Ridwan Kamil: Daripada Impor Beras, Mending Beli Produk dari Jabar yang Melimpah

Kompas.com - 17/03/2021, 15:59 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menyaksikan penyuntikan vaksin Covid-19 bagi dosen dan tenaga pendidik IPB sekaligus memberikan sambutan via konferensi video di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (8/3/2021). Humas Pemprov JabarGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menyaksikan penyuntikan vaksin Covid-19 bagi dosen dan tenaga pendidik IPB sekaligus memberikan sambutan via konferensi video di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (8/3/2021).

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyarankan agar pemerintah memaksimalkan potensi beras di Jabar. Hal itu ia katakan menyikapi wacana impor beras oleh pemerintah pusat.

"Daripada impor beras, mending beli produk dari Jabar yang berlimpah lebih dari 300.000 ton," kata Emil, sapaan akrabnya, usai menyerap aspirasi secara virtual dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Jawa Barat, di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (17/3/2021).

Emil mengatakan, saat ini Provinsi Jawa Barat tengah surplus beras serta menghadapi musim panen.

Baca juga: Ridwan Kamil Minta Pusat Tunda Impor Beras karena Jabar Surplus

 

Saat ini Jawa Barat tengah memasuki panen raya dan mengalami surplus beras 322.000 ton sampai April 2021.

"Maka, kami memberikan usulan agar impor beras ditunda sehubungan dengan surplus panen. Kita ada 322.000 ton, ini sudah berlebih, banyak sekali," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dampak impor beras, lanjut Emil, dikhawatirkan berpengaruh pada kesejahteraan petani, sehingga diperlukan manajemen penyediaan pangan yang baik dan teliti.

Pemerintah seharusnya lebih memperhatikan kesejahteraan petani dengan menunjukkan keberpihakan pada produk pertanian dalam negeri.

"Masa sudah beras banyak, impor pula. Kalau posisinya krisis beras, saya kira masuk akal. Tapi ini kan surplus. Jangan sampai kebijakan impor beras ini menghantam kesejahteraan patani. Maka kami mengusulkan ke pemerintah agar menunda beras impor, maksimalkan saja produksi Jabar yang melimpah," katanya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat Dadan Hidayat menjelaskan, berdasarkan data BPS, konsumsi beras masyarakat Jawa Barat mencapai 128,4 kilogram per kapita per tahun.

Baca juga: Hasil Panen Petani Melimpah, Bupati Blora Tolak Impor Beras

 

Jika dikalikan dengan jumlah penduduk Jawa Barat yang mencapai 49.350.000 orang, dibutuhkan 6.000.400 ton beras dalam setiap tahun.

"Impornya kan belum sebetulnya. Masih wacana, mudah-mudahan itu seperti yang disampaikan gubernur bahwa Jawa Barat ini untuk sampai dengan bulan April tidak perlu impor karena kita masih surplus beras," jelasnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pesan Mesra Berujung Prahara, Selingkuhan Istri Dilabrak Suami, lalu Dianiaya secara Sadis

Pesan Mesra Berujung Prahara, Selingkuhan Istri Dilabrak Suami, lalu Dianiaya secara Sadis

Regional
Muncul Klaster Sekolah di Jateng, Wonogiri Belum Pastikan Gelar PTM Terbatas

Muncul Klaster Sekolah di Jateng, Wonogiri Belum Pastikan Gelar PTM Terbatas

Regional
Penyerang Ustaz Abu Syahid Chaniago di Batam Diduga Depresi

Penyerang Ustaz Abu Syahid Chaniago di Batam Diduga Depresi

Regional
Terlibat Kasus Narkotika, Tiga Peracik Tembakau Sintetis Ditangkap di Bandung

Terlibat Kasus Narkotika, Tiga Peracik Tembakau Sintetis Ditangkap di Bandung

Regional
Ini Penyebab Kura-kura Leher Ular Rote Asal NTT Bisa Sampai ke Luar Negeri

Ini Penyebab Kura-kura Leher Ular Rote Asal NTT Bisa Sampai ke Luar Negeri

Regional
Tangis 2 Anak Yatim Piatu ke Risma, Kenang Orangtua Wafat akibat Covid-19

Tangis 2 Anak Yatim Piatu ke Risma, Kenang Orangtua Wafat akibat Covid-19

Regional
Kesulitan Tangkap Pemuda yang Bunuh Teman Usai Minum Miras, Polisi: Pelaku Sembunyi di Hutan

Kesulitan Tangkap Pemuda yang Bunuh Teman Usai Minum Miras, Polisi: Pelaku Sembunyi di Hutan

Regional
Pesan Panglima TNI untuk Gubernur Riau soal Covid-19

Pesan Panglima TNI untuk Gubernur Riau soal Covid-19

Regional
Krisis Pejabat di Pamekasan, Satu Orang sampai Rangkap 3 Jabatan

Krisis Pejabat di Pamekasan, Satu Orang sampai Rangkap 3 Jabatan

Regional
Gara-gara 'Chat' di Grup WhatsApp, Wabup Bojonegoro Adukan Bupati Anna ke Polisi

Gara-gara "Chat" di Grup WhatsApp, Wabup Bojonegoro Adukan Bupati Anna ke Polisi

Regional
Raja-raja dari 54 Kerajaan Se-Indonesia Akan Berkumpul di Sumedang, Ada Apa?

Raja-raja dari 54 Kerajaan Se-Indonesia Akan Berkumpul di Sumedang, Ada Apa?

Regional
Mantan Pengikut Aliran Hakekok Dapat Bantuan Rumah, Ini Kata Bupati

Mantan Pengikut Aliran Hakekok Dapat Bantuan Rumah, Ini Kata Bupati

Regional
Ibu dan Anak Gadis di Mataram Edarkan Sabu-sabu, Sang Ayah Ternyata Residivis Narkoba

Ibu dan Anak Gadis di Mataram Edarkan Sabu-sabu, Sang Ayah Ternyata Residivis Narkoba

Regional
Gugur di Papua, Pratu Ida Bagus Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Landak

Gugur di Papua, Pratu Ida Bagus Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Landak

Regional
Pekanbaru PPKM Level 2, Ini Aturan Baru untuk Bioskop

Pekanbaru PPKM Level 2, Ini Aturan Baru untuk Bioskop

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.