Dianggap Tak Sopan, Pria yang Duduk di Atas Kereta Kencana Pangeran Keraton Yogya Dicari dan Diminta Klarifikasi

Kompas.com - 02/04/2021, 08:52 WIB
Jhope saat menunjukkan kereta kencana yang dinaiki orang tak dikenal Kompas.com/Wisang Seto PangaribowoJhope saat menunjukkan kereta kencana yang dinaiki orang tak dikenal

KOMPAS.com- Foto aksi seorang lelaki duduk di atas kereta kencana milik salah satu pangeran Keraton Yogyakarta, Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Yudhaningrat viral di media sosial.

Kini pihak Keraton Yogyakarta mencari pria tersebut untuk dimintai klarifikasi.

Sebab, aksinya duduk secara sembarangan di kereta kencana milik Keraton Yogyakarta dianggap kurang memperhatikan tata krama dan kesopanan.

Baca juga: Viral Foto Pria Duduk di Atas Kereta Kencana Pangeran Keraton Yogya, Asisten: Ada Tata Kramanya

Gusti Yudhaningrat sudah ketahui foto dan cari pria itu

Ilustrasi tanda tanyaThinkstock Ilustrasi tanda tanya
Asisten GBPH Yudhaningrat Jhope menuturkan, Gusti Yudhaningrat selaku pemilik kereta itu telah mengetahui informasi foto seorang pria yang menduduki keretanya.

"Gusti sendiri yang dapat foto tersebut. Saya malah tidak tahu. Kereta itu replika namun koleksi pribadi dan beliau sendiri sangat menghormati karena sebagai aset budaya," kata Jhope di Ndalem Yudhanegaran, Yogyakarta, Kamis (1/4/2021).

Kini Gusti Yudha memerintahkan padanya untuk mencari orang yang berfoto di atas kereta kencana itu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jhope mengaku, telah berkomunikasi dengan orang yang berfoto dengan menaiki kereta tersebut untuk dimintai klarifikasi.

"Kita tidak menginginkan apa pun, kita hanya ingin klarifikasi maksudnya bagaimana. Apalagi beliau fotonya pakai ikat. Saya pikir beliau orang yang dekat dengan budaya tentunya tahu bagaimana berbudaya, sopan santun, tata krama," kata dia.

Baca juga: Dikira Kerja Jadi Sopir, Suami Ditangkap Densus 88, Tinggalkan Cicilan Utang Rp 1,5 Juta Per Bulan ke Istri yang Tak Bekerja

 

Keraton Yogyakarta (Tribun Jogja/Cahyo Nugroho) Keraton Yogyakarta (Tribun Jogja/Cahyo Nugroho)
Boleh berfoto di kereta, tapi...

Jhope menjelaskan, kereta itu sangat berarti bagi Keraton Yogyakarta.

Kereta tersebut adalah replika kereta kencana yang ada di Keraton Yogyakarta.

Ada sejumlah tata krama dan aturan untuk menaiki kereta yang digunakan untuk acara-acara besar itu.

Dalam berfoto pun, wisatawan harus menghormati sejumlah hal.

Selama ini, banyak wisatawan yang datang untuk berfoto atas izin penjaga maupun warga sekitar.

"Kalau pun toh untuk foto boleh saja tapi di bawah," ujar dia.

"Meskipun tidak ada tulisannya tentunya ada unggah-ungguh seperti misalnya, kita masuk ke sini kulo nuwun. Apalagi itu kereta milik koleksi pribadi harusnya kan minta izin," lanjut Jhope.

Baca juga: Rentetan Aksi di Daerah Usai KLB Demokrat Kubu Moeldoko Ditolak, Cukur Gundul hingga Parade Karangan Bunga

Viral di media sosial, disebut ngawur

Ilustrasi viralShutterstock Ilustrasi viral
Foto pria duduk di atas kereta kencana itu viral di media sosial hingga disoroti oleh netizen.

