Heboh Mahasiswa Baru UHO Dipukul dan Ditendang Saat LDK, Ini Faktanya

Kompas.com - 03/03/2021, 12:19 WIB
Puluhan mahasiswa baru angkatan 2020 jurusan pendidikan ekonomi FKIP Universitas Halu Oleo Kendari, diduga mengalami kekerasan dari seniornya saat kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan di pantai Nambo, Kendari. (Foto Istimewa) KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATIPuluhan mahasiswa baru angkatan 2020 jurusan pendidikan ekonomi FKIP Universitas Halu Oleo Kendari, diduga mengalami kekerasan dari seniornya saat kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan di pantai Nambo, Kendari. (Foto Istimewa)

KOMPAS.com - Sebuah video kegiatan latihan dasar kepemimpinan (LDK) mahasiswa baru jurusan (HMJ) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari di Pantai Nambo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara ( Sultra), menjadi viral di media sosial. 

Dalam video tersebut menampilkan aksi kekerasan yang diduga dilakukan sejumlah mahasiswa senior ke peserta ospek, Minggu (28/2/2021).

Pihak kampus menegaskan, kegiatan tersebut tak berizin.  Berikut ini faktanya:

1. Tak berizin

Wakil Rektor III UHO Nur Arafah menegaskan, kampus tidak pernah memberi izin kegiatan tersebut.

Alasannya, menurut Nur Arafah, pembatasan kegiatan di tengah pandemi corona.

"Secara institusi kampus tidak pernah mengeluarkan izin terkait kegiatan tersebut, acuannya jelas ada dalam panduan UHO selama pandemi Covid-19," tutur dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Video Mahasiswa Baru UHO Ditendang dan Dipukul, Kampus Tak Akan Beri Pendampingan pada Pelaku, Ini Alasannya

2. Ditendang dan dipukul

Dalam video tersebut, tampak puluhan mahasiswa laki-laki dan perempuan berbaring di bibir Pantai Nambo, Kendari.

Lalu, para mahasiswa baru angkatan 2020 tersebut dipukul dan ditendang oleh seniornya.

Dari penelusuran Kompas.com, kegiatan itu dilakukan pada Minggu (28/2/2021) dan diikuti 79 mahasiswa.

Video tersebut menjadi viral di media sosial dan menuai komentar warganet.

Baca juga: Mahasiswa Baru UHO Ditendang dan Dipukul Saat Kegiatan LDK, Polisi Minta Orangtua Melapor

3. Kampus enggan bertanggungjawab

Terkait kasus tersebut, Nur Arafah menegaskan, kampus tidak akan memberikan bantuan hukum kepada mahasiswanya jika para korban melapor ke polisi.

"Kampus tidak akan bertanggung jawab atas aksi yang dilakukan oleh para mahasiswa, dan tidak akan melakukan pendampingan jika kasus ini dibawa ke ranah pidana," katanya.

Selain itu, pihak kampus akan melakukan penyelidikan secara internal terkait kegiatan ospek tersebut. 

Baca juga: Ospek Online, Maba Dibentak dan Ikat Pinggang Harus Terlihat

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peternak Ayam Petelur di Kediri Kibarkan Bendera Putih

Peternak Ayam Petelur di Kediri Kibarkan Bendera Putih

Regional
Tunggu Restu Satgas Covid-19, Akses Peziarah Umum ke Makam Gus Dur Belum Dibuka

Tunggu Restu Satgas Covid-19, Akses Peziarah Umum ke Makam Gus Dur Belum Dibuka

Regional
11 Tempat Hiburan Malam di Kabupaten Serang Dikosongkan, Wabup: Mereka Masih Bandel...

11 Tempat Hiburan Malam di Kabupaten Serang Dikosongkan, Wabup: Mereka Masih Bandel...

Regional
TNI AL Turun Tangan Bantu Vaksinasi di Pelosok Kabupaten Bogor

TNI AL Turun Tangan Bantu Vaksinasi di Pelosok Kabupaten Bogor

Regional
3 Siswa di Kota Kediri Dinyatakan Positif Covid-19 Berdasarkan Tes Acak, PTM Tetap Berjalan

3 Siswa di Kota Kediri Dinyatakan Positif Covid-19 Berdasarkan Tes Acak, PTM Tetap Berjalan

Regional
Wali Kota Jayapura Surati Menhub, Minta Operasional KM Tidar sebagai Tempat Isoter Diperpanjang

Wali Kota Jayapura Surati Menhub, Minta Operasional KM Tidar sebagai Tempat Isoter Diperpanjang

Regional
Langgar Protokol Kesehatan, PTM 2 Sekolah di Pekanbaru Dihentikan Sementara

Langgar Protokol Kesehatan, PTM 2 Sekolah di Pekanbaru Dihentikan Sementara

Regional
Kurang Olahraga Penyebab Penyakit Kritis, Data BPS Sebut Aktivitas Fisik Warga Jatim Sangat Rendah

Kurang Olahraga Penyebab Penyakit Kritis, Data BPS Sebut Aktivitas Fisik Warga Jatim Sangat Rendah

Regional
Tempat Wisata di Karawang Sudah Boleh Buka, Ini Syaratnya

Tempat Wisata di Karawang Sudah Boleh Buka, Ini Syaratnya

Regional
Cerita Mahasiswa UK Petra Wakili Indonesia di Ajang MERMC 2021, Bersaing dengan 6 Negara

Cerita Mahasiswa UK Petra Wakili Indonesia di Ajang MERMC 2021, Bersaing dengan 6 Negara

Regional
Gara-gara Mesin Mati Saat Perjalanan, Mobil Offroad Wisatawan Terjun ke Jurang Sedalam 30 Meter, 8 Orang Jadi Korban

Gara-gara Mesin Mati Saat Perjalanan, Mobil Offroad Wisatawan Terjun ke Jurang Sedalam 30 Meter, 8 Orang Jadi Korban

Regional
Balita di Banjarnegara Tewas Tertimbun Longsor Saat Tertidur di Kamar

Balita di Banjarnegara Tewas Tertimbun Longsor Saat Tertidur di Kamar

Regional
Mulai 24 Oktober, Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Terbang dari Bandara Ahmad Yani

Mulai 24 Oktober, Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Terbang dari Bandara Ahmad Yani

Regional
Pertengkaran di Facebook Berujung Pemukulan dan Perampasan Ponsel

Pertengkaran di Facebook Berujung Pemukulan dan Perampasan Ponsel

Regional
Kasus Dugaan Pejabat Kepolisian Peras Pengusaha, Polda Maluku: Ditindaklanjuti

Kasus Dugaan Pejabat Kepolisian Peras Pengusaha, Polda Maluku: Ditindaklanjuti

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.