Evaluasi PPKM Tahap I di Garut: Kesadaran Warga Rendah, Patuh Prokes Harus Dipaksa

Kompas.com - 25/01/2021, 20:12 WIB
Bupati Garut Rudy Gunawan saat memberikan arahan kepada perusahaan yang karyawannya terpapar Covid-19 sekaligus menandatangani fakta integritas, Selasa (15/12/2020) di Pabrik PT Chang Shin Reksa Jaya. Dok Humas Pemkab GarutBupati Garut Rudy Gunawan saat memberikan arahan kepada perusahaan yang karyawannya terpapar Covid-19 sekaligus menandatangani fakta integritas, Selasa (15/12/2020) di Pabrik PT Chang Shin Reksa Jaya.

GARUT, KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten Garut, memutuskan memperpanjang masa PPKM hingga tanggal 8 Februari 2021 mendatang, setelah PPKM di tahap I, angka kematian dan angka warga yang terpapar Covid-19 tidak turun dan cenderung naik.

Bupati Garut Rudy Gunawan mengungkapkan, di masa PPKM tahap pertama, tingkat kepatuhan masyarakat dan sektor usaha pada protokol kesehatan, terbilang sangat rendah.

Meski, di akhir-akhirnya ada keberhasilan karena ada ketakutan pengusaha hingga menutup tempat usahanya sesuai dengan aturan di masa PPKM.

“Tingkat kepatuhan para pengusaha harus dipaksa, semuanya belum ada kesadaran yang baik, kalau tidak baik itu berarti buruk (tingkat kesadarannya),” kata Rudy, Senin (25/01/2021) pagi usai memimpin apel pagi di lapangan kantor Bupati Garut.

Baca juga: Soal Garut Peringkat Ketiga Tak Patuhi Jaga Jarak, Angka Kematian Tertinggi di Jabar, Ruang Isolasi Penuh

Rudy menegaskan, pihaknya telah memutuskan untuk memperpanjang PPKM di Garut hingga tanggal 8 Februari 2021 mendatang.

Hal ini, menurutnya sesuai dengan arahan dari Menteri Dalam Negeri yang meminta daerah-daerah yang kasus Covid-19 meningkat dan angka kematian masih tinggi, untuk memberlakukan PPKM secara proporsional.

“Daerah yang meningkat atau tidak turun secara signifikan dan angka kematian masih tinggi, maka dilakukan PSBB secara proporsional, meski Garut tidak diinstruksikan Mendagri,” jelas Rudy.

Baca juga: Angka Kematian Pasien Covid-19 Garut Tertinggi Se-Jabar, Ruang Isolasi RSU Dipenuhi Pasien Mengkhawatirkan

Rudy beralasan, tingginya warga yang terpapar Covid-19 di masa pemberlakukan PPKM tahap pertama terjadi karena, saat PPKM diberlakukan, kondisinya sudah sangat terdesak dimana mereka-mereka yang memiliki gejala, tidak mau melakukan isolasi mandiri, namun terus bergaul di masyarakat. Karenanya, angka yang terpapar Covid-19 di Garut, 70 persennya adalah mereka yang tanpa gejala (OTG).

Rudy mengakui, perpanjangan PPKM ini akan berat bagi para pengusaha di Garut. Namun, menurutnya telah menjadi kebijakan pemerintah pusat. Jangankan pengusaha, pemerintah daerah sendiri saat ini juga mengalami pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat karena Covid-19.

“Apa boleh buat, ini kebijakan pusat,” katanya.

Rudy menuturkan, saat ini di daerah-daerah sudah ada satgas-satgas yang dibentuk di lingkungan warga sudah mulai efektif berjalan mengajak warga menegakan protocol kesehatan. Pihaknya pun akan terus mendorong agar fungsi Satgas bisa lebih maksimal.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Regional
Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Regional
Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X