Kompas.com - 06/04/2021, 15:07 WIB
Denny Indrayana menemui sejumlah wartawan usai melaporkan Sahbirin Noor ke Bawaslu Kalsel pada, Selasa (3/11/2020) malam. KOMPAS.com/ANDI MUHAMMAD HASWARDenny Indrayana menemui sejumlah wartawan usai melaporkan Sahbirin Noor ke Bawaslu Kalsel pada, Selasa (3/11/2020) malam.

BANJARMASIN, KOMPAS.com - Dugaan pelanggaran kampanye dalam kegiatan safari shalat subuh keliling Denny Indrayana berbuntut panjang.

Pemuda Islam Kalimantan Selatan (Kalsel) resmi melaporkan Denny Indrayana ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada Senin (5/4/2021).

Sebelumnya, Denny Indrayana menggelar safari shalat subuh keliling di Masjid Nurul Iman, Jalan Prona, Banjarmasin Utara, Banjarmasin yang berujung kegaduhan antara salah satu tim suksesnya dan warga.

Baca juga: Sengketa Pilkada Kalsel, MK Kabulkan Sebagian Gugatan Denny Indrayana

Kepala Bagian Pengawasan Bawaslu Kalsel, Supriyanto Noor, membenarkan telah menerima laporan dugaan pelanggaran yang dilakukan paslon nomor urut 02, Denny Indrayana.

"Laporan ini terlebih dahulu akan kami pelajari sesuai mekanisme yang berlaku di Bawaslu," kata Supriyanto Noor dalam keterangan resminya, Selasa (6/4/2021).

Terpisah, Ketua Pemuda Islam Kalsel, Hasan, saat mendatangi Bawaslu Kalsel membawa sejumlah bukti dugaan pelanggaran Denny Indrayana berupa foto-foto saat kegiatan safari shalat subuh keliling.

Hasan menolak tegas jika ada calon yang mempolitisasi rumah ibadah.

Terlebih kegiatan shalat subuh keliling Denny Indrayana dilakukan di daerah Pemungutan Suara Ulang (PSU).

"Rumah ibadah merupakan salah satu tempat yang tidak boleh ada kegiatan politik meski dengan dalih apa pun," tegasnya.

Baca juga: MK Kabulkan Sebagian Gugatan Denny Indrayana, KPU Banjarmasin Siap Gelar PSU

Sementara itu, Denny Indrayana dalam keterangan yang diterima membantah telah berkampanye dalam kegiatan shalat subuh keliling di Masjid Nurul Iman.

Menurutnya, kegiatan itu hanya semata-mata beramah-tamah dengan masyarakat yang mengundangnya.

"Giat subuh keliling menyapa warga dan beramal ramah tanpa melakukan dialog yang dikategorikan sebagai kampanye. Kami semata-mata melakukan shalat subuh berjemaah," bantah Denny.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Baru Ledakan Petasan di Kebumen, Diduga Peracik Merokok, Korban Bertambah

Fakta Baru Ledakan Petasan di Kebumen, Diduga Peracik Merokok, Korban Bertambah

Regional
Dedi Mulyadi: Mana yang Lebih Timbulkan Risiko Covid-19, Tempat Wisata atau Ziarah Kubur?

Dedi Mulyadi: Mana yang Lebih Timbulkan Risiko Covid-19, Tempat Wisata atau Ziarah Kubur?

Regional
Pengendara Motor Berbonceng 4 Tabrak Rumah, 3 Tewas Termasuk Bocah 4 dan 7 Tahun

Pengendara Motor Berbonceng 4 Tabrak Rumah, 3 Tewas Termasuk Bocah 4 dan 7 Tahun

Regional
Mencegah Meluasnya Penularan Covid-19, Candi Muaro Jambi Ditutup Sementara Selama Lebaran

Mencegah Meluasnya Penularan Covid-19, Candi Muaro Jambi Ditutup Sementara Selama Lebaran

Regional
'Serem Mas, saat Mobil Digulingkan, di Bawah Korban Sudah Meninggal'

"Serem Mas, saat Mobil Digulingkan, di Bawah Korban Sudah Meninggal"

Regional
Kronologi 3 Warga dari Riau Tenggelam Saat Mudik ke Sumbar Lewat Sungai

Kronologi 3 Warga dari Riau Tenggelam Saat Mudik ke Sumbar Lewat Sungai

Regional
Gempa M 7,2 yang Guncang Nias Terasa hingga Padang dan Mentawai

Gempa M 7,2 yang Guncang Nias Terasa hingga Padang dan Mentawai

Regional
Detik-detik Gempa 6,7 M Guncang Nias, Warga: Getaran Kuat Sekali, Mirip 16 Tahun Lalu

Detik-detik Gempa 6,7 M Guncang Nias, Warga: Getaran Kuat Sekali, Mirip 16 Tahun Lalu

Regional
Fakta Kontak Senjata TNI-Polri dengan KKB, Lesmin Waker Tewas hingga Pasukan Gabungan Kuasai 2 Kamp

Fakta Kontak Senjata TNI-Polri dengan KKB, Lesmin Waker Tewas hingga Pasukan Gabungan Kuasai 2 Kamp

Regional
'Gempa Terasa Kuat, di Luar Rumah Sudah Banyak Orang Berhamburan'

"Gempa Terasa Kuat, di Luar Rumah Sudah Banyak Orang Berhamburan"

Regional
Gempa 7,2 Magnitudo di Nias Barat Dirasakan Juga di Sejumlah Daerah Ini

Gempa 7,2 Magnitudo di Nias Barat Dirasakan Juga di Sejumlah Daerah Ini

Regional
Gempa Bermagnitudo 7,2 Guncang Nias Barat, Masyarakat Panik Keluar Rumah

Gempa Bermagnitudo 7,2 Guncang Nias Barat, Masyarakat Panik Keluar Rumah

Regional
Merawat Toleransi di Hari Raya Kenaikan Isa Almasih dan Idul Fitri

Merawat Toleransi di Hari Raya Kenaikan Isa Almasih dan Idul Fitri

Regional
Semua Pemudik Korban Perahu Terbalik Telah Ditemukan, Pencarian Dihentikan

Semua Pemudik Korban Perahu Terbalik Telah Ditemukan, Pencarian Dihentikan

Regional
Sempat Lumpuh Diterjang Banjir dan Longsor, Jalan Menuju Danau Toba Parapat Kembali Normal

Sempat Lumpuh Diterjang Banjir dan Longsor, Jalan Menuju Danau Toba Parapat Kembali Normal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X