Informasi Sidak ke SMA di Semarang Bocor, Ganjar Pilih Pergi ke Ungaran

Kompas.com - 05/04/2021, 14:34 WIB

KOMPAS.com- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo batal melakukan inspeksi dadakan (sidak) ke sejumlah sekolah menengah atas (SMA) di Kota Semarang. 

Dia malah memilih untuk melihat pelaksanaan uji coba belajar tatap muka di Kabupaten Ungaran, Jawa Tengah.

Kedatangan Ganjar ke SMA Negeri 1 Ungaran bahkan sempat membuat sejumlah guru di sekolah itu terkejut.

"Tadi di Semarang karena teman-teman tahu saya mau datang, jadi pasti sudah siap-siap, saya lihat tadi ada sambutannya. Maka ini saya ke Ungaran, soalnya kalau sidak kan enggak boleh ada orang tahu, kalau tahu enggak sidak namanya," kata Ganjar di SMAN 1 Ungaran, Senin (5/4/2021) seperti dilansir Antara.

Baca juga: Minta Warganya Tak Piknik di Tengah Pandemi, Ganjar: Kita Mesti Punya Sense of Crisis

Ganjar mengaku cukup puas dengan pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka sebab  sarana prasarana protokol kesehatan telah dipenuhi dengan baik, termasuk standar operasional prosedur.

Jumlah siswa yang mengikuti PTM di SMAN 1 Ungaran juga dibatasi yakni per kelas maksimal 15 siswa dengan jarak kursi siswa lebih dari satu meter, dan semua memakai masker dengan baik.

Tempat cuci tangan juga sudah terpasang di pintu masuk hingga di depan-depan kelas, petugas satpam berjaga dengan alat pengukur suhu di tangan.

Selain itu, di lantai sekolah terdapat garis-garis anak panah yang mengatur alur siswa saat masuk atau keluar kelas.

Baca juga: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Sebut Kondisi Keamanan Jateng Kondusif

Kendati demikian, Ganjar mengingatkan agar standar operasional prosedur yang disepakati itu benar-benar berjalan di lapangan sebab yang paling sulit menurutnya adalah implementasi dari aturan-aturan itu.

"Namun konsep, ngomong itu mudah, yang sulit adalah implementasinya, maka tadi saya lihat, ketidaksiplinan guru-guru yang berkerumun jaraknya tidak ada satu meter. Ini simpel, tapi serius dan teman-teman tidak ada yang 'aware' pada itu," tegasnya.

Selain itu, Ganjar juga berdialog dengan siswa terkait penerapan protokol kesehatan dan yakin uji coba berjalan aman karena para pelajar memahami aturan yang ada.

"Mereka datang diantar orang tua, ada yang berangkat sendiri dan lainnya. Semuanya berjalan baik, tinggal kedisiplinan menaati itu semua. Ini masih uji coba, dan saya akan pantau terus. Saya minta laporan dilakukan per hari untuk kita evaluasi," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Ungaran Supriyanto mengaku tidak menduga Gubernur Ganjar akan sidak pelaksanaan uji coba PTM di sekolahnya.

"Tidak menyangka Pak Gubernur ke sini, soalnya di jadwal yang beredar kan tidak di sini. Memang tidak ada persiapan, ya ini natural seperti ini," katanya.

Baca juga: Ganjar Siapkan Tempat Isolasi untuk Warga yang Nekat Mudik Lebaran

Dia tidak khawatir dengan sidak Ganjar karena sudah mempersiapkan sarana prasarana serta standar operasional prosedur yang matang sudah dijalankan.

"Ya saya tidak takut karena semua sudah berjalan sesuai yang diharapkan. Bisa dilihat sarana prasarana kami lengkap, ada tempat cuci tangan, ada garis-garis di lantai untuk mengatur 'flow' anak-anak, jarak meja di kelas sudah ditata dan sebagainya. Kami optimistis PTM akan berjalan baik," ujarnya.

Dia menjelaskan ada tujuh kelas yang dibuka dalam uji coba PTM tersebut dan masing-masing kelas hanya diikuti maksimal 15 siswa dengan jam pembelajaran selama 4 jam tanpa istirahat.

"Kami juga melibatkan orang tua siswa untuk memastikan anak-anak aman, mulai berangkat dari rumah, diantarkan ke sekolah sampai pulang lagi. Protokol itu sudah kami sosialisasikan kepada orang tua siswa dan semoga bisa berjalan dengan baik," katanya.

