Kompas.com - 31/12/2020, 13:25 WIB
Didi Kepot tampil di acara Kemendikbud yaitu Pekan Kebudayaan Nasional, Oktober 2019. Dok. Dokumentasi PKN 2019, Ditjen Kebudayaan KemendikbudDidi Kepot tampil di acara Kemendikbud yaitu Pekan Kebudayaan Nasional, Oktober 2019.

KOMPAS.com- Bulan Mei 2020 adalah bulan sendu bagi 'Sobat Ambyar'.

Pelantun tembang campursari, Didi Kempot meninggal dunia di Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo, Jawa Tengah pada Selasa (5/5/2020).

Sekitar enam bulan kemudian, dunia hiburan kembali berduka.

Seorang dalang bertalenta asal Bantul, Yogyakarta, Ki Seno Nugroho mengembuskan napas terakhirnya, Selasa (3/11/2020) malam.

Berikut kisah kepergian mereka di tahun 2020:

Baca juga: Penyanyi Didi Kempot Meninggal Dunia di RS Kasih Ibu Solo

Godfather of Broken Heart berpulang

"Sewu kutho uwis tak lewati, sewu ati tak takoni. Nanging kabeh podho ra ngerteni, lungamu ning endi (seribu kota sudah kulewati, seribu hati kutanyai, tetapi semua tidak mengetahui, ke mana kepergianmu)..."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penggalan syair lagu Sewu Kutho itu masih tetap diingat dan dikenang, meski pelantunnya kini telah tiada.

Didi Kempot yang berjuluk Godfather of Brokenheart telah berpulang pada 5 Mei 2020.

Ia mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo, Jawa Tengah.

Baca juga: Lewat Ganjar, Walkot Solo Surati Kementerian BUMN Terkait Patung Didi Kempot

Didi Kempot
musisi campursari

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO (DRA)
28-07-2019FERGANATA INDRA RIATMOKO Didi Kempot musisi campursari KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO (DRA) 28-07-2019

Datang dalam kondisi tak sadarkan diri

Manajer Humas RS Kasih Ibu, Divan Fernandez mengatakan, Didi Kempot dibawa ke RS Kasih Ibu dalam kondisi tak sadarkan diri.

"Datang dalam kondisi tak sadar. Kita lakukan upaya pertolongan semaksimal mungkin tapi akhirnya meninggal," tutur Divan.

Sang maestro itu mengembuskan napas terakhir di usia 53 tahun pada pukul 07.45 WIB.

Diagnosis dokter, Didi Kempot meninggal lantaran henti jantung.

"Diagnosa saat masuk henti jantung," ujar Divan.

Baca juga: [POPULER NUSANTARA] Didi Kempot Meninggal Dunia | Ibu Muda Dianiaya Suami Gara-gara Tak Bisa Masak

Jadwal manggung padat

Didi Kempot LiveIstimewa Didi Kempot Live

Menurut keterangan keluarga, Hatma Maulana, sebelum meninggal Didi Kempot sempat bertemu dengan kakanya.

Saat itu, kata Hatma, Didi sempat mengeluh sesak napas dan sering ngos-ngosan lantaran jadwal manggung yang padat.

"Sempat ketemu tiga hari lalu waktu pulang ke Ngawi. Suka sesak, ngos-ngosan," kata dia, Selasa (5/5/2020).

Hatma menuturkan, selain sibuk dengan jadwal manggung, Didi juga sibuk menyelesaikan sejumlah lagu.

"Banyak manggung. Kegiatan terakhir buat lagu masih ditulis," kata Hatma.

Baca juga: Betrand Peto Antusias Terlibat dalam Special Tribute Hits Didi Kempot

Dimakamkan di Ngawi

Didi Kempot dimakamkan di Desa Majasem, Ngawi, Jawa Timur.

Pelantun tembang Stasiun Balapan itu dimakamkan di sebelah makam anak pertamanya, Lintang.

Lintang adalah anak pertama Didi Kempot dari istri pertamanya Saputri yang meninggal di usia enam bulan.

Setelah sempat disemayamkan dan dishalatkan di rumah duka, jenazah Didi Kempot diantar ke peristirahatan terakhir.

