Banjir Terjang Nganjuk, 8 Hektare Padi Terancam Gagal Panen

Kompas.com - 18/03/2021, 18:28 WIB
Partiwi (kiri) membersihkan lumpur akibat banjir yang menggenangi kediamannya, Kamis (18/3/2021) petang. KOMPAS.COM/USMAN HADIPartiwi (kiri) membersihkan lumpur akibat banjir yang menggenangi kediamannya, Kamis (18/3/2021) petang.

NGANJUK, KOMPAS.com - Hujan deras mengguyur Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (18/3/2021) sore. 

Akibatnya, terjadi genangan air di sejumlah lokasi. Bahkan, genangan air tersebut sampai memasuki rumah-rumah warga.

Salah satu korban banjir, Partiwi mengatakan, hujan deras mulai mengguyur Desa Sugihwaras pukul 15.00 WIB.

Sejam setelahnya, muncul genangan air dan mulai memasuki rumahnya. 

"Ini tadi airnya selutut," kata Partiwi (44), warga RT 007 RW 003 Dusun Semen, Desa Sugihwaras, saat ditemui Kompas.com di rumahnya, Kamis (18/3/2021) petang.

Baca juga: Bupati Nganjuk: Sedang Menyebar Isu Vaksin Covid-19 Tak Efektif, Itu Tak benar

Pantauan di lokasi, rumah Partiwi penuh dengan lumpur akibat genangan air yang masuk ke dalam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menggunakan sapu lidi, ia mencoba memberikan lumpur tersebut. 

Menurut  Partiwi, dalam seminggu ini kediamannya kemasukan air banjir dua kali. Ia meminta pemerintah bergerak cepat untuk mengatasi banjir ini.

"Sini tiap banjir kalinya (saluran irigasi) kerap meluap. Ya saya minta bantuannya pemerintah gimana caranya biar tidak kebanjiran lagi," pinta dia. 

Beruntung, sebelum diterjang banjir dirinya telah mengamankan barang-barang di rumahnya. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belum Dibayarkan, Insentif Nakes Nganjuk Mau Dialihkan untuk Bangun Puskesmas

Belum Dibayarkan, Insentif Nakes Nganjuk Mau Dialihkan untuk Bangun Puskesmas

Regional
Kronologi Kuli Bangunan Bunuh Teman Kerjanya, Berawal dari Cekcok, Pelaku Ditangkap

Kronologi Kuli Bangunan Bunuh Teman Kerjanya, Berawal dari Cekcok, Pelaku Ditangkap

Regional
148 Titik Panas Terdeteksi di Riau

148 Titik Panas Terdeteksi di Riau

Regional
Aksi Mahasiswa Tolak PPKM di DPRD NTB Diwarnai Perusakan Pintu Gerbang

Aksi Mahasiswa Tolak PPKM di DPRD NTB Diwarnai Perusakan Pintu Gerbang

Regional
Bus Pariwisata di Banyumas Konvoi Kibarkan Bendera Putih, Ini Kata Wabup

Bus Pariwisata di Banyumas Konvoi Kibarkan Bendera Putih, Ini Kata Wabup

Regional
'Hanya Sebagian Kecil yang Tak Mau Divaksin, Tiap Saya Buka Langsung Full'

"Hanya Sebagian Kecil yang Tak Mau Divaksin, Tiap Saya Buka Langsung Full"

Regional
Ada 4 Anak di Bantul Jadi Yatim Piatu karena Covid-19

Ada 4 Anak di Bantul Jadi Yatim Piatu karena Covid-19

Regional
Bantu Pasokan Oksigen Jateng, KRI Dr Soeharso Bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas

Bantu Pasokan Oksigen Jateng, KRI Dr Soeharso Bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas

Regional
Anggota Polri dan Balita di Babel Tercatat Jadi Penerima BST Kemensos

Anggota Polri dan Balita di Babel Tercatat Jadi Penerima BST Kemensos

Regional
Nikahi 2 Wanita Sekaligus, Korik: Jangan seperti Saya, Tidak Semudah yang Dibayangkan

Nikahi 2 Wanita Sekaligus, Korik: Jangan seperti Saya, Tidak Semudah yang Dibayangkan

Regional
Pemkot Pontianak Rencanakan Potong Pajak Pelaku Usaha yang Taat Prokes Covid-19

Pemkot Pontianak Rencanakan Potong Pajak Pelaku Usaha yang Taat Prokes Covid-19

Regional
Uang Insentif Total Rp 5 Miliar untuk Nakes di Kota Madiun Mulai Cair Hari Ini

Uang Insentif Total Rp 5 Miliar untuk Nakes di Kota Madiun Mulai Cair Hari Ini

Regional
Seluruh Desa di Kudus Disebut Sudah Tak Lagi Jadi Zona Merah Covid-19

Seluruh Desa di Kudus Disebut Sudah Tak Lagi Jadi Zona Merah Covid-19

Regional
Sempat Ada Keluhan dari RS, Wali Kota Semarang Klaim Stok Oksigen Aman

Sempat Ada Keluhan dari RS, Wali Kota Semarang Klaim Stok Oksigen Aman

Regional
Jabar Terima 85,8 Ton Oksigen Cair dari Sumsel

Jabar Terima 85,8 Ton Oksigen Cair dari Sumsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X