Baca juga: Ajak Masyarakat Sebarkan Kebaikan, Ganjar: Rasa Cinta Itu Ada dan Bersemi di Jateng

Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melaksanakan uji coba pembelajaran secara tatap muka di 140 sekolah mulai 5 April 2021 sampai 16 April 2021 dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat meskipun masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

Uji coba pembelajaran tatap muka di Jawa Tengah akan dilakukan di tingkat SMP sebanyak 35 sekolah, SMA sebanyak 35, SMK sebanyak 35, dan Madrasah Aliyah sebanyak 35.

Sedangkan untuk tingkat SD, TK, dan PAUD ditunda atas dasar masukan dari sejumlah ahli.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Pilu Remaja Diperkosa Paman, Sang Ayah Tidak Percaya Justru Ikut Setubuhi Anak Kandungnya

Kisah Pilu Remaja Diperkosa Paman, Sang Ayah Tidak Percaya Justru Ikut Setubuhi Anak Kandungnya

Regional
Kebakaran di Gunung Kemeu Labuan Bajo NTT, Api Disebut Mendekat ke Pemukiman Warga

Kebakaran di Gunung Kemeu Labuan Bajo NTT, Api Disebut Mendekat ke Pemukiman Warga

Regional
Kasus Covid-19 Kembali Naik, di Solo Capai Ratusan dan Semuanya Komorbid

Kasus Covid-19 Kembali Naik, di Solo Capai Ratusan dan Semuanya Komorbid

Regional
Budi Daya Rumput Laut di Nunukan Hasilkan Limbah Botol Plastik 25 Ton Sekali Panen

Budi Daya Rumput Laut di Nunukan Hasilkan Limbah Botol Plastik 25 Ton Sekali Panen

Regional
Curi Laptop Mahasiswa di Rumah Kos, Warga Mataram Terancam 5 Tahun Penjara

Curi Laptop Mahasiswa di Rumah Kos, Warga Mataram Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Buntut Kebakaran Gudang Minyak Ilegal Jambi, Wali Kota Perintahkan Satpol PP Langsung Segel Gudang Tak Berizin

Buntut Kebakaran Gudang Minyak Ilegal Jambi, Wali Kota Perintahkan Satpol PP Langsung Segel Gudang Tak Berizin

Regional
6 Jam Terombang-ambing di Laut karena Kapal Mati Mesin, 2 Nelayan di Kupang Berhasil Diselamatkan

6 Jam Terombang-ambing di Laut karena Kapal Mati Mesin, 2 Nelayan di Kupang Berhasil Diselamatkan

Regional
Harga Pupuk Lebih Mahal dari TBS Sawit, Petani Tak Lakukan Pemupukan 6 Bulan

Harga Pupuk Lebih Mahal dari TBS Sawit, Petani Tak Lakukan Pemupukan 6 Bulan

Regional
2 Tahun Vakum, Pawai Pembangunan HUT ke-77 RI di Solo Meriah

2 Tahun Vakum, Pawai Pembangunan HUT ke-77 RI di Solo Meriah

Regional
Ketinting yang Ditumpangi Terbalik Dihantam Gelombang, Sepasang Lansia di Tanah Bumbu Hilang

Ketinting yang Ditumpangi Terbalik Dihantam Gelombang, Sepasang Lansia di Tanah Bumbu Hilang

Regional
Polisi Ungkap Penyebab Kematian Pria di Lokasi Penggembalaan Ternak di Lembata

Polisi Ungkap Penyebab Kematian Pria di Lokasi Penggembalaan Ternak di Lembata

Regional
Sempat Ditahan, 5 Penganiaya ASN di NTT Dibebaskan Sementara

Sempat Ditahan, 5 Penganiaya ASN di NTT Dibebaskan Sementara

Regional
Polisi Ungkap Motif Pria di Maluku Bunuh dan Bakar Kuburan Istrinya, Pelaku Terancam Hukuman Mati

Polisi Ungkap Motif Pria di Maluku Bunuh dan Bakar Kuburan Istrinya, Pelaku Terancam Hukuman Mati

Regional
Kronologi Pasutri dan Balita Dikeroyok Pemain Bola di Jeneponto, Polisi Ringkus 2 Pelaku

Kronologi Pasutri dan Balita Dikeroyok Pemain Bola di Jeneponto, Polisi Ringkus 2 Pelaku

Regional
Remaja Pangkalpinang Diduga Jadi Korban Penembakan Oknum TNI, Kasus Ditangani Denpom Bangka

Remaja Pangkalpinang Diduga Jadi Korban Penembakan Oknum TNI, Kasus Ditangani Denpom Bangka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.