Oknum Dosen di Jember yang Diduga Lecehkan Anak di Bawah Umur Jadi Tersangka

Kompas.com - 13/04/2021, 16:11 WIB
Ilustrasi Pelecehan Seksual ShutterstockIlustrasi Pelecehan Seksual

JEMBER, KOMPAS.com – RH, oknum dosen perguruan tinggi negeri (PTN) di Kabupaten Jember, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

Penetapan tersangka dilakukan setelah polisi melakukan gelar perkara pada Selasa (13/4/2021).

“Tadi ditingkatkan jadi tersangka,” kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jember Iptu Diyah Vitasari di Mapolres, Selasa (13/4/2021).

Menurut dia, dalam gelar perkara yang dilakukan, ada kesesuaian antara keterangan saksi dengan surat hasil visum psikiatri.

Pihaknya juga sudah mengumpulkan empat alat bukti, yakni berupa surat keterangan hasil psikiatri dokter, keterangan ahli, keterangan saksi, dan rekaman suara saat kekerasan terjadi.

Baca juga: Oknum Dosen PTN di Jember yang Diduga Lecehkan Keponakannya Berupaya Damai

“Minimal dua alat bukti sudah bisa ditetapkan tersangka,” ujar dia.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, pihaknya juga akan memanggil kembali tersangka ketika berkas sudah lengkap. Sebab, ada beberapa dokumen yang harus dilengkapi terlebih dahulu dalam gelar pekara tersebut.

Akibat perbuatannya, pelaku disangka Pasal 82 ayat (2) Jo Pasal 76E Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Pelaku terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sebelumnya, kasus dugaan pelecehan seksual terjadi pada anak di bawah umur, pada akhir Februari dan 26 Maret 2021. Kasus tersebut terungkap setelah pelaku menulis status di akun Instagramnya.

 

Ibu korban menanyakan maksud status tersebut. Korban pun mengakui kejadian yang dialaminya dan menyebut pelakunya adalah suami dari tante kandung korban.

Selama ini, korban tinggal bersama tantenya sambil melanjutkan sekolah di Jember sejak Juni 2019.

Mendapati hal itu, ibu korban akhirnya melaporkan kasus tersebut pada Polres Jember.

Baca juga: KKB Masih Berulah di Beoga, Stok Makanan Menipis, Warga: Ini Kita Tinggal Makan Mi Instan Saja...

Kuasa Hukum RH, Ansorul Huda mengatakan, kliennya sudah merawat keponakan tersebut sejak masih kelas I sekolah dasar (SD).

“Dititipkan pada klien kami sampai kelas III SD,” jelas dia.

Namun, anak tersebut dikembalikan lagi kepada ayah kandungnya karena RH mendapat tugas untuk melanjutkan studi ke luar negeri.

“Klien kami dapat tugas belajar ke luar negeri, sehingga anak dikembalikan lagi pada ayahnya,” tambah dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lempari Kaca Mobil Minibus yang Melintas, Tiga Pemuda Ditangkap Polisi

Lempari Kaca Mobil Minibus yang Melintas, Tiga Pemuda Ditangkap Polisi

Regional
RS Khusus Covid-19 di Indramayu Sudah Penuh, Terisi 90 Persen

RS Khusus Covid-19 di Indramayu Sudah Penuh, Terisi 90 Persen

Regional
3 Warga Jatim Terinfeksi Covid-19 Varian India, Begini Kondisinya

3 Warga Jatim Terinfeksi Covid-19 Varian India, Begini Kondisinya

Regional
'Satu Saja Orang yang Tidak Senang dengan Polisi Adalah Jiwa Penjahat'

"Satu Saja Orang yang Tidak Senang dengan Polisi Adalah Jiwa Penjahat"

Regional
Detik-detik Ular Kobra Semburkan Bisa Saat Dihalau Pakai Kayu, 2 Warga Dilarikan ke RS

Detik-detik Ular Kobra Semburkan Bisa Saat Dihalau Pakai Kayu, 2 Warga Dilarikan ke RS

Regional
Mantan Gubernur Aceh Positif Covid-19

Mantan Gubernur Aceh Positif Covid-19

Regional
Ini Kata Operator Parkir Stasiun Bandung soal Tagihan Motor yang Teronggok 1,5 Tahun

Ini Kata Operator Parkir Stasiun Bandung soal Tagihan Motor yang Teronggok 1,5 Tahun

Regional
486 Anak di Jember Terpapar Covid-19, 2 di Antaranya Meninggal

486 Anak di Jember Terpapar Covid-19, 2 di Antaranya Meninggal

Regional
Warga Bakar Kapal Ikan dan Paksa Polisi Serahkan ABK, Ini Dugaan Penyebabnya

Warga Bakar Kapal Ikan dan Paksa Polisi Serahkan ABK, Ini Dugaan Penyebabnya

Regional
Zona Oranye Covid-19, Gubernur Banten Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Dibuka Juli

Zona Oranye Covid-19, Gubernur Banten Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Dibuka Juli

Regional
Kecelakaan Beruntun Bundaran Untan Pontianak Tewaskan 1 Orang, Polisi Temukan Arak di Mobil

Kecelakaan Beruntun Bundaran Untan Pontianak Tewaskan 1 Orang, Polisi Temukan Arak di Mobil

Regional
Motor Ditinggal Pemiliknya 1,5 Tahun di Area Parkir Stasiun Bandung, Ini Kondisinya

Motor Ditinggal Pemiliknya 1,5 Tahun di Area Parkir Stasiun Bandung, Ini Kondisinya

Regional
Satgas Nemangkawi Tangkap Terduga Pemasok Senjata Api dan Amunisi ke KKB

Satgas Nemangkawi Tangkap Terduga Pemasok Senjata Api dan Amunisi ke KKB

Regional
Cerita Unik Kendaraan Tak Bertuan, 'Penghuni Abadi' Parkiran Stasiun

Cerita Unik Kendaraan Tak Bertuan, "Penghuni Abadi" Parkiran Stasiun

Regional
Tak Punya Gedung Kelas, 3 SMA di Yapen Menumpang Belajar di Gereja hingga Sekolah Lain

Tak Punya Gedung Kelas, 3 SMA di Yapen Menumpang Belajar di Gereja hingga Sekolah Lain

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X