170 Penghuni Panti Asuhan Reaktif Rapid Test Antigen, Walkot Malang: 8 Orang Terkonfirmasi Positif

Kompas.com - 03/03/2021, 15:40 WIB
Wali Kota Malang, Sutiaji saat diwawancara usai rapat koordinasi evaluasi PPKM Mikro di Mini Block Office Balai Kota Malang, Jumat (26/2/2021). KOMPAS.COM/ANDI HARTIKWali Kota Malang, Sutiaji saat diwawancara usai rapat koordinasi evaluasi PPKM Mikro di Mini Block Office Balai Kota Malang, Jumat (26/2/2021).

MALANG, KOMPAS.com - Sebanyak 170 penghuni Panti Asuhan dan Taman Bimbingan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Bhakti Luhur dinyatakan reaktif rapid test antigen.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, dari jumlah itu, sebanyak delapan orang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

"Terkonfirmasi positif hanya delapan," kata Sutiaji saat mendatangi panti asuhan itu, Rabu (3/3/2021).

Meski begitu, 170 penghuni panti asuhan itu kini menjalani isolasi. Sebanyak 16 orang diisolasi di Rumah Sakit Lapangan Idjen Boulevard.

Sisanya, menjalani isolasi mandiri di panti asuhan tersebut.

Sutiaji memastikan, panti asuhan itu sudah memenuhi syarat untuk menjadi tempat isolasi mandiri.

Baca juga: Seorang Pria Dibacok hingga Tewas di Halaman Rumahnya, Pelaku Terekam CCTV

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Apalagi, di antara penghuni yang positif adalah anak berkebutuhan khusus yang membutuhkan pendampingan. Sehingga tidak memungkinkan jika dipindah ke safe house atau Rumah Sakit Lapangan.

"Ini banyak anak-anak kita yang disabilitas. Jadi harus ada perlakuan khusus ya. Pertanyaannya kenapa kok tidak ditaruh di rumah isolasi atau Rumah Sakit Lapangan. Karena harus ada yang mapak (mengasuh). Ada keahlian tersendiri, pengasuhnya yang lebih mengerti. Cuma tetap pakai protokol Covid-19," jelasnya.

Sutiaji mengatakan, pihaknya tidak akan melakukan tes usap dengan metode polymerase chain reaction (PCR) terhadap penghuni yang reaktif antigen.

Pihaknya akan melakukan rapid test antigen lagi untuk memastikan kondisi penghuni panti asuhan.

"Kita lihat lagi. Besok kita antigen (rapid test antigen) ulang lagi. Masih linier atau tidak. Mitigasi dini dulu," katanya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penjelasan Polisi soal Sindikat Pencurian Anjing di Jayapura, Dijual Rp 500.000 Per Ekor

Penjelasan Polisi soal Sindikat Pencurian Anjing di Jayapura, Dijual Rp 500.000 Per Ekor

Regional
Sapa Aruh Sultan HB X: Implementasi PPKM Mikro Belum Berjalan Maksimal

Sapa Aruh Sultan HB X: Implementasi PPKM Mikro Belum Berjalan Maksimal

Regional
Jual Organ Harimau, Pria di Bengkulu Ditangkap Polisi, Barang Bukti dari Kulit hingga Kepala Disimpan di Kardus

Jual Organ Harimau, Pria di Bengkulu Ditangkap Polisi, Barang Bukti dari Kulit hingga Kepala Disimpan di Kardus

Regional
Massa Rusak Pagar Pembatas Jembatan Suramadu Sisi Surabaya, Polisi: Akan Diproses Hukum

Massa Rusak Pagar Pembatas Jembatan Suramadu Sisi Surabaya, Polisi: Akan Diproses Hukum

Regional
Varian Delta Masuk Jabar, Kasus Terbanyak di Karawang, Ini Kata Ridwan Kamil

Varian Delta Masuk Jabar, Kasus Terbanyak di Karawang, Ini Kata Ridwan Kamil

Regional
Pengendara yang Melintas di Suramadu Wajib Tunjukkan SIKM dan SKS, atau Harus Pilih Ini

Pengendara yang Melintas di Suramadu Wajib Tunjukkan SIKM dan SKS, atau Harus Pilih Ini

Regional
Viral, Video 100 Pengendara Terobos Pemeriksaan Swab dan Dorong Petugas di Pos Penyekatan Suramadu, Ini Penjelasan Satgas Covid-19

Viral, Video 100 Pengendara Terobos Pemeriksaan Swab dan Dorong Petugas di Pos Penyekatan Suramadu, Ini Penjelasan Satgas Covid-19

Regional
Kasus Covid-19 Sumedang Naik, Mantan Napi Terorisme Ikut Terpapar dan Meninggal

Kasus Covid-19 Sumedang Naik, Mantan Napi Terorisme Ikut Terpapar dan Meninggal

Regional
Brimob Gadungan Ditangkap Setelah Bawa Kabur Mobil Korban, Ini Modusnya

Brimob Gadungan Ditangkap Setelah Bawa Kabur Mobil Korban, Ini Modusnya

Regional
Mati Mendadak, 1,5 Ton Ikan Nila di Waduk Gajah Mungkur Dikubur, Pemilik Rugi Puluhan Juta Rupiah

Mati Mendadak, 1,5 Ton Ikan Nila di Waduk Gajah Mungkur Dikubur, Pemilik Rugi Puluhan Juta Rupiah

Regional
8 Kabupaten dan Kota di NTT Dilanda Kekeringan Ekstrem

8 Kabupaten dan Kota di NTT Dilanda Kekeringan Ekstrem

Regional
Dibebaskan Polisi, Pemuda yang Tantang Pegang Mayat Pasien Covid Minta Maaf dan Mengaku Menyesal

Dibebaskan Polisi, Pemuda yang Tantang Pegang Mayat Pasien Covid Minta Maaf dan Mengaku Menyesal

Regional
10 Persen dari Pasien Covid-19 di Solo adalah Anak-anak

10 Persen dari Pasien Covid-19 di Solo adalah Anak-anak

Regional
'Ganjar Juga Kader, tapi Aspirasi dari Bawah untuk Puan'

"Ganjar Juga Kader, tapi Aspirasi dari Bawah untuk Puan"

Regional
Tingginya Kasus Covid-19 Karawang, Satgas: Warga Antre Masuk IGD, Nakes Harus Bikin Prioritas Mana yang Dirawat

Tingginya Kasus Covid-19 Karawang, Satgas: Warga Antre Masuk IGD, Nakes Harus Bikin Prioritas Mana yang Dirawat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X