Tampak seorang pria menggunakan ikat berfoto di atas kereta kencana dan tanpa izin.

Foto tersebut diunggah oleh akun Instagram Berandalsleman.

Adapun dalam foto itu, tertulis caption "Nek iki ngawur tenan, ora duwe toto kromo (Kalau ini ngawur sekali tidak punya tata krama).

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Yogyakarta, Wisang Seto Pangaribowo | Editor : Khairina)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Kota Tegal Melonjak, Wakil Wali Kota: Siapkan Ruang Isolasi Saja Tak Cukup

Kasus Covid-19 di Kota Tegal Melonjak, Wakil Wali Kota: Siapkan Ruang Isolasi Saja Tak Cukup

Regional
Tega Cabuli Sepupunya yang Masih di Bawah Umur, Pria Ini Ditangkap

Tega Cabuli Sepupunya yang Masih di Bawah Umur, Pria Ini Ditangkap

Regional
Jadi Bandar dan Pengedar Narkoba di Palembang, Ibu dan Anak Ditangkap Polisi

Jadi Bandar dan Pengedar Narkoba di Palembang, Ibu dan Anak Ditangkap Polisi

Regional
Satu Keluarga Ditangkap karena Bisnis Narkoba, 1 di Antaranya Oknum Perawat

Satu Keluarga Ditangkap karena Bisnis Narkoba, 1 di Antaranya Oknum Perawat

Regional
64 Siswa MAN Insan Cedekia Gorontalo Positif Covid-19

64 Siswa MAN Insan Cedekia Gorontalo Positif Covid-19

Regional
Daerah-daerah di Jateng Ini Miliki BOR di Atas 90 Persen, Mana Saja?

Daerah-daerah di Jateng Ini Miliki BOR di Atas 90 Persen, Mana Saja?

Regional
Gibran Geram dengan Ulah Anak Sekolah yang Rusak Makam: Ini Sudah Kurang Ajar Sekali

Gibran Geram dengan Ulah Anak Sekolah yang Rusak Makam: Ini Sudah Kurang Ajar Sekali

Regional
Antisipasi Gangguan Program PPDB, Wali Kota Makassar Perbaiki Server dan Atur Sistem

Antisipasi Gangguan Program PPDB, Wali Kota Makassar Perbaiki Server dan Atur Sistem

Regional
Eri Cahyadi Temui Khofifah Setelah Dengar Aspirasi Warga yang Tolak Penyekatan Suramadu

Eri Cahyadi Temui Khofifah Setelah Dengar Aspirasi Warga yang Tolak Penyekatan Suramadu

Regional
Disnaker Selidik Kasus 5 Pekerja Tewas Akibat Tangki Meledak di Dumai

Disnaker Selidik Kasus 5 Pekerja Tewas Akibat Tangki Meledak di Dumai

Regional
Ditemukan Virus Corona Varian Delta, Warga Karawang Diminta Waspada

Ditemukan Virus Corona Varian Delta, Warga Karawang Diminta Waspada

Regional
Sembuh, 36 Pasien Covid-19 dari Klaster Hajatan di Madiun Dipulangkan

Sembuh, 36 Pasien Covid-19 dari Klaster Hajatan di Madiun Dipulangkan

Regional
Kronologi Kabag Ops Brimob Polda Riau Pukul Petugas Jaga

Kronologi Kabag Ops Brimob Polda Riau Pukul Petugas Jaga

Regional
Kasus Penembakan Wartawan di Simalungun, Polda Koordinasi dengan TNI

Kasus Penembakan Wartawan di Simalungun, Polda Koordinasi dengan TNI

Regional
Seluruh DPC PDI-Perjuangan Jatim Sepakat Ajukan Puan sebagai Capres di Pilpres 2024

Seluruh DPC PDI-Perjuangan Jatim Sepakat Ajukan Puan sebagai Capres di Pilpres 2024

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X