Bupati Nganjuk: Sedang Menyebar Isu Vaksin Covid-19 Tak Efektif, Itu Tak benar

Kompas.com - 16/03/2021, 19:45 WIB
Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat (baju batik) saat memberikan sambutan dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ke kalangan jurnalis di RSUD Kertosono, Selasa (16/3/2021). KOMPAS.com/USMAN HADIBupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat (baju batik) saat memberikan sambutan dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ke kalangan jurnalis di RSUD Kertosono, Selasa (16/3/2021).

NGANJUK, KOMPAS.com - Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat, menyebut sekarang ini tengah berkembang isu di masyarakat bahwa vaksin Covid-19 tidak efektif untuk mencegah penyebaran virus corona yang bermutasi.

Mas Novi, sapaan Bupati Novi, memastikan isu tersebut tidak benar.

“Sekarang ini sedang menyebar isu, banyak isu yang berkembang bahwa jenis dari Covid-19 ini bermacam-macam, bermutasi, berubah, melakukan penyesuaian lingkungan dan lain sebagainya. Sehingga ada yang membuat kesimpulan vaksin ini tidak efektif. Hati-hati,” kata Mas Novi, saat memberikan sambutan dalam kegiatan vaksinasi ke kalangan jurnalis Nganjuk di RSUD Kertosono, Selasa (16/3/2021).

Untuk itu, Mas Novi mengajak jurnalis di Kabupaten Nganjuk untuk bersama-sama mengedukasi masyarakat bahwa isu tersebut tidak benar.

Baca juga: Bupati: Baru 8,3 Persen Warga Nganjuk Disuntik Vaksin Covid-19

Sebab, vaksinasi merupakan salah satu cara terefektif untuk meningkatkan imun dalam melawan virus.

Menurut Novi, vaksinasi Covid-19 yang saat ini sedang dikebut pemerintah salah satunya bertujuan untuk membangkitkan sekaligus menggerakkan ekonomi di masa pendemi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Ekonomi kita tidak akan bisa bangkit, ekonomi kita tidak akan bisa tumbuh kalau kita tidak diawali dengan sehat,” kata dia.

Sementara agar masyarakat sehat, salah satu caranya dengan dilakukan vaksinasi Covid-19.

“Karena dengan divaksin, harapan pemerintah, kita (yang) divaksin memiliki imun minimal, bukan berarti tidak bisa kena sakit, tidak ya. Tetap bisa kita kena penyakit Covid-19, bisa, tetapi meminimalisir risiko,” kata dia.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mayat Wanita Terbungkus Karpet Ternyata Dibunuh Sopir dan Kernet Truk Pasir yang Baru Dikenal Korban

Mayat Wanita Terbungkus Karpet Ternyata Dibunuh Sopir dan Kernet Truk Pasir yang Baru Dikenal Korban

Regional
Puluhan Tahanan Rutan Gresik Ikuti Vaksinasi Covid-19

Puluhan Tahanan Rutan Gresik Ikuti Vaksinasi Covid-19

Regional
Khofifah Lelang 18 Kursi Jabatan Pimpinan Tertinggi di Pemprov Jatim, Ini Daftarnya..

Khofifah Lelang 18 Kursi Jabatan Pimpinan Tertinggi di Pemprov Jatim, Ini Daftarnya..

Regional
Ridwan Kamil Usulkan Distribusi Vaksin ke Daerah Dikelola Pemerintah Provinsi

Ridwan Kamil Usulkan Distribusi Vaksin ke Daerah Dikelola Pemerintah Provinsi

Regional
Terjerat Korupsi Internet Desa, Eks Kepala Dishub Kominfo Banten Dituntut 3,5 Tahun Penjara

Terjerat Korupsi Internet Desa, Eks Kepala Dishub Kominfo Banten Dituntut 3,5 Tahun Penjara

Regional
Sultan HB X Sebut Mobilitas Warga Saat Malam Hari Masih Tinggi

Sultan HB X Sebut Mobilitas Warga Saat Malam Hari Masih Tinggi

Regional
Gubernur Babel Kaget, Temukan Fakta Banyak Anggota Satgas Covid -19 Belum Divaksin

Gubernur Babel Kaget, Temukan Fakta Banyak Anggota Satgas Covid -19 Belum Divaksin

Regional
Rumah yang Dilelang Pengusaha Pontianak untuk Bantu Penanganan Covid-19 Laku Rp 205 Juta

Rumah yang Dilelang Pengusaha Pontianak untuk Bantu Penanganan Covid-19 Laku Rp 205 Juta

Regional
Walkot Madiun Sebut Stok Vaksin Covid-19 Kurang: Datang Tadi Malam, Langsung Digunakan Hari Ini

Walkot Madiun Sebut Stok Vaksin Covid-19 Kurang: Datang Tadi Malam, Langsung Digunakan Hari Ini

Regional
Tutup Usia, Almarhum Habib Saggaf Al Jufri Tinggalkan Pesan Ini

Tutup Usia, Almarhum Habib Saggaf Al Jufri Tinggalkan Pesan Ini

Regional
57 Kecamatan di NTT Mengalami Kekeringan Ekstrem

57 Kecamatan di NTT Mengalami Kekeringan Ekstrem

Regional
PPKM Turunkan BOR RSUD Dr Moewardi Solo, dari 600 Tersisa 250 Pasien

PPKM Turunkan BOR RSUD Dr Moewardi Solo, dari 600 Tersisa 250 Pasien

Regional
Gelar Lomba Inovasi Desa, Bupati Kebumen Siapkan Hadiah 10 Mobil

Gelar Lomba Inovasi Desa, Bupati Kebumen Siapkan Hadiah 10 Mobil

Regional
7 Pegawainya Positif Covid-19, Kepala BKD Kota Blitar: Kami Sudah Terapkan WFH 75 Persen...

7 Pegawainya Positif Covid-19, Kepala BKD Kota Blitar: Kami Sudah Terapkan WFH 75 Persen...

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 4 Agustus 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 4 Agustus 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X