Cerita di Balik Pasangan Kekasih Pelajar SMP di Buton Daftar Nikah di KUA

Kompas.com - 04/03/2021, 14:10 WIB
ilustrasi pernikahan ilustrasi pernikahan

KOMPAS.com - Rencana pernikahan dua pasangan remaja, MG (14) dan FN (16), di Sulawesi Tenggara menjadi viral di media sosial.

Menurut informasi, pernikahan kedua remaja yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) itu akan digelar pada Sabtu (6/3/2021) di Kelurahan Laompo, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan.

Rencana pernikahan itu diunggah di beranda Facebook milik Kantor Urusan Agama (KUA) Batauga.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Isi pengumuman KUA Batauga

Dua orang anak dibawah umur, MG (14) dan FN (16) yang berencana akan melangsung pernikahan Sabtu (6/3/2021) di Kelurahan Laompo, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, viral di media sosial, Kamis (4/3/2021).screenshoot Dua orang anak dibawah umur, MG (14) dan FN (16) yang berencana akan melangsung pernikahan Sabtu (6/3/2021) di Kelurahan Laompo, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, viral di media sosial, Kamis (4/3/2021).

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Batauga Samsul Ridi membenarkan adanya rencana pernikahan anak di bawah umur pada Sabtu (6/3/2021)

Menurut Samsuil, rencana pernikahan itu juga telah diumumkan di media sosial, berikut ini isinya:

“Pengumuman kehendak nikah, bagi bapak/ibu/ keluarga yang keberatan dan atau mengetahui adanya halangan atas rencana pernikahan diatas maka datang langsung ke kantor KUA,” kata Samsul.

Baca juga: Sepasang Kekasih Pelajar SMP Buang Mayat Bayinya di Hutan, Terungkap Setelah Tercium Bau Busuk

2. Ditolak KUA, tetapi...

Rencana pernikahan kedua remaja itu sempat ditolak KUA Batuaga karena tak memenuhi syarat.

“Jadi kedua calon itu datang ke balai nikah tanggal 8 Februari 2021, namun karena tidak sesuai dengan standar umur pernikahan maka kami adakan penolakan,” kata Samsul.

Namun, dari pihak keluarga kedua mempelai pengantin mengajukan gugatan di Pengadilan Agama Pasarwajo.

Kemudian, tanggal 26 Februari 2021, keduanya kembali mendatangi kantor KUA untuk mendaftarkan ulang dengan membawa hasil putusan Pengadilan Agama.

“Dalam putusan pengadilan mengabulkan permohonan untuk menikah. Lalu menyampaikan kepada kami, bahwa pernikahannya akan dilakukan pada tanggal 6 Maret 2021, namun tidak cukup waktu, maka kami berikan dispensasi waktu dari pemerintah daerah dan camat,” ujar Samsul.

Baca juga: Sepasang Kekasih Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA Buton Selatan, Keluarga: Mereka Saling Mencintai

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanggul Sungai Jebol, Perumahan di Purwokerto Terendam Banjir Setinggi Leher Orang Dewasa

Tanggul Sungai Jebol, Perumahan di Purwokerto Terendam Banjir Setinggi Leher Orang Dewasa

Regional
UPDATE Korban Gempa Malang: 8 Meninggal dan 25 Luka-luka

UPDATE Korban Gempa Malang: 8 Meninggal dan 25 Luka-luka

Regional
Anak Buah Selingkuh dengan Dokter, Komandan Brimob: Tetap Ditindak, tidak Ada Anggota yang Kebal Hukum

Anak Buah Selingkuh dengan Dokter, Komandan Brimob: Tetap Ditindak, tidak Ada Anggota yang Kebal Hukum

Regional
Video Viral Remaja Tewas Tertabrak Saat Mengadang Truk Tronton, Ini Faktanya

Video Viral Remaja Tewas Tertabrak Saat Mengadang Truk Tronton, Ini Faktanya

Regional
Kejar KKB di Beoga, Ini Strategi yang Dilakukan Polisi

Kejar KKB di Beoga, Ini Strategi yang Dilakukan Polisi

Regional
2 Nelayan Asal Sabu Raijua NTT Terseret Badai Seroja hingga ke Australia

2 Nelayan Asal Sabu Raijua NTT Terseret Badai Seroja hingga ke Australia

Regional
Penyebab Gempa Malang Menurut Peneliti Bencana ITS Surabaya

Penyebab Gempa Malang Menurut Peneliti Bencana ITS Surabaya

Regional
Kronologi Pesilat di Klaten Tewas Saat Latihan, 6 Orang Jadi Tersangka

Kronologi Pesilat di Klaten Tewas Saat Latihan, 6 Orang Jadi Tersangka

Regional
Gubernur Banten Persilakan Warganya Shalat Tarawih di Masjid: Biar Covid-19 Cabut

Gubernur Banten Persilakan Warganya Shalat Tarawih di Masjid: Biar Covid-19 Cabut

Regional
Di Kabupaten Malang, 1 Tewas dan 2 Luka Berat akibat Gempa

Di Kabupaten Malang, 1 Tewas dan 2 Luka Berat akibat Gempa

Regional
Pemprov Kalsel Siap Datangkan Dokter Spesialis untuk Tangani Echa Si Putri Tidur

Pemprov Kalsel Siap Datangkan Dokter Spesialis untuk Tangani Echa Si Putri Tidur

Regional
Khofifah Sebut 6 Kecamatan di 3 Kabupaten di Jatim Terdampak Parah Gempa Malang

Khofifah Sebut 6 Kecamatan di 3 Kabupaten di Jatim Terdampak Parah Gempa Malang

Regional
Cerita Kepala SMPN 1 Beoga Lolos dari Penembakan KKB

Cerita Kepala SMPN 1 Beoga Lolos dari Penembakan KKB

Regional
Satu Guru dan Satu Siswa Positif Covid-19, Belajar Tatap Muka 2 Sekolah di Wonogiri Dihentikan

Satu Guru dan Satu Siswa Positif Covid-19, Belajar Tatap Muka 2 Sekolah di Wonogiri Dihentikan

Regional
Hanya karena Nasi Habis, Buruh Sadap Karet Tusuk Rekannya hingga Tewas

Hanya karena Nasi Habis, Buruh Sadap Karet Tusuk Rekannya hingga Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X