sumbar Mahyeldi Dihadirkan ke Sidang Korupsi KONI Padang

Regional
Otorita IKN dan Kemenaker Kirim 25 Orang Ikut Pelatihan di Medan dan Samarinda

Otorita IKN dan Kemenaker Kirim 25 Orang Ikut Pelatihan di Medan dan Samarinda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.