WN Belanda yang Palsukan Identitas Berstatus WNI dan Punya KTP, Disdukcapil: Kita Hapus Sekarang

Kompas.com - 08/04/2021, 08:14 WIB
Ilustrasi KTP ShutterstockIlustrasi KTP

KOMPAS.com - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Ambon membenarkan warga negara (WN) Belanda berinisial GDFM tercatat di data kependudukan.

Kepala Disdukcapil Kota Ambon Selly Haurissa mengatakan, setelah diperiksa di data kependudukan, GDFM itu tercatat memegang kartu tanda penduduk (KTP) Ambon.

WN Belanda itu, kata Selly, tercatat tinggal di Kelurahan Waihoka, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Belakangan, pria itu ditangkap Polresta Pulau Ambon karena diduga memalsukan identitas dan dokumen. Pemalsuan dokumen itu dilakukan untuk mengurus surat kependudukan di Indonesia.

Selly pun mengamini saat diperiksa di data kependudukan, status kewarganegaraan GDFM adalah warga negara Indonesia (WNI).

Disdukcapil akan menghapus rekaman data kependudukan tersebut.

Baca juga: Cerita Heni dan Seekor Anjing yang Selalu Datang ke Warungnya: Dia Suka Tempe Goreng...

"Di sini (KTP) dia pakai warga negara Indonesia, kita akan hapus sekarang statusnya itu," kata Selly saat dihubungi, Rabu (7/4/2021).

Selly menduga WN Belanda itu bisa lolos merekam data kependudukan karena telah memakai dokumen palsu sejak mengurus administrasi di tingkat rukun tetanggga (RT).

Saat mengurus di tingkat Disdukcapil, petugas tetap mengurus permohonan rekaman data kependudukan WN Belanda itu karena faktor nama.

"Jadi mungkin saat urusan di RT itu sudah pakai data palsu, apalagi marganya pakai marga Maluku sampai di sini tetap dilayani," katanya.

Selly mengaku telah dapat laporan dari beberapa pihak tentang WN Belanda tersebut.

"Oh ini sudah, ada yang pernah datang untuk melaporkan dia kepada kita," ujarnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X