Diduga karena Masalah Percintaan, Seorang Siswi SMK Tewas Gantung Diri di Kamarnya

Kompas.com - 22/11/2020, 13:34 WIB
Ilustrasi. THINKSTOCK Ilustrasi.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pelajar sekolah menengah kejuruan berinisial L (15), warga Kapanewon Nglipar, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, Sabtu (21/11/2020).

Kanit Reskrim Polsek Nglipar Ipda Ngatimin mengatakan, pelajar itu diduga gantung diri di kamarnya saat keluarga tak berada di rumah.

Baca juga: Wanita Tewas di Situ Cipondoh, Diduga Bunuh Diri karena Merasa Bersalah Tularkan Covid-19

"Pelaku masih pelajar dan meninggal dengan cara gantung diri," kata Ngatimin saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (22/11/2020).

Berdasarkan pemeriksaan, pelaku diduga bunuh diri karena masalah percintaan. Hal itu diketahui dari pesan yang dikirim seseorang diduga kekasihnya ke ponsel milik L.

L dan kekasihnya itu telah menjalin hubungan sejak tiga tahun terakhir. Dari pemeriksaan saksi, L dikenal sebagai sosok pendiam.

Setelah diperiksa polisi dan tim medis, jenazah L langsung dimakamkan keluarga di tempat pemakaman umum setempat.

Menanggapi fenomena bunuh diri di kalangan remaja, salah satu aktivis Yayasan Inti Mata Jiwa (Imaji) Sigit Purnomo mengatakan, hal itu disebabkan depresi atau gangguan jiwa.

Depresi, kata dia, bisa menyerang siapa saja, tak hanya orangtua, tapi juga anak-anak.

Sigit yang dikenal sebagai Wage Dagsinarga itu menyebutkan, Gunungkidul memerlukan tokoh yang bisa menginspirasi anak muda dan memahami psikologi. Sehingga, anak muda yang mengalami depresi tak merasa sendiri.

"Gunungkidul perlu tokoh yang memahami anak muda, dan bisa berkomunikasi baik dengan remaja," ucap penulis buku Tali Pati ini.

Merujuk data yang dihimpun IMAJI periode 2015-2017, 43 persen resiko bunuh diri disebabkan oleh faktor depresi. Sisanya karena sakit fisik menahun (26 persen), tanpa sebab (16 persen), gangguan jiwa berat (6 persen), masalah ekonomi (5 persen), dan masalah keluarga (4 persen).

IMAJI menjadi salah satu lembaga yang mendorong lahirnya peraturan terkait penanganan kasus- kasus bunuh diri.

Baca juga: Heboh Penemuan Kerangka Mayat Pensiunan Guru, Lurah: Warga Tak Cium Bau Aneh Selama Ini

Aturan tersebut terwujud dalam Peraturan Bupati Nomor 56/2018 tentang Penanggulangan Bunuh Diri. Salah satu bagian dari perbup itu adalah menghilangkan diskriminasi bagi para penderita gangguan jiwa atau depresi saat mendapatkan layanan publik.

Dari data Polres Gunungkidul, terdapat 29 kasus bunuh diri sepanjang 2020. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

Regional
Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Regional
Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Regional
Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Regional
Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Regional
Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Bocah SD Hanyut di Sungai Saat Mandi, Jasadnya Ditemukan hingga 4 Kilometer

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Pemkot Solo Tunggu Izin Orangtua

Regional
2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

2 Pegawai BPR Nganjuk Terpapar Corona, Ini Gejala Awalnya

Regional
Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Pegawainya Positif Covid-19, 2 Kantor Pemerintahan di Kulon Progo Ditutup

Regional
Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Seorang Pelajar di Yogyakarta Tertular Covid-19 di Sekolah

Regional
Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Gus Ipul Terserang Covid-19, Istri dan 3 Anaknya Masuk Rumah Sakit

Regional
Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Hujan Sejak Siang, Kota Padang Digenangi Banjir hingga 50 Cm

Regional
Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Pemkot Mataram Tertibkan Baliho Rizieq Shihab, Satu Belum Dicopot karena Ada Penolakan

Regional
Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Modus Kades Merangin Korupsi Dana Desa Rp 339 Juta, Cairkan Uang tapi Proyeknya Mangkrak

Regional
Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Kisah Guru Honorer Rini, Rumah Terbakar dan Nyambi Mulung Sawit, Tetap Ikhlas Mengajar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X