1.182 Tenaga Honorer Diangkat Jadi PPPK, Ini Alasan Bupati Bogor

Kompas.com - 05/03/2021, 21:30 WIB
Bupati Bogor Ade Yasin saat menghadiri Pencanangan Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (28/01/2021). KOMPAS.com/AFDHALUL IKHSANBupati Bogor Ade Yasin saat menghadiri Pencanangan Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (28/01/2021).

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Bupati Bogor Ade Yasin memastikan bahwa sebanyak 1.182 orang pegawai honorer yang terdiri dari tenaga pendidik, kesehatan dan penyuluh diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

"Pengangkatan tersebut kami lakukan karena tenaga honorer selama ini sudah mengabdikan diri dengan cara mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk pembangunan Kabupaten Bogor," kata Ade dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (5/3/2021).

Ade menyampaikan bahwa pengangkatan tersebut membutuhkan anggaran sebesar Rp 57 miliar untuk gaji para tenaga PPPK tersebut.

Baca juga: Bertemu Ridwan Kamil, Sekjen PAN Bahas Calon Pemimpin Indonesia Masa Depan

“Para PPPK yang diangkat tersebar di beberapa dinas. Diharapkan seluruh tenaga PPPK dapat bersinergi dan menjadi penggerak kegiatan, agar lebih cepat mencapai target pembangunan daerah,” ucap Ade.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bogor Zulkifli menjelaskan, pada 2019 Pemkab Bogor telah melakukan seleksi terhadap tenaga honorer sebanyak 1.672 orang.

Dari jumlah itu, sebanyak 1.199 orang yang dinyatakan lulus passing grade.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sehingga ada sebanyak 1.182 orang dari tenaga pendidik, tenaga kesehatan dan penyuluh honorer yang harus diangkat.

“Dari total keseluruhan PPPK yang dinyatakan lulus passing grade tersebut hanya sebanyak 1.182 orang diusulkan penetapan nomor induk PPPK melalui aplikasi Docudigital dan SAPK pada 30 Desember 2020. Karena 5 orang meninggal dunia dan 12 orang mengajukan pengunduran diri," kata Zulkifli.

Baca juga: 2 Pencuri Kendaraan di Kabupaten Bogor Ditembak Polisi

Sebanyak 1.182 orang tersebut terdiri dari formasi penyuluh pertanian sebanyak 44 orang dan formasi pendidik sebanyak 1.115 orang.

Kemudian formasi tenaga kesehatan atau medis sebanyak 23 orang.

"Artinya guru honorer (Kabupaten Bogor) yang paling banyak diangkat jadi PPPK," ujar dia.

Penyerahan petikan SK PPPK formasi 2019 ini dilaksanakan secara bertahap selama 5 hari, dari tanggal 2 sampai 5 Maret 2021.

Adapun penyerahan tersebut dibagi menjadi 3 sesi dalam satu hari, dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

“PPPK yang diangkat tersebar ke dalam Perangkat Daerah, Dinas Pendidikan 1.115 orang, Dinas Kesehatan 17 orang, Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan 39 orang, Dinas Perikanan dan Peternakan 5 orang, RSUD Cileungsi 2 orang, RSUD Ciawi 1 orang, RSUD Cibinong 3 orang,” ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lonjakan Kasus Covid-19 di Karawang, Sudah Tambah Tempat Tidur namun Pasien Terus Bertambah

Lonjakan Kasus Covid-19 di Karawang, Sudah Tambah Tempat Tidur namun Pasien Terus Bertambah

Regional
Warga Perbatasan NTT-Timor Leste Akhirnya Nikmati Listrik 24 Jam

Warga Perbatasan NTT-Timor Leste Akhirnya Nikmati Listrik 24 Jam

Regional
Dramatis, Video Penyelamatan Korban di Tengah Banjir Bandang Sungai Serayu

Dramatis, Video Penyelamatan Korban di Tengah Banjir Bandang Sungai Serayu

Regional
Pungli Dana Bantuan UMKM, Seorang Oknum PNS dan Warga Ditangkap Polisi

Pungli Dana Bantuan UMKM, Seorang Oknum PNS dan Warga Ditangkap Polisi

Regional
Kebakaran Rumah di Riau, Ibu dan 3 Anaknya Jadi Korban

Kebakaran Rumah di Riau, Ibu dan 3 Anaknya Jadi Korban

Regional
Nikmati Suasana Alam, Menteri KP: Tidak Perlu Mati untuk Menuju Surga

Nikmati Suasana Alam, Menteri KP: Tidak Perlu Mati untuk Menuju Surga

Regional
Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Ini Persiapan Pemkot Semarang

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Ini Persiapan Pemkot Semarang

Regional
Pengunjung Makam Bung Karno Meningkat, Tes Acak Covid-19 Dilakukan

Pengunjung Makam Bung Karno Meningkat, Tes Acak Covid-19 Dilakukan

Regional
PPDB Sumbar Dibuka Senin Besok, Berikut Posko dan Hotline Pengaduan

PPDB Sumbar Dibuka Senin Besok, Berikut Posko dan Hotline Pengaduan

Regional
Maling Salah Sasaran, Masuk Rumah Pendekar hingga Pura-pura ke Toilet

Maling Salah Sasaran, Masuk Rumah Pendekar hingga Pura-pura ke Toilet

Regional
Minta Pasien Covid-19 Ngevlog, Ini Alasan Ganjar Pranowo

Minta Pasien Covid-19 Ngevlog, Ini Alasan Ganjar Pranowo

Regional
Detik-detik Menegangkan Saat Tim SAR Evakuasi Mayat Pria yang Diseret Buaya

Detik-detik Menegangkan Saat Tim SAR Evakuasi Mayat Pria yang Diseret Buaya

Regional
Kesiapan Pemerintah DIY Hadapi Peningkatan Jumlah Pasien Covid-19

Kesiapan Pemerintah DIY Hadapi Peningkatan Jumlah Pasien Covid-19

Regional
Kasus Korupsi SPP SMK di Batam, Tersangka Sebut Nama Pejabat Kepri

Kasus Korupsi SPP SMK di Batam, Tersangka Sebut Nama Pejabat Kepri

Regional
Sebulan Terakhir, Ada 4 Kasus Kekerasan Pada Jurnalis di Sumut, Pembakaran Mobil hingga Pembunuhan

Sebulan Terakhir, Ada 4 Kasus Kekerasan Pada Jurnalis di Sumut, Pembakaran Mobil hingga Pembunuhan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X