Viral, Video Cabai Rawit Berwarna Kemerahan Diduga Dicat, Ini Penjelasan Polisi

Kompas.com - 22/03/2021, 18:49 WIB
Ilustrasi cabai rawit

KOMPAS/ASWIN RIZAL HARAHAPIlustrasi cabai rawit

KOMPAS.com - Masyarakat Banyuwangi, Jawa Timur, dihebohkan dengan viralnya video dugaan cabai rawit yang dicat.

Video tersebut dibagikan akun Facebook Agung Emfet Blambangan pada 18 Maret 2021.

Dalam video yang berdurasi 30 detik terlihat benda seperti cabai rawit utuh dimasak di kuali.

Baca juga: Harga Cabai Rawit Hari Ini di Jatim

Anehnya terdapat cairan kemerahan. Saat diangkat dengan spatula, cairan itu terlihat kental.

Polresta Banyuwangi kemudian memeriksa tiga orang dalam kasus tersebut.

Baca juga: Teknik Pemupukan Cabai Rawit ala Petani agar Berbuah Lebat

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebanyka tiga orang yang diperiksa adalah pengunggah video cabai palsu, pembeli, dan penjual cabai.

Saat diperiksa, penjual cabai tidak mengaku cabai yang dicat adalah dagangannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber Kompas TV
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Makan Bakso Mengandung Formalin, 4 Polisi Muntah hingga Dirawat di RS

Makan Bakso Mengandung Formalin, 4 Polisi Muntah hingga Dirawat di RS

Regional
Bupati Bogor Dapat Perintah Langsung dari Jokowi, Ini Isinya

Bupati Bogor Dapat Perintah Langsung dari Jokowi, Ini Isinya

Regional
Sehari Usai Disuntik Vaksin, Seorang Warga Demam lalu Meninggal, Ini Penjelasan Satgas Covid-19 Bali

Sehari Usai Disuntik Vaksin, Seorang Warga Demam lalu Meninggal, Ini Penjelasan Satgas Covid-19 Bali

Regional
Pasien Covid-19 yang Miliki Miliaran Kandungan Virus Ditemukan di Kalbar

Pasien Covid-19 yang Miliki Miliaran Kandungan Virus Ditemukan di Kalbar

Regional
2.000 Vial Vaksin Tambahan untuk Batam Tertahan

2.000 Vial Vaksin Tambahan untuk Batam Tertahan

Regional
Guru SMP Pelaku Pencabulan Malah Menyalahkan Setan, Mengaku Punya 2 Kepribadian

Guru SMP Pelaku Pencabulan Malah Menyalahkan Setan, Mengaku Punya 2 Kepribadian

Regional
Viral Video Kerumunan Berjoget di Mal di Sleman di Tengah Pandemi, Ini Kata Satpol PP DIY

Viral Video Kerumunan Berjoget di Mal di Sleman di Tengah Pandemi, Ini Kata Satpol PP DIY

Regional
Ultah ke-94 Persebaya, Lagu 'Song For Pride' Akan Bergema di 10 Lampu Lalu Lintas Surabaya

Ultah ke-94 Persebaya, Lagu "Song For Pride" Akan Bergema di 10 Lampu Lalu Lintas Surabaya

Regional
Keluhan Pengungsi Gempa Maluku Tengah: Tak Ada MCK hingga Kesulitan Air Bersih

Keluhan Pengungsi Gempa Maluku Tengah: Tak Ada MCK hingga Kesulitan Air Bersih

Regional
Modus Pintu Goyang, Sopir Angkot Ini Curi Uang Pensiun Para Lansia

Modus Pintu Goyang, Sopir Angkot Ini Curi Uang Pensiun Para Lansia

Regional
Wali Kota Pontianak Positif Covid-19 Walau Sudah Divaksin, Ini Penjelasan Gubernur Kalbar

Wali Kota Pontianak Positif Covid-19 Walau Sudah Divaksin, Ini Penjelasan Gubernur Kalbar

Regional
Pimpinan Puskesmas Dimutasi ke Pelosok gara-gara UGD Tutup Sore, Bupati Solok: Sebagai Efek Jera

Pimpinan Puskesmas Dimutasi ke Pelosok gara-gara UGD Tutup Sore, Bupati Solok: Sebagai Efek Jera

Regional
Dianggap Sukses Selenggarakan PSU, Kantor KPU Kalsel Dipenuhi Karangan Bunga

Dianggap Sukses Selenggarakan PSU, Kantor KPU Kalsel Dipenuhi Karangan Bunga

Regional
Kasus Baru Covid-19 di Salatiga Melonjak, Jadi Zona Merah dan Langkah Pemkot

Kasus Baru Covid-19 di Salatiga Melonjak, Jadi Zona Merah dan Langkah Pemkot

Regional
21 Orang di Lingkungan Kampus Unsika Positif Covid-19

21 Orang di Lingkungan Kampus Unsika Positif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X