Tabungan Rp 165 Juta di KUD Tak Bisa Diambil, Sujinah: Sudah Setahun Saya Tagih

Kompas.com - 25/11/2020, 17:21 WIB
Sujinah (duduk berkerudung) beserta saudaranya ditemui pengurus KUD Plongkowati Barat saat menagih uang tabungannya senilai Rp 165 juta ke KUD Plongkowati Barat, Desa Bugel, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (24/11/2020). KOMPAS.COM/PUTHUT DWI PUTRANTO NUGROHOSujinah (duduk berkerudung) beserta saudaranya ditemui pengurus KUD Plongkowati Barat saat menagih uang tabungannya senilai Rp 165 juta ke KUD Plongkowati Barat, Desa Bugel, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (24/11/2020).

KOMPAS.com- Air mata Sujinah meleleh di pipi ketika mengetahui untuk kesekian kali, uang tabungannya tak bisa diambil.

Padahal, uang tabungan Sujinah yang disimpan di Koperasi Unit Desa (KUD) Plongkowati Barat, Desa Bugel, Godong, Grobogan itu jumlahnya tak sedikit.

Total uang yang ditabungnya mencapai Rp 165 juta.

Diduga uang Sujinah digelapkan oleh oknum pengurus lama KUD tersebut.

Baca juga: Sujinah Menangis, Uang Rp 165 Juta yang Ditabung di KUD Tak Bisa Diambil

Sudah menagih selama setahun

Ilustrasi uang Dok. Kredivo Ilustrasi uang
Rupanya ini bukan kali pertama Sujinah menelan kekecewaan.

Sudah setahun ia menagih tabungan yang menjadi haknya, namun selama itu pula Sujinah tak bisa mengambil tabungannya sendiri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini saya nagih sudah setahun ini," kata dia.

Sujinah merasa kecewa lantaran KUD tempat Sujinah menyimpan uang dianggap kurang bertanggung jawab.

"Ini kan uang saya sendiri, kenapa tidak bisa saya ambil. Jika memang ada masalah, seharusnya KUD bisa mengganti uang saya. Bukannya dengan mengganti bunga per bulannya," ujar dia.

Di satu sisi, Sujinah sangat membutuhkan uang itu untuk membayar utangnya.

"Padahal uang itu mau saya pakai untuk keperluan bayar utang serta membeli tanah. Pengurus bilang jika KUD sedang bermasalah, saya bingung bagaimana ini," tutur Sujinah.

Baca juga: Uang Nasabah Terkuras Rp 72 Juta Secara Misterius, Hanya Tersisa Rp 80.000, Ini Ceritanya

 

Ilustrasi uang/ upah minimum UMK UMPKOMPAS.com/NURWAHIDAH Ilustrasi uang/ upah minimum UMK UMP
Bukan hanya Sujinah

Ternyata kasus itu tidak hanya menimpa Sujinah saja.

Lebih dari lima orang diketahui tidak dapat mengambil tabungannya sendiri seperti Sujinah.

Hal itu dikemukakan oleh kerabat Sujinah yang bernama Mustakim.

"Setahu saya ada enam orang yang juga tidak bisa mengambil uang yang ditabungnya di KUD seperti bulek saya," kata dia.

Pihak KUD pun selalu memberi jawaban yang tak pasti.

"Jumlah nominalnya per orang nabung puluhan juta. Kami selalu saja mendapat jawaban yang tak pasti," kata Mustakim.

Baca juga: Pengendara Moge CBR1000RR SP Tertabrak Ayla, Tolak Diganti Rugi Rumah, Ini Alasannya

Diduga digelapkan oknum karyawan

Ilustrasi korupsiShutterstock Ilustrasi korupsi
Pengurus KUD Plongkowati Barat Supardi membenarkan kejadian tersebut.

Namun, pihak KUD tak bisa berbuat banyak karena KUD sedang dalam kondisi pailit.

Saat ini bahkan dibentuk tim penyelamat yang terdiri dari pengurus baru untuk menangani kondisi tersebut.

Diduga, keadaan pailit itu disebabkan karena ulah oknum karyawan tak bertanggung jawab. Namun mereka kini telah hengkang.

Sehingga kini, pihak KUD hanya bisa mengusahakan mengganti bunga per bulan dari tabungan nasabah yang tak bisa diambil.

"Sudah diaudit dan dugaannya ada beberapa oknum pegawai KUD Plongkowati Barat yang menggelapkan uang nasabah. Kerugian kami miliaran rupiah. Mereka semua sudah keluar kerja dan masih dicari keberadaannya," kata dia.

Menurutnya peristiwa itu memang tidak hanya menimpa Sujinah.

"Untuk nasabah kami ada seratusan dan yang alami nasib seperti Bu Sujinah ada sepuluh orang," terang Supardi.

Jika ditotal, utang KUD Plongkowati Barat ke nasabah yang datang menagih mencapai Rp 800 juta.

Ia pun akan melaporkan para oknum yang diduga mengorupsi uang tersebut.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Grobogan, Puthut Dwi Putranto Nugroho | Editor : Teuku Muhammad Valdy Arief)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X