Ratusan Santri Penyintas Covid-19 di Cilacap Bersiap Donasikan Plasma Konvalesen

Kompas.com - 05/02/2021, 22:09 WIB
PMI melakukan skrining dan pengambilan sampel darah terhadap santri penyintas Covid-19 sebelum melakukan donor plasma konvalesen di Ponpes El Bayan, Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (5/2/2021). KOMPAS.COM/DOK PMI CILACAPPMI melakukan skrining dan pengambilan sampel darah terhadap santri penyintas Covid-19 sebelum melakukan donor plasma konvalesen di Ponpes El Bayan, Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (5/2/2021).

CILACAP, KOMPAS.com - Ratusan santri penyintas Covid-19 di Pondok Pesantren El Bayan, Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, siap mendonasikan plasma darah atau plasma konvalesen.

Ketua Satgas Covid-19 yang juga Ketua Jogo Santri El Bayan, Gus Nurul Yaqin Al Hafidz mengatakan, donor plasma konvalesen yang dilakukan merupakan bentuk dukungan untuk para pasien Covid-19.

Selain itu, donor tersebut juga sebagai upaya Ponpes El Bayan mendukung pemerintah dan Palang Merah Indonesia (PMI) yang kesulitan mencari donor plasma konvalesen.

"Kita pernah terpapar Covid-19. Bantuan masyarakat luar biasa. Kita juga ingin bersumbangsih membantu pasien Covid-19 yang membutuhkan. Karena kita punya darah plasma, maka darah lah yang kita sumbangkan," kata Yaqin, Jumat (5/2/2021).

Baca juga: Menko PMK Sebut Donor Plasma Konvalesen Meningkat

Seperti diketahui, dari total 1.300 orang lebih santri El Bayan, sebanyak 497 orang di antaranya sempat terpapar Covid-19. Namun seluruhnya kini telah sembuh.

Yaqin yang juga pengasuh Ponpes El Bayan ini mengajak penyintas Covid-19 di Cilacap untuk turut mendonasikan plasma konvalesen.

Pasalnya hingga saat ini masih sangat banyak pasien Covid-19 yang membutuhkan donor plasma.

Sementara itu, Bagian Umum PMI Cilacap, Soni Kristanto mengatakan, sebelum donor plasma, hari ini pihaknya melakukan skrining dan pengambilan sampel darah terlebih dahulu.

Baca juga: Menko PMK: Donasi Plasma Konvalesen Tingkatkan Kesembuhan, Tekan Risiko Kematian Covid-19

Dalam skrining tahap pertama ini, terjaring 32 orang santri yang memenuhi persyaratan. Seluruhnya berjenis kelamin laki-laki dan berusia di atas 18 tahun.

"Nanti akan diperiksa berapa yang antibodinya masih tinggi. Berapapun yang nanti lolos, kita sangat berterima kasih. Ini adalah gerakan untuk saling mendukung," ujar Soni.

Selain Ponpes El Bayan, PMI juga rencananya akan mengambil plasma konvalesen dari 108 orang penyintas Covid-19 di Ponpes Miftahul Huda, Majenang.

Skrining dan pengambilan sampel darah rencananya akan dilakukan bulan Maret mendatang, karena saat ini santri sedang diliburkan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X