Kompas.com - 24/12/2020, 11:05 WIB
Kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran, Kapanewon Patuk Gunungkidul Senin (30/11/2020) KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOKawasan Gunung Api Purba Nglanggeran, Kapanewon Patuk Gunungkidul Senin (30/11/2020)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Destinasi Gunung Api Purba Nglanggeran dan Embung Nglanggeran, Kapanewon Patuk, Gunungkidul, Yogyakarta, ditutup saat malam Natal dan malam pergantian tahun pada 31 Desember.

Kepala Bidang Pemasaran Pokdarwis Gunung Api Purba Nglanggeran Heru Purwanto mengatakan, destinasi Gunung Api Purba, Embung Nglanggeran, Kedung Kandang, dan Kampung Pitu, ditutup saat malam Natal dan malam pergantian tahun.

Baca juga: Harapan di Tengah Pandemi: Kisah Kesembuhan dan Perjuangan di Baliknya

Penutupan dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona dan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang disepakati.

 

"Ya (ditutup) hanya malam saja, siang sampai sore boleh dikunjungi," kata Heru saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (24/12/2020).

Menurutnya, Pemkab Gunungkidul sepakat membatasi operasional kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran pada malam hari. Destinasi wisata hanya diizinkan buka mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB.

Kawasan Gunung Api Purba Ngalanggeran tetap buka selama 24 jam pada Sabtu dan Minggu. Sementara, malam Natal dan pergantian tahun jatuh pada Kamis malam.

Heru mengatakan, selain itu rencana uji coba pembukaan home stay dibatalkan karena melihat kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di DIY masih cukup tinggi.

"Rencana uji coba home stay akhir tahun belum bisa dilakukan," kata Heru.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono mengatakan, hanya kawasan Gunung Api Ngalanggeran yang ditutup saat malam Natal dan pergantian tahun.

Baca juga: Malam Tahun Baru di Surabaya, Aktivitas Dibatasi Pukul 20.00, Warga yang Berkeliaran Dites Swab

Sementara objek wisata lain seperti pantai bisa disinggahi wisatawan.

"Boleh menginap di kawasan pantai tetapi tetap jaga protokol kesehatan, jangan berkerumun, tidak boleh menyalakan kembang api, dan tetap menggunakan masker," kata Harry.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X