Penumpang KM Dobonsolo Tujuan Ambon Terjatuh ke Laut, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian

Kompas.com - 17/01/2021, 10:12 WIB
Tim SAR Ambon melakukan pencarian terhadap salah seorang penumpang KM Dobonsolo yang terjatuh dari atas kapal di peraiaran Pulau Buano, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, Minggu (17/1/2021) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYTim SAR Ambon melakukan pencarian terhadap salah seorang penumpang KM Dobonsolo yang terjatuh dari atas kapal di peraiaran Pulau Buano, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, Minggu (17/1/2021)

AMBON, KOMPAS.com-Seorang penumpang KM Dobonsolo, Mahmud Seknun (25) dilaporkan hilang setelah terjatuh dari atas kapal yang ditumpangunya. 

Kejadian itu terjadi saat kapal milik PT Pelni itu sedang berlayar di sekitar perairan Pulau Buano, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku pada Jumat (15/1/2021). 

Insiden kecelakaan itu baru dilaporkan ke Basarnas Ambon pada keesokan harinya oleh pihak keluarga korban. 

Baca juga: Barter Rumah Rp 500 Juta dengan Tanaman Hias, Pengusaha di Garut Ngaku Dinyiyiri Netizen

Setelah itu, Basarnas langsung mengerahkan tim untuk mencari korban di lokasi kejadian. 

"Kita baru dapat informasi dari keluarga sehari setelah kejadian dan data itu tim langsung bergerak mencari korban pada Pukul 18.10 WIT, " kata Djunaidi kepada wartawan, Minggu (17/1/2021). 

Djunaidi mengatakan, kapal milik PT Pelni itu sedang dalam perjalanan dari Sorong tujuan Pelabuhan Ambon, namun saat melintas di sekitar perairan Pulau Buano, insiden itu terjadi. 

"Kapal ini dari Sorong tujuan Pelabuhan Ambon, " ujarnya. 

Dia menjelaskan, operasi pencarian korban di hari pertama hanya berlangsung beberapa jam karena kondisi pencarian yang sudah memasuki malam hari.

Selain itu kondisi cuaca juga tidak memungkinkan karena gelombang tinggi dan juga hujan. 

"Kondisi cuaca kemarin hujan ringan, angin barat laut 10-20 knot, dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter, " ujarnya. 

Baca juga: Perempuan di Bali Tewas Tanpa Busana dan Berlumuran Darah di Homestay, Diduga Dibunuh

Saat ini, kata Djunaidi, operasi pencarian di hari kedua tengah dilanjutkan tim SAR dengan menyisir lokasi terjatuhnya korban. 

Djunaidi sendiri tidak menjelaskan secara rinci penyebab hingga korban terjatuh dari atas kapal tersebut. 

Menurutnya, saat ini pihaknya masih fokus untuk mencari korban. 

"Kami harapkan dukungan dan doa masyarakat agar operasi SAR bisa berhasil dan korban dapat ditemukan dalam keadaan selamat,” pintanya. 

 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Regional
Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Regional
Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X