Duduk di Kursi Terdakwa, Wabup Nonaktif OKU Dicecar soal Jaminan Lahan Kuburan

Kompas.com - 06/04/2021, 17:21 WIB
Wakil Bupati Ogan Komering Ulu non aktif Johan Anuar yang menjadi terdakwa saat menghadiri sidang secara langsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kelas 1 Palembang, Selasa (6/4/2021). Dalam sidang tersebut, Johan dihadirkan untuk mendengarkan langsung keterangan dari terdakwa. KOMPAS.com/AJI YK PUTRAWakil Bupati Ogan Komering Ulu non aktif Johan Anuar yang menjadi terdakwa saat menghadiri sidang secara langsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kelas 1 Palembang, Selasa (6/4/2021). Dalam sidang tersebut, Johan dihadirkan untuk mendengarkan langsung keterangan dari terdakwa.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Palembang, Sumatera Selatan, kembali menggelar sidang lanjutan atas dugaan korupsi lahan kuburan yang menjerat Wakil Bupati terpilih Ogan Komering Ulu (OKU), Johan Anuar, Senin (6/4/2021).

Dalam sidang tersebut, Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan langsung Johan Anuar di kursi pesakitan.

Majelis hakim sempat mencecar terdakwa soal adanya surat pernyataan Johan bersama dua saksi lainnya, yakni Haidar anggota Partai Golkar dan Najamudin.

Baca juga: Saya Menyesal dan Tidak Akan Bergabung dengan Kelompok Teror Mana Pun di Dunia Ini

Dalam surat yang diterbitkan Desember 2012 tersebut, Johan Anuar ternyata siap bertanggung jawab apabila dalam suatu waktu, lahan itu mengalami sengketa.

"Kenapa saudara mau menandatangani surat itu? Apa kepentingan saudara?" kata hakim Erma Suharti.

Johan mengaku nekat membuat surat itu, karena lokasi lahan 10 hektar yang hendak dijadikan tempat pemakaman umum (TPU) itu bersebelahan dengan tanah miliknya.

Ia meyakini tidak akan ada sengketa lahan.

"Saya tidak ada kepentingan apa pun atas tanah itu, karena saya tahu tanah itu tidak sengketa, jadi membuat surat itu," ujar dia.

Baca juga: Selama Ramadhan, Pemkot Padang Ajak Warga Menginap di Rumah Wali Kota

Menurut Johan, rencana pengadaan tanah TPU di Kabupaten OKU sudah lama diinginkan oleh Yulius Nawawi yang saat itu menjabat sebagai Bupati pada 2013 lalu.

Kemudian, Pemkab OKU mengajukan prioritas dan plafon anggaran sementara (PPAS) sebesar Rp 5,7 miliar untuk pengadaan tanah seluas 10 hektar yang bakal digunakan sebagai TPU.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tentara Malaysia Bebaskan 8 Nelayan Indonesia yang Ditangkap

Tentara Malaysia Bebaskan 8 Nelayan Indonesia yang Ditangkap

Regional
Kronologi Pria Bakar Kekasihnya Hidup-hidup karena Cemburu, Pelaku Sempat Peluk Tubuh Korban yang Terbakar

Kronologi Pria Bakar Kekasihnya Hidup-hidup karena Cemburu, Pelaku Sempat Peluk Tubuh Korban yang Terbakar

Regional
Ditemukan di Rumah Kosong, Dua Bocah Ini Diduga Ditelantarkan, Ada Luka Lebam di Tubuh Si Kakak

Ditemukan di Rumah Kosong, Dua Bocah Ini Diduga Ditelantarkan, Ada Luka Lebam di Tubuh Si Kakak

Regional
Aktivitas Wisata di Wilayah Taman Nasional Bunaken Ditutup Sementara

Aktivitas Wisata di Wilayah Taman Nasional Bunaken Ditutup Sementara

Regional
Kasus Covid-19 di Aceh Bertambah 100 Orang

Kasus Covid-19 di Aceh Bertambah 100 Orang

Regional
[POPULER NUSANTARA] Aksi Polisi Peluk Pemudik Emosi | Lebih Baik Dipenjara jika Tak Bertemu Anak

[POPULER NUSANTARA] Aksi Polisi Peluk Pemudik Emosi | Lebih Baik Dipenjara jika Tak Bertemu Anak

Regional
Ayo Bantu Arif, Bocah yang Alami Hidrosefalus dan Ditinggalkan Kedua Orangtuanya

Ayo Bantu Arif, Bocah yang Alami Hidrosefalus dan Ditinggalkan Kedua Orangtuanya

Regional
Bupati Jombang Minta Khotbah Shalat Id Tidak Lama, Maksimal 10 Menit

Bupati Jombang Minta Khotbah Shalat Id Tidak Lama, Maksimal 10 Menit

Regional
Kisah Pilu Dua Bocah Ditemukan Warga di Rumah Kosong, Diduga Ditinggal Ibu dan Ada Luka Lebam

Kisah Pilu Dua Bocah Ditemukan Warga di Rumah Kosong, Diduga Ditinggal Ibu dan Ada Luka Lebam

Regional
Bupati Nganjuk Jadi Tersangka Jual Beli Jabatan, Plt Bupati : Mohon Maaf, Ada Sedikit Ujian di Nganjuk

Bupati Nganjuk Jadi Tersangka Jual Beli Jabatan, Plt Bupati : Mohon Maaf, Ada Sedikit Ujian di Nganjuk

Regional
'Enam Tahun Tak Kumpul Keluarga. Saya Harus Pulang Demi Anak-anak'

"Enam Tahun Tak Kumpul Keluarga. Saya Harus Pulang Demi Anak-anak"

Regional
Terbongkar, Jaringan Pembuat Hasil Tes Swab Palsu, Per Lembar Rp 200.000, 10 Menit Jadi

Terbongkar, Jaringan Pembuat Hasil Tes Swab Palsu, Per Lembar Rp 200.000, 10 Menit Jadi

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Palangkaraya Hari Ini, 12 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Palangkaraya Hari Ini, 12 Mei 2021

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bengkulu Hari Ini, 12 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bengkulu Hari Ini, 12 Mei 2021

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Yogyakarta Hari Ini, 12 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Yogyakarta Hari Ini, 12 Mei 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X