Bisnis Miniatur Truk Oleng Laris, Anto Raup Rp 20 Juta Per Bulan, Sampai Kewalahan

Kompas.com - 15/03/2021, 18:00 WIB
MINIATUR--Arif Budianto, warga Jalan Wilis, Kelurahan Nologaten, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo menunjukkan karya-karyanya berupa miniatur truk oleng yang lagi diminati banyak orang. Dalam satu bulan pria asal bumi reyog itu bisa meraup omzet hingga Rp 20 juta. KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWIMINIATUR--Arif Budianto, warga Jalan Wilis, Kelurahan Nologaten, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo menunjukkan karya-karyanya berupa miniatur truk oleng yang lagi diminati banyak orang. Dalam satu bulan pria asal bumi reyog itu bisa meraup omzet hingga Rp 20 juta.

 

Tipe pertama berukuran 60 sentimeter dan model kedua dengan ukuran 75 sentimeter.

Harga model pertama dijual Rp 100.000. Sementara model kedua dijual dengan harga Rp 150.000. Perbedaan tipe pertama dan tipe kedua terlihat ada dan tidaknya lampu.

Saat permintaan banyak, dalam satu bulan Anto bisa meraup omzet hingga Rp 20 juta.

Bagi Anto, peluang bisnis sekecil apapun bila dimaksimalkan dan digarap serius maka akan menjadi ladang penghasilan.

Ajak siswa SMK

Kewalahan sendiri melayani permintaan yang membludak, Anto memutar otak.

Ia mengajak anak-anak SMK untuk bersama-sama membuat truk oleng agar mendapatkan tambahan penghasilan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Anak-anak sekolah saya ajak berkarya daripada di rumah main hp online terus,” ungkap Anto.

Anto memastikan anak-anak sekolah yang diajak bekerja tidak mengganggu jam belajar mereka. Sebab, anak-anak SMK boleh ikut bekerja setelah selesai sekolah daring.

Sementara itu, Dimas salah satu pelajar yang membantu Anto mengaku senang bergabung membuat truk oleng.

Selain mengisi waktu luang di masa pandemi, ia bisa mendapatkan penghasilan dan bisa menabung.

Baca juga: Hakim Disebut Abaikan Pasal Ancaman, Jaksa Kasus Fetish Kain Jarik Ajukan Banding

Dimas pun bangga lantaran truk oleng karyanya bersama empat temannya ternyata sangat diminati pasaran.

Ia bersama empat temanya membuat miniatur truk usai mengikuti pembelajaran daring.

“Biasanya kami membuat truk oleng setelah selesai sekolah daring,” kata Dimas yang saat ini masih duduk dibangku kelas 11 SMK swasta di Kota Ponorogo.

Untuk membuat truk oleng, Dimas mengaku tidak kesulitan.

Ia membuat truk itu dengan dimulai membuat roda lalu sasis, hingga finishing menggunakan cat berbagai warna dan ditempel stiker.

“Agar menarik kami buat beberapa variasi dengan memasang lampu dan dipasang plat besi. Jadi, truk itu bergoyang dan oleng sehingga diminati dan laku di pasaran,” ujar Dimas.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Capaian Vaksinasi Rendah di Pandeglang, Ini Penjelasan Pemkab

Capaian Vaksinasi Rendah di Pandeglang, Ini Penjelasan Pemkab

Regional
Pratu Ida Bagus Putu Gugur Ditembak KKB di Papua, Sempat Bawa Ribuan Masker untuk Dibagikan

Pratu Ida Bagus Putu Gugur Ditembak KKB di Papua, Sempat Bawa Ribuan Masker untuk Dibagikan

Regional
'Saya Kira Pembunuh Saudara Saya Ini Sudah Mati, Tahu-tahunya Masih Hidup...'

"Saya Kira Pembunuh Saudara Saya Ini Sudah Mati, Tahu-tahunya Masih Hidup..."

Regional
Kades Nyentrik di Gresik Sulap Bekas Galian Tambang Batu Kapur Jadi Destinasi Wisata Setigi, Kini Jadi Desa Miliarder

Kades Nyentrik di Gresik Sulap Bekas Galian Tambang Batu Kapur Jadi Destinasi Wisata Setigi, Kini Jadi Desa Miliarder

Regional
Muncul Klaster Covid-19 di Sekolah di Jawa Tengah, Anggota DPRD Jateng: Stop Dulu PTM

Muncul Klaster Covid-19 di Sekolah di Jawa Tengah, Anggota DPRD Jateng: Stop Dulu PTM

Regional
Mengenal Nasi Boranan yang Sah Jadi Milik Kabupaten Lamongan

Mengenal Nasi Boranan yang Sah Jadi Milik Kabupaten Lamongan

Regional
Resmi Milik Kabupaten Lamongan, Apa Ciri Khas Soto Lamongan?

Resmi Milik Kabupaten Lamongan, Apa Ciri Khas Soto Lamongan?

Regional
Gubernur Viktor Usulkan Pembangunan Lab Kesehatan Hewan untuk Tangani Flu Babi Afrika di NTT

Gubernur Viktor Usulkan Pembangunan Lab Kesehatan Hewan untuk Tangani Flu Babi Afrika di NTT

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ibu di Jepara Dibunuh Anak Kandungnya | Pakaian Bekas dari Timor Leste Diselundupkan ke Indonesia

[POPULER NUSANTARA] Ibu di Jepara Dibunuh Anak Kandungnya | Pakaian Bekas dari Timor Leste Diselundupkan ke Indonesia

Regional
Ganjar Pranowo Soroti Klaster PTM Purbalingga: yang Tidak Lapor, Bubarkan!

Ganjar Pranowo Soroti Klaster PTM Purbalingga: yang Tidak Lapor, Bubarkan!

Regional
Di Balik Kasus Perusakan Batu Nisan Pemakaman Muslim di Sukoharjo, Ini Penjelasan Polisi

Di Balik Kasus Perusakan Batu Nisan Pemakaman Muslim di Sukoharjo, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Sultan Jamaludin dari Angling Dharma Pandeglang Bangun 30 Rumah Warga, Gubernur Wahidin: Pemda Ribuan

Sultan Jamaludin dari Angling Dharma Pandeglang Bangun 30 Rumah Warga, Gubernur Wahidin: Pemda Ribuan

Regional
Polisi Sebut Uang Nasabah Rp 1,2 Miliar yang Dicuri Teller Sudah Diganti Pihak Bank

Polisi Sebut Uang Nasabah Rp 1,2 Miliar yang Dicuri Teller Sudah Diganti Pihak Bank

Regional
Foto-foto Perumahan Angling Dharma Pandeglang yang Sempat Heboh Dikira Kerajaan

Foto-foto Perumahan Angling Dharma Pandeglang yang Sempat Heboh Dikira Kerajaan

Regional
KA Kedungsepur dan Ekonomi Lokal Cepu Kembali Beroperasi, Simak Syaratnya

KA Kedungsepur dan Ekonomi Lokal Cepu Kembali Beroperasi, Simak Syaratnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.