Takut Harta Bendanya Dicuri, Nenek Aisyah Bertahan di Rumahnya yang Dikepung Banjir, Tolak Dievakuasi

Kompas.com - 13/01/2021, 05:32 WIB
Gubernur Kalsel Sahbirin Noor saat meninjau musibah banjir di daerah Teluk Selong Ulu, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalsel, Selasa (29/12/2020).
DOK. Humas Pemprov Kalsel Gubernur Kalsel Sahbirin Noor saat meninjau musibah banjir di daerah Teluk Selong Ulu, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalsel, Selasa (29/12/2020).

MARTAPURA, KOMPAS.com - Ketinggian air yang terus bertambah membuat petugas gabungan dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) terus mengevakuasi warga yang terdampak banjir.

Hingga Selasa (12/1/2021), banjir masih menggenangi sejumlah titik di Kabupaten Banjar.

Di Kecamatan Pengaron yang merupakan salah satu daerah terparah dilanda banjir, petugas harus membujuk warga untuk meninggalkan rumah-rumah mereka.

Pasalnya, ketinggian air di daerah tersebut sudah mencapai 2 meter.

Baca juga: Banjir Putus Akses Trans Kalimantan di Tanah Laut Kalsel

Namun, tak sedikit warga yang menolak untuk dievakuasi karena khawatir kehilangan harta bendanya.

Nenek Aisyah misalnya, dia ngotot bertahan padahal air di dalam rumahnya sudah setinggi satu setengah meter.

"Lebih baik bertahan karena sudah banyak kehilangan di sini," ungkap nenek Aisyah saat petugas membujuknya meninggalkan rumah.

Nenek Aisyah tak sendirian, suaminya pun memilih bertahan.

Setelah dibujuk dan diberi pemahaman, nenek Aisyah bersama suaminya akhirnya bersedia dievakuasi.

Namun, mereka meminta petugas keamanan untuk menjamin keamanan harta bendanya.

"Kita mencoba membujuk nenek Aisyah agar mau dievakuasi. Soalnya beliau sudah lama bertahan di sini," ujar Serda Jumiatnor, personil TNI yang turut mengevakuasi warga.

Baca juga: 1.500 Rumah di Banjar Terendam Banjir, Ketinggian Air Capai 2 Meter

Diberitakan sebelumnya, beberapa daerah di Kalsel terendam banjir.

Banjir terparah terjadi di Kabupaten Tanah Banjar dan Kabupaten Tanah Laut.

Di Kecamatan Pengaron, Banjar, dari data sementara, terdapat 1.500 rumah yang terendam banjir.

Akibatnya, ratusan warga dievakuasi ke tempat-tempat pengungsian.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X