Kompas.com - 05/03/2021, 20:44 WIB
Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution (kiri) saat mengikuti rapat bersama BNPB terkait penanggulangan karhutla, di Jakarta, Jumat (5/3/2021). Dok. Pemprov RiauWakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution (kiri) saat mengikuti rapat bersama BNPB terkait penanggulangan karhutla, di Jakarta, Jumat (5/3/2021).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution menduga penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) salah satunya karena disengaja oleh bandar narkoba.

Hal itu diungkapkan Edy saat menjadi narasumber pada Rakornas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Tahun 2021 di Jakarta, Jumat (5/3/2021).

"Terkait karhutla yang marak terjadi di sekitar pulau-pulau terluar di Riau atau yang berhadapan langsung dengan Malaysia, seperti di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kepulauan Meranti, itu diduga dilakukan oleh para bandar narkoba," sebut Edy dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat.

Baca juga: 40 Kilogram Sabu dan 50.000 Pil Ekstasi Diselundupkan dari Malaysia ke Riau

Dia mengatakan, Bengkalis dan Kepulauan Meranti termasuk daerah yang menjadi pintu masuk penyelundup narkoba dari luar negeri ke Riau.

Salah satunya berasal dari Malaysia.

"Mereka (bandar narkoba) sengaja membuat ulah, agar aparat sibuk pada karhutla, sementara mereka bisa leluasa bawa narkoba ke Riau," kata Edy.

Untuk itu, mantan Komandan Korem 031/Wira Bima Riau ini meminta aparat agar menindak tegas ulah para bandar narkoba tersebut.

"Mereka tidak saja merusak alam, tapi juga merusak generasi bangsa," kata Edy.

Baca juga: Polisi Tangkap 4 Perampok Bersenjata Api di Riau

Penyebab lain, menurut Edy, karena banyak masyarakat yang membuka lahan dengan cara dibakar.

Padahal, Pemerintah Provinsi Riau bersama TNI dan Polri serta isntansi lainnya sudah sering melakukan sosialisasi maupun memberikan imbauan agar warga tidak membakar hutan dan lahan.

"Memang kalau ingin gampang, ya dibakar, biayanya kecil. Beda kalau buka lahan dengan menggunakan alat berat, tentu biayanya cukup besar," kata Edy.

Edy mengatakan, Pemprov Riau kini menyediakan sembilan unit ekskavator yang ditempatkan di berbagai kabupaten dan kota.

Ekskavator itu bisa dipinjam masyarakat secara gratis untuk membuka lahan.

"Tujuan kita membantu secara gratis, supaya masyarakat tidak lagi membakar lahan," kata Edy.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X