Warga Diizinkan Gelar Hajatan, Pemkab Ponorogo: "Electone" Boleh, tapi Tanpa Joget-joget, Takutnya Viral

Kompas.com - 26/03/2021, 17:46 WIB
Ilustrasi penyebaran virus corona ShutterstockIlustrasi penyebaran virus corona

KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Ponorogo mengizinkan warga menggelar hajatan dengan jumlah undangan yang terbatas.

Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo Agus Pramono mengatakan, keputusan itu sesuai dengan surat edaran Mendagri yang diturunkan dalam SE Bupati Ponorogo nomor 713/864/ 405.01.3/2021 tentang perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro di Ponorogo.

Menurutnya, izin penyelenggaraan hajatan bukan semata-mata karena tuntutan dari masyarakat.

"Kita sesuaikan jumlah undangannya 50 persen. Hajatan dibolehkan tapi kalau bisa electone boleh, tapi tanpa ada yang joget-joget, takutnya nanti diviralkan," kata Agus seperti dikutip dari Surya.co.id, Jumat (26/3/2021).

Baca juga: PPKM Mikro di Ponorogo Diperpanjang, Bupati Izinkan Belajar Tatap Muka dan Car Free Day

Baca juga: 17 Siswa Berjalan Kaki ke Gunung demi Simulasi Ujian Sekolah Online, Ada yang Pinjam Ponsel Guru dan Warga

Agus bersyukur sejumlah paguyuban yang terlibat dalam gelaran hajatan sudah memenuhi syarat-syarat tersebut.

Mulai dari Paguyuban Sor Terop, penyayi, electone dan lainnya.

Selain aturan undangan dan musik, penyelenggara hajatan juga tak diizinkan menghidangkan makanan di hajatan tersebut.

"Tidak boleh makan di tempat juga. Harus take away atau dibawa pulang. Karena kalau makan di tempat pasti buka masker bareng," lanjutnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Pengemis yang Raup Rp 18 Juta Per Bulan, Bisa Bangun Rumah dan Beli Sepeda Motor

Kisah Pengemis yang Raup Rp 18 Juta Per Bulan, Bisa Bangun Rumah dan Beli Sepeda Motor

Regional
5 Tersangka Aksi Premanisme di Pasar Jepon Blora Terancam Penjara 9 Tahun

5 Tersangka Aksi Premanisme di Pasar Jepon Blora Terancam Penjara 9 Tahun

Regional
Tim Medis Telusuri Kaitan Kelumpuhan Juru Kunci Makam Bung Karno dengan Vaksin Covid-19

Tim Medis Telusuri Kaitan Kelumpuhan Juru Kunci Makam Bung Karno dengan Vaksin Covid-19

Regional
Polisi Tangkap Pembuat Video Provokatif Tolak Larangan Mudik

Polisi Tangkap Pembuat Video Provokatif Tolak Larangan Mudik

Regional
225 Pemudik yang Tercatat Masuk Kota Yogyakarta Akan Diisolasi

225 Pemudik yang Tercatat Masuk Kota Yogyakarta Akan Diisolasi

Regional
Otak Kerusuhan Papua Ditangkap, Kapolda Ungkap Kaitannya dengan Veronica Koman

Otak Kerusuhan Papua Ditangkap, Kapolda Ungkap Kaitannya dengan Veronica Koman

Regional
Gubernur Papua Lukas Enembe Jalani Pengobatan Lanjutan di Singapura

Gubernur Papua Lukas Enembe Jalani Pengobatan Lanjutan di Singapura

Regional
Bukan Mudik Jalan Kaki, Dani dan Istrinya Ternyata Sudah Setahun Hidup di Jalanan, Ini Alasannya

Bukan Mudik Jalan Kaki, Dani dan Istrinya Ternyata Sudah Setahun Hidup di Jalanan, Ini Alasannya

Regional
Ustaz Tengku Zulkarnain Sempat Ucap Takbir 2 Kali Saat Kondisi Mulai Menurun

Ustaz Tengku Zulkarnain Sempat Ucap Takbir 2 Kali Saat Kondisi Mulai Menurun

Regional
Lonjakan Kasus di Sumsel Diduga akibat Virus Corona Jenis Baru

Lonjakan Kasus di Sumsel Diduga akibat Virus Corona Jenis Baru

Regional
9 Kg Daging Ayam dan Sapi Busuk Ditemukan Dijual di Pasar Magelang

9 Kg Daging Ayam dan Sapi Busuk Ditemukan Dijual di Pasar Magelang

Regional
Derita Arif, 7 Tahun Alami Hidrosefalus dan Ditinggalkan Orangtuanya

Derita Arif, 7 Tahun Alami Hidrosefalus dan Ditinggalkan Orangtuanya

Regional
Anaknya Mengarang Cerita Mudik Jalan Kaki ke Bandung, Ibunda Dani Mengaku Malu: Saya Capek Ngurus Dia

Anaknya Mengarang Cerita Mudik Jalan Kaki ke Bandung, Ibunda Dani Mengaku Malu: Saya Capek Ngurus Dia

Regional
Pemudik yang 6 Tahun Tak Bertemu Anaknya Diizinkan Lewati Penyekatan dengan Syarat

Pemudik yang 6 Tahun Tak Bertemu Anaknya Diizinkan Lewati Penyekatan dengan Syarat

Regional
Ibu Bunuh Bayi hingga Jasad Dimakan Anjing, Malu Lahirkan Anak dari Hubungan Gelap

Ibu Bunuh Bayi hingga Jasad Dimakan Anjing, Malu Lahirkan Anak dari Hubungan Gelap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X