Ribuan sobat ambyar bahkan datang ke pemakaman dan menumpahkan tangis di hari itu.

Kepergian Didi Kempot menyisakan duka mendalam bagi semua kalangan.

Sebab, selain dikenal sebagai seniman rakyat, Didi Kempot juga memiliki rasa kepedulian tinggi.

Sebelum meninggal, seniman yang lahir pada 31 Desember 1966 tersebut sempat menggelar konser amal bersama Kompas TV.

Mengenang sosok sang maestro, Pemerintah Kota Solo pun hendak membangun sebuah monumen Didi Kempot di Kompleks Stasiun Balapan Solo.

Baca juga: Pihak RS Sebut Didi Kempot Tak Sadar Saat Dibawa ke Kasih Ibu

Dalang Ki Seno Nugroho meninggal dunia

Seno Nugroho Saat di Dusun Munggi, Semanu Minggu (4/8/2019)KOMPAS.com/MARKUS YUWONO Seno Nugroho Saat di Dusun Munggi, Semanu Minggu (4/8/2019)
"Wong urip kui sing dienteni opo? wong urip kui sing dienteni mati, ming keri antre (Orang hidup itu yang ditunggu apa? Orang hidup yang ditunggu kematian, hanya tinggal mengantre saja)," demikian dialog Bagong pada Patih Sengkuni di sebuah lakon wayang yang dimainkan oleh Dalang Ki Seno Nugroho.

Penggalan dialog di akun Youtube Dalang Ki Seno tersebut seolah memberikan pesan, kematian akan menjemput setiap makhluk bernyawa.

Sang dalang bertalenta asal Bantul, Yogyakarta itu telah berpulang pada Selasa (3/11/2020).

Kepergian Ki Seno diantarkan oleh gending jawa Ladrang Gajah Seno, sesuai dengan wasiatnya sebelum meninggal dunia.

Baca juga: Sosok Ki Seno Nugroho di Mata Ganjar Pranowo, Dalang yang Khas

Bersepeda

Sebelum meninggal dunia, Ki Seno rupanya sempat bersepeda pada Selasa (3/11/2020) petang.

Namun di tengah perjalanan, Ki Seno merasa kesakitan.

"Semalam habis bersepeda sama temannya orang sini, sesampainya di tengah jalan sudah berasa sakit sampai dijemput warga sini," kata Manajer Ki Seno, Gunawan Widagdo.

Sempat beristirahat, kondisi Ki Seno justru memburuk dan muntah-muntah.

Ia pun kemudian diantar ke RS PKU Muhammadiyah Gamping.

Tim RS PKU Muhammadiyah menyatakan Ki Seno mengalami penyumbatan darah di jantung sekitar 100 persen.

Kondisi itu membuat dalang yang kondang dengan pentas live streaming-nya tersebut tak bisa bertahan.

Ki Seno dinyatakan meninggal dunia. "Meninggal sekitar pukul 22.15 WIB," kata Gunawan.

Baca juga: BERITA FOTO: Dalang Ki Seno Nugroho Meninggal, Gending Jawa Dimainkan di Rumah Duka

Pesan sebelum meninggal

Sebelum meninggal, Ki Seno rupanya pernah berwasiat.

Ia ingin diiringi gending gamelan jawa ketika berpulang.

Salah satu orang yang mengetahui pesan tersebut adalah sinden Ki Seno, Tatik Lestari Handayani.

"Sesuk kalau aku ra ono ini (gamelan) diunekke (Besok saat aku meninggal gamelan ini dibunyikan)," kata Tatik menirukan permintaan Seno.

Jenazah Seno kemudian dimakamkan satu liang lahat dengan sang ayah di pemakaman Semaki Gede, Umbulharjo, Yogyakarta.

Dua wayang Ki Seno yakni Bagong dan Bima milik almarhum pun ikut dimakamkan.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Labib Zamani, Sukoco, Wisang Seto Pangaribowo | Editor: Dony Aprian, Khairina, Pythag Kurniati, David Oliver Purba, Robertus Belarminus)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.