Selundupkan 66 Kg Sabu Modus Bantuan Covid-19, Bos Alidon Express Divonis 20 Tahun Penjara

Kompas.com - 28/01/2021, 21:52 WIB
Ilustrasi Narkoba KOMPAS.COM/HANDOUTIlustrasi Narkoba

LAMPUNG, KOMPAS.com - Direktur perusahaan ekpedisi PT Alidon Expres, Richard Reynaldi (24) divonis selama 20 tahun penjara karena menyelundupkan 66 kilogram sabu-sabu.

Penyelundupan sabu-sabu dari Sumatera menuju Jakarta tersebut disamarkan dengan modus pengiriman bantuan logistik Covid-19.

Dalam putusan yang dibacakan di Pengadilan Negeri (PN) Kalianda, Kamis (27/1/2021) tersebut, majelis hakim menyatakan terdakwa Richard terbukti bersalah melakukan permufakatan jahat dalam menerima atau mengirimkan narkotika.

Majelis hakim menyatakan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 114 ayat 2 UU No.35 tahun 2009 juncto Pasal 132 ayat 1 UU No.35 tahun 2009.

"Menjatuhkan pidana penjara selama 20 tahun dan denda sebesar Rp 1 miliar dengan ketentuan jika denda tidak dibayar diganti kurungan selama tiga bulan," kata Ketua Majelis Hakim, Deka Diana di PN Kalianda.

Baca juga: 5 Begal Pesepeda di Jakbar Gunakan Uang Hasil Membegal untuk Judi dan Beli Sabu-sabu

Vonis ini sendiri lebih ringan dibanding tuntutan jaksa penuntut pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Selatan.

Menurut Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, Andrie W Setiawan, tuntutan terhadap bos perusahaan ekpedisi itu adalah pidana mati.

"Tuntutan dari jaksa sebelumnya adalah pidana mati. Namun vonis hakim hanya pidana penjara selama 20 tahun," kata Andrie saat dihubungi.

Atas putusan tersebut, Andrie mengatakan, pihaknya menyatakan pikir-pikir, namun akan segera mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Bandar Lampung.

Diketahui, bos PT Alidon Expres tersebut terjerat kasus narkoba setelah aparat kepolisian mengungkap upaya penyeludupan sabu-sabu di Pelabuhan Bakauheni pada 8 Mei 2020 lalu.

Upaya penyeludupan itu terendus melalui jalur Lintas Timur Sumatera dengan tujuan Jakarta.

Aparat KSKP Pelabuhan Bakauheni menemukan 66 kg sabu-sabu yang disembunyikan di dalam brankas yang disamarkan dengan kantong bantuan logistik Covid-19 di dalam truk ekspedisi.

Baca juga: Kurir Sabu Kelabui Petugas Bandara dengan Cara Ini

Dari pengembangan kasus, diketahui alamat tujuan adalah kantor pusat PT Alidon Express di Jakarta dengan penerima adalah terdakwa Richard.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selundupkan Ganja dalam Bantal Saat Besuk Anak di Lapas, Ibu Ini Ditangkap, Begini Kronologinya

Selundupkan Ganja dalam Bantal Saat Besuk Anak di Lapas, Ibu Ini Ditangkap, Begini Kronologinya

Regional
Kronologi Pasutri di Lamongan Ditangkap karena Narkoba, Istri Simpan Sabu di Celana Dalam

Kronologi Pasutri di Lamongan Ditangkap karena Narkoba, Istri Simpan Sabu di Celana Dalam

Regional
Diduga Jual Senjata kepada KKB di Papua, 5 Orang Ditangkap di Kabupaten Nabire

Diduga Jual Senjata kepada KKB di Papua, 5 Orang Ditangkap di Kabupaten Nabire

Regional
Ini Awal Mula Ardi Dipenjara gara-gara Pakai Uang Rp 51 Juta Salah Transfer BCA

Ini Awal Mula Ardi Dipenjara gara-gara Pakai Uang Rp 51 Juta Salah Transfer BCA

Regional
Viral, Video Istri Wali Kota Bima dan Sejumlah Wanita Abaikan Prokes Saat Berjoget di Pesta Ultah

Viral, Video Istri Wali Kota Bima dan Sejumlah Wanita Abaikan Prokes Saat Berjoget di Pesta Ultah

Regional
Tekan Jumlah Limbah, Mahasiswa Unpad Gagas Masker Kain dengan Efektivitas Masker Medis

Tekan Jumlah Limbah, Mahasiswa Unpad Gagas Masker Kain dengan Efektivitas Masker Medis

Regional
Nelayan Temukan Hiu Berwajah Mirip Manusia, Sempat Dibuang karena Takut

Nelayan Temukan Hiu Berwajah Mirip Manusia, Sempat Dibuang karena Takut

Regional
Wali Kota Tegal Laporkan Wakilnya ke Polisi, Dugaan Rekayasa Kasus dan Pencemaran Nama Baik

Wali Kota Tegal Laporkan Wakilnya ke Polisi, Dugaan Rekayasa Kasus dan Pencemaran Nama Baik

Regional
Pilu, Bocah 10 Tahun Meninggal Setelah Diduga Diperkosa, Sempat Demam dan Muntah Darah

Pilu, Bocah 10 Tahun Meninggal Setelah Diduga Diperkosa, Sempat Demam dan Muntah Darah

Regional
Usai Tikam Warga, Seorang Pencuri Tewas Dihajar Massa, Ini Kronologinya

Usai Tikam Warga, Seorang Pencuri Tewas Dihajar Massa, Ini Kronologinya

Regional
Penjelasan Lengkap 4 Petugas Forensik Tersangka Penistaan Agama hingga Dibebaskan

Penjelasan Lengkap 4 Petugas Forensik Tersangka Penistaan Agama hingga Dibebaskan

Regional
Ganjar soal Rencana Sekolah Tatap Muka pada Juli 2021: Uji Coba Dulu

Ganjar soal Rencana Sekolah Tatap Muka pada Juli 2021: Uji Coba Dulu

Regional
Waswas Longsor Susulan, 50 Santriwati Ponpes di Pamekasan Dipulangkan

Waswas Longsor Susulan, 50 Santriwati Ponpes di Pamekasan Dipulangkan

Regional
Heboh Hiu Berwajah Mirip Manusia, BKKPN Kupang: Itu Normal, Fisiknya Belum Sempurna

Heboh Hiu Berwajah Mirip Manusia, BKKPN Kupang: Itu Normal, Fisiknya Belum Sempurna

Regional
Tenaga Ahli Menkes Temui Sultan HB X, Bicara soal PPKM hingga Vaksinasi Pedagang

Tenaga Ahli Menkes Temui Sultan HB X, Bicara soal PPKM hingga Vaksinasi Pedagang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X