Tangkap Pemuda yang Olok Gibran, Polresta Surakarta Digugat Praperadilan

Kompas.com - 24/03/2021, 17:32 WIB
Ketua Yayasan Mega Bintang Solo 1997 Boyamin Saiman di Solo, Jawa Tengah, Rabu (24/3/2021). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKetua Yayasan Mega Bintang Solo 1997 Boyamin Saiman di Solo, Jawa Tengah, Rabu (24/3/2021).

SOLO, KOMPAS.com - Yayasan Mega Bintang Solo 1997 mengajukan gugatan praperadilan terhadap Polresta Surakarta ke Pengadilan Negeri (PN) Surakarta.

Pengajuan gugatan praperadilan dilakukan terkait peristiwa penjemputan AM dari tempat tinggalnya di Yogyakarta ke Solo terkait komentarnya di media sosial tentang Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

Ketua Yayasan Mega Bintang Solo 1997 Boyamin Saiman mengatakan, surat permohonan gugatan praperadilan sudah dimasukkan ke Pengadilan Negeri Surakarta pada Senin (22/3/2021).

Baca juga: Kaesang Salah Satu Pemilik Persis Solo, Gibran: Saya Cuma Ngawal dari Jauh

Rencananya, sidang perdana praperadilan dilaksanakan di Pengadilan Negeri Surakarta pada Senin (29/3/2021).

"Ada dua perbedaan bahwa dia (AM) menurut Polresta dijemput, tapi menurut Mabes Polri datang sendiri. Daripada menjadi polemik saya ajukan gugatan itu dalam rangka untuk menguji apa yang terjadi sebenarnya," ungkap Boyamin di Solo, Jawa Tengah, Rabu (24/3/2021).

Menurut Boyamin kalau memang itu datang sendiri jadi ada suka rela. Tapi dari video yang tersebar AM seperti dikawal seseorang yang diduga anggota kepolisian di belakangnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Berarti kan dijemput dan dikawal dari rumah sampai ke kantor polisi," jelas dia.

"Kalau memang itu penjemputan itu istilahnya bisa menjadi pengamanan. Tindakan kepolisian itu kan penangkapan itu sebagai pintu masuk untuk mengajukan gugatan praperadilan adalah tidak sahnya penangkapan terhadap AM," sambung dia.

Dia menilai, alasan penangkapan tidak sah karena berdasarkan surat edaran Kapolri yang baru No 2 Tahun 2021 bahwa seseorang yang dihina atau dicemarkan nama baiknya maka harus melaporkan sendiri.

Bahkan, kuasa hukumnya juga tidak boleh melaporkan ke polisi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Covid-19, Ini Kebijakan Pemkot Salatiga di Pasar Tradisional

Cegah Covid-19, Ini Kebijakan Pemkot Salatiga di Pasar Tradisional

Regional
Menteri KKP akan Jadikan Toraja Utara Model Pembudidayaan Ikan Nila di Pedalaman

Menteri KKP akan Jadikan Toraja Utara Model Pembudidayaan Ikan Nila di Pedalaman

Regional
Pulang Bermain Saat Hujan, Bocah 11 Tahun Tewas Tertimpa Pagar Tembok

Pulang Bermain Saat Hujan, Bocah 11 Tahun Tewas Tertimpa Pagar Tembok

Regional
Kisah Harsono, Sukses Jual Cilok hingga Punya 3 Apartemen dan 13 Rumah Kontrakan

Kisah Harsono, Sukses Jual Cilok hingga Punya 3 Apartemen dan 13 Rumah Kontrakan

Regional
Sandiaga Bantah Kembali Terpapar Covid-19, Ini Alasan Pegawai Kemenparekraf 100 Persen WFH

Sandiaga Bantah Kembali Terpapar Covid-19, Ini Alasan Pegawai Kemenparekraf 100 Persen WFH

Regional
[POPULER NUSANTARA] Rektor Unipar Lecehkan Dosen | Uang Deposito Rp 20,1 Miliar Raib

[POPULER NUSANTARA] Rektor Unipar Lecehkan Dosen | Uang Deposito Rp 20,1 Miliar Raib

Regional
Uji Nyali di Gua Rangko

Uji Nyali di Gua Rangko

Regional
Ini Pesan Buya Syafii Maarif untuk Airlangga Hartarto

Ini Pesan Buya Syafii Maarif untuk Airlangga Hartarto

Regional
Langka, 2 Anak Badak Jawa Terekam di Ujung Kulon

Langka, 2 Anak Badak Jawa Terekam di Ujung Kulon

Regional
Perkembangan Covid-19 di Kepri, Kabupaten Bintan Masih Zona Merah

Perkembangan Covid-19 di Kepri, Kabupaten Bintan Masih Zona Merah

Regional
Cerita Fauziah Calon TKW yang Loncat dari Lantai Empat BLK dengan 4 Rekannya, Sempat Telepon Ibu Sebelum Kabur

Cerita Fauziah Calon TKW yang Loncat dari Lantai Empat BLK dengan 4 Rekannya, Sempat Telepon Ibu Sebelum Kabur

Regional
Hubungkan Madura dan Jawa, Ini Sejarah Panjang Jembatan Suramadu, dari Era Soekarno hingga Jokowi

Hubungkan Madura dan Jawa, Ini Sejarah Panjang Jembatan Suramadu, dari Era Soekarno hingga Jokowi

Regional
BOR RS di Jepara 100 Persen dan 350 Nakes Positif Covid-19, Ini Penjelasan Pemkab

BOR RS di Jepara 100 Persen dan 350 Nakes Positif Covid-19, Ini Penjelasan Pemkab

Regional
Ridwan Kamil: Harus Dua Arah, Pemerintah Tak Bisa Tangani Covid-19 Tanpa Ketaatan Warganya

Ridwan Kamil: Harus Dua Arah, Pemerintah Tak Bisa Tangani Covid-19 Tanpa Ketaatan Warganya

Regional
Kronologi Penjaga Pintu Air Hilang Diduga Diseret Buaya yang Sering Diberinya Makan

Kronologi Penjaga Pintu Air Hilang Diduga Diseret Buaya yang Sering Diberinya Makan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X