Kompas.com - 14/12/2020, 15:03 WIB
Polisi saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di pos polisi lalu lintas di Makassar usai dilempari bom molotov, Minggu (13/12/2020). Dok Humas Polrestabes MakassarPolisi saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di pos polisi lalu lintas di Makassar usai dilempari bom molotov, Minggu (13/12/2020).

KOMPAS.com - Teror bom molotov terjadi menimpa dua pos polisi di Kota Makassar, pada Minggu (13/12/2020) sekitar pukul 04.30 WIB.

Beruntung, anngota polisi yang saat itu ada sedang berjaga di dalam pos tak alami luka-luka.

Namun, sebagian dinding bagian depan pos menghitam bekas jelaga dari bom molotov yang dilempar pelaku.

Selain itu, terduga pelaku juga meninggalkan pesan yang berisi caci maki kepada petugas.

Baca juga: Pos Polisi di Makassar Dilempar Bom Molotov, Pelaku Diburu

Berikut ini faktanya:

1. Identitas pelaku terungkap

Usai kejadian, polisi segera menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP). Pihaknya telah berhasil mengidentifaksi pelaku yang terekam kamera CCTV.

"Pelaku sudah diidentifikasi. Sementara kami kejar. Semua keterangan kami kumpulkan. Semoga bisa segera terungkap," ungkap Kasubag Humas Polrestabes Makassar Kompol Supriady Idrus.

2. Tinggalkan pesan 

Menurut Eddy, dari hasil penyelidikan, polisi menemukan sebuah kertas yang bertuslikan ancaman dan makian kepada polisi.

Kertas tersebut diduga sengaja ditinggal oleh pelaku. 

"Kata-kata tidak pantas lah kepada polisi, makian begitu," ujarnya.

Baca juga: Teror Bom Molotov di Makassar, Pelaku Incar Pos Polisi dan Ditemukan Secarik Kertas Berisi Ancaman

3. Kronologi

Dari hasil penyelidikan, peristiwa itu terjadi di pos polisi yang berada di Jalan AP Pettarani-Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan.

Banner yang ada di depan pos pun dilalap api usai aksi orang tak dikenal tersebut.

Untuk motif pelaku masih didalami polisi.

"Kejadiannya cepat. Ada banner pos lantas yang terbakar ada bekas terbakar di dinding juga," katanya.

Sementara itu, dua anggota polisi yang saat itu berjaga di dalam pos tak mengalami luka-luka.

Polisi juga mengungkapkan, ledakan bom mlotov membuat kaca di pos pecah.

Baca juga: Pos Berlogo Paslon yang Terbakar di Makassar karena Dilempar Bom Molotov

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X