Kompas.com - 09/02/2021, 18:20 WIB
Badan Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan peredaran narkotika jenis ganja yang disembunyikan di dalam sebuah drum dibungkus ala makanan lemang dari sebuah gudang di kawasan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Selasa (9/2/2021) dini hari. Dok IstimewaBadan Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan peredaran narkotika jenis ganja yang disembunyikan di dalam sebuah drum dibungkus ala makanan lemang dari sebuah gudang di kawasan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Selasa (9/2/2021) dini hari.

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan peredaran ganja yang disembunyikan di dalam sebuah drum berisi paralon yang mirip dengan bungkus makanan lemang.

Paket 450 kilogram atau hampir setengah ton ganja ini dibongkar dari sebuah gudang di kawasan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Selasa (9/2/2021) dini hari.

"Hari ini kita melakukan penyitaan terhadap barang bukti narkotika golongan 1 jenis ganja yang datang dari Aceh mengunakan jasa kiriman kargo," kata Deputi Pemberantasan BNN Arman Depari kepada wartawan, Selasa.

Baca juga: PTPN VIII Minta Pemkab Bogor Tertibkan Bangunan Tak Berizin di Kawasan Gunung Mas

Paket ganja asal Aceh ini dikirim lewat jasa pengiriman kargo melalui jalur darat menggunakan truk dengan tujuan akhir Sentul, Bogor.

Namun, saat itu truk yang mengangkut ganja dari Aceh ini kembali bergeser ke arah Parung, sehingga menimbulkan kecurigaan BNN.

Arman menyebut bahwa terbongkarnya pengiriman ganja yang dibungkus mirip lemang ini berawal dari ditangkapnya seorang pelaku pengedar ganja.

"Tadi barang ini bersama dengan truknya sempat berhenti di Sentul Selatan. Malam tadi diambil kembali untuk dipindahkan ke daerah yang sekarang (Parung). Menurut rencananya di daerah ini akan dijadikan gudang penyimpanan untuk sementara sebelum didistribusikan kepada para pemesan," ujar Arman.

Baca juga: Modus Baru, Sambal Ikan Isi Narkoba

Dari penangkapan itu, tim kemudian menggeledah gudang penyimpanan tersebut dan akhirnya ditemukan 6 drum berisi lebih kurang 63 paralon panjang yang diisi ganja kering.

Arman mengakui bahwa petugas sempat kesulitan membuka paket ganja tersebut, karena dilapisi dengan bermacam-macam bahan.

Tujuan para pelaku untuk mengelabui petugas apabila ada pemeriksaan.

"Ganja ini dimasukan ke dalam tabung paralon kemudian dilem dan diisi dengan air di wadah dengan semacam drum atau gentong bertuliskan minyak nilam. Kalau kita lihat tadi bentuknya seperti lemang, nah ini mungkin karena pertama sekali ya, jadi bisa kita sebut lemang ganja ini," kata dia.

Petugas BNN masih melakukan pengembangan kasus ganja yang dibungkus ala makanan lemang tersebut.

"Kalau kita kalkulasikan, maka lebih kurang beratnya 450 kilo dan mungkin kalau kita totalkan bisa sampai setengah ton," kata Arman.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X