Cemburu Leher Istri Merah Seperti Bekas Ciuman, Pria Ini Bunuh Lansia 70 Tahun

Kompas.com - 27/03/2021, 11:34 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

BADUNG, KOMPAS.com - Polres Badung mengungkap motif dan kronologi kasus dugaan pembunuhan lansia 70 tahun bernama Karmiadi, kawasan Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, pada Sabtu (20/3/2021) malam.

Hasil penyidikan, tersangka M (40), asal Sampang, Jawa Timur, membunuh korban karena cemburu korban selingkuh dengan istrinya.

Perselingkuhan itu terungkap setelah M melihat tanda merah di leher istrinya seperti bekas ciuman.

Kasat Reskrim Polres Badung AKP Laorens R Heselo mengatakan, perselingkuhan itu diduga sudah berjalan dua bulan.

Baca juga: Dirawat di RS, Belatung di Tubuh Nenek Asal Denpasar Ini Telah Dibuang, Begini Kondisinya Sekarang...

"Maka pelaku menanyakan hal tersebut kepada istrinya inisial J dan pelaku sempat mejambak rambut istri dan minta istrinya jujur," kata Laorens, saat dihubungi, Sabtu (27/3/2021).

Di bawah ancaman, istri M mengaku telah berselingkuh dan berhubungan badan dengan korban sebanyak tiga kali.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dengan pengakuan tersebut pelaku menjadi cemburu dan marah," kata dia.

Selain itu, 15 hari sebelum kejadian, M juga sempat melihat korban berdiri di depan kamar indekosnya sedang mengenakan helm.

Saat itu korban langsung kabur ketika melihat pelaku.

Kejadian itu membuat M dendam dan amarahnya memucak.

Hingga pada Sabtu (20/3/2021), sekitar jam 16.00 Wita, pelaku melihat korban sedang di pinggir kali membersihkan sarang burung.

Pelaku langsung pulang dan memberitahu istrinya untuk memancing korban. Namun, istrinya tidak menuruti perintah pelaku.

"Pelaku mengancam maka istrinya mau menuruti perintah pelaku, kemudian istrinya jalan menuju pinggir kali dan diikuti oleh dari belakang dengan jarak sekitar 6 meter," kata dia.

Setelah istrinya mendekat sekitar jarak tiga meter korban sempat melihat.

Saat itu pelaku langsung marah dan menendang korban sebanyak satu kali hingga jatuh ke dalam air kali.

Pada kesempatan itu pelaku langsung mencabut sebilah celurit dari pinggang kirinya lalu menebas korban sebanyak dua kali.

Tebasan itu mengenai bagian kepala belakang dan mengenai leher belakang korban sehingga tersungkur dan hanyut di air kali.

Pelaku lalu membuang celurit tersebut ke dalam sungai dan pergi bersama istrinya dan bersembunyi di kamar di Jalan Muding Indah Desa Muding, Kuta Utara.

Baca juga: Belatung di Tubuh Nenek Asal Denpasar Ini Ternyata Berasal dari 2 Luka yang Dideritanya

Sementara korban meninggal dunia dengan luka terbuka di bagian kepala belakang dan luka terbuka di bagian leher belakang sampai pundak korban.

Korban dibawa warga ke Rumah sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar.

Polisi yang mendapat laporan tersebut menangkap M sekitar dua jam setelah kejadian.

Dalam kasus ini, M dijerat pasal berlapis yakni Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan 338 KUHP tentang pembunuhan.

Ancaman pidananya yakni maksimal hukuman mati atau seumur hidup atau paling lama 20 tahun penjara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Penangkapan Driver Ojol karena Antar Miras Pelanggan, Viral di Medsos hingga Gibran Turun Tangan

Fakta Penangkapan Driver Ojol karena Antar Miras Pelanggan, Viral di Medsos hingga Gibran Turun Tangan

Regional
Warga Abai Prokes, 2.517 Anak di Bangka Belitung Terpapar Covid-19

Warga Abai Prokes, 2.517 Anak di Bangka Belitung Terpapar Covid-19

Regional
Ulama Kharismatik KH Nawawi Abdul Jalil Tutup Usia, Khofifah: Umat Muslim Indonesia Berduka

Ulama Kharismatik KH Nawawi Abdul Jalil Tutup Usia, Khofifah: Umat Muslim Indonesia Berduka

Regional
Pengasuh Ponpes Sidogiri KH Nawawi Wafat, Sosok Ulama Rendah Hati yang Diterima Semua Golongan

Pengasuh Ponpes Sidogiri KH Nawawi Wafat, Sosok Ulama Rendah Hati yang Diterima Semua Golongan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Juni 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Juni 2021

Regional
Swab Perantau yang Pulang dari Madura, Kades Temukan 18 Warganya Positif Covid-19

Swab Perantau yang Pulang dari Madura, Kades Temukan 18 Warganya Positif Covid-19

Regional
Curhatan Ojol yang Ditangkap karena Antar Paket Miras Viral, Ini Kata Polisi

Curhatan Ojol yang Ditangkap karena Antar Paket Miras Viral, Ini Kata Polisi

Regional
Sering Palak Warga, 79 Preman di Pekanbaru Diamankan, Polisi Sita Senjata Tajam hingga Pistol Mainan

Sering Palak Warga, 79 Preman di Pekanbaru Diamankan, Polisi Sita Senjata Tajam hingga Pistol Mainan

Regional
Kronologi Tabrakan Beruntun di Gunungkidul, Berawal dari Pecah Ban hingga 1 Orang Tewas

Kronologi Tabrakan Beruntun di Gunungkidul, Berawal dari Pecah Ban hingga 1 Orang Tewas

Regional
Tangkap dan Simpan Kukang di Rumah, Warga Riau Ditangkap Polisi

Tangkap dan Simpan Kukang di Rumah, Warga Riau Ditangkap Polisi

Regional
2 Restoran Disegel karena Langgar Prokes, Satpol PP: Kami Tak Segan Menindak Tegas

2 Restoran Disegel karena Langgar Prokes, Satpol PP: Kami Tak Segan Menindak Tegas

Regional
Hibur Pasien Covid-19, Kapolres dan Ketua DPRD Tegal Bernyanyi di Halaman Gedung Isolasi

Hibur Pasien Covid-19, Kapolres dan Ketua DPRD Tegal Bernyanyi di Halaman Gedung Isolasi

Regional
Picu Kerumunan, Holywings dan Bowery Semarang Disegel

Picu Kerumunan, Holywings dan Bowery Semarang Disegel

Regional
Pajero Pecah Ban Tabrak 3 Motor di Gunungkidul, 1 Orang Tewas

Pajero Pecah Ban Tabrak 3 Motor di Gunungkidul, 1 Orang Tewas

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 13 Juni 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 13 Juni 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X