Puluhan Pohon Tumbang, Akses Suramadu Macet Total

Kompas.com - 21/11/2020, 20:09 WIB
Puluhan pohon tumbang di akses jalan jembatan Suramadu Bangkalan yang menyebabkan kendaraan macet total, Sabtu (21/11/2020). KOMPAS.COM/TAUFIQURRAHMANPuluhan pohon tumbang di akses jalan jembatan Suramadu Bangkalan yang menyebabkan kendaraan macet total, Sabtu (21/11/2020).

 

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Puluhan pohon jenis trembesi tumbang di akses jalan menuju jembatan Suramadu, Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu (21/11/2020).

Paling banyak, pohon yang tumbang berada di arah jalan Surabaya menuju Bangkalan. Pohon yang tumbang, menutup akses jalan sehingga menyebabkan kendaraan macet total.

Kemacetan kendaraan dari arah Suramadu mencapai 2 kilometer lebih. Sedangkan dari arah Bangkalan menuju Suramadu, kemacetan kendaraan mencapai 1,5 kilometer.

Baca juga: Longsor, Akses Jalan Padang-Solok Putus Total di Indarung

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan, Rizal Murris saat ditemui di lokasi kejadian menjelaskan, penyebab pohon tumbang itu karena angin kencang disertai hujan deras yang terjadi selama 30 menit lebih.

Angin kencang itu merupakan fenomena La Nina yang terjadi di Kabupaten Bangkalan.

"Peristiwa ini sudah kami prediksi sebelumnya. Bahkan fenomena La Nina di Bangkalan akan terjadi sampai awal tahun 2021 mendatang," kata Rizal Murris.

Rizal menambahkan, area sepanjang jalan menuju Suramadu di sisi Bangkalan, merupakan area terbuka dan mudah terjadi angin kencang.

Oleh sebab itu, pihaknya sudah mewanti-wanti kepada masyarakat yang ada di area tersebut agar hati-hati.

"BPBD dan TNI serta Polri sudah siap untuk berkolaborasi jika terjadi peristiwa bencana alam. Makanya tadi pohon-pohon yang tumbang, cepat kita tangani," tambah Rizal.

Baca juga: Tebing Longsor di Cianjur, Sejumlah Pengendara Tertimbun Tanah

Kepala Bantuan Operasi Satuan Lalu Lintas Polres Bangkalan, Iptu Mashuri menuturkan, arus lalu lintas sempat macet. Namun karena kesigapan petugas BPBD dan TNI, kemacetan bisa diurai dengan membuka separuh jalan terlebih dahulu.

"Tadi sempat macet sampai 2 kilometer. Tapi kemacetan itu tidak lama karena pepohonan yang tumbang segera diatasi oleh BPBD, TNI dan Polri," ucap Mashuri.

Mashuri memastikan, tidak ada korban dalam kejadian tersebut, baik korban benda ataupun korban jiwa. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Ayah Angkat Bocah 8 Tahun yang Konsumsi Susu Campur Narkoba sejak Bayi: Dia Pusing Jika Tak Mencuri

Cerita Ayah Angkat Bocah 8 Tahun yang Konsumsi Susu Campur Narkoba sejak Bayi: Dia Pusing Jika Tak Mencuri

Regional
Cerita Warga Malang Kehilangan Ratusan Juta, Modus Pulsa Gratis hingga Diminta Sebut OTP

Cerita Warga Malang Kehilangan Ratusan Juta, Modus Pulsa Gratis hingga Diminta Sebut OTP

Regional
Cerita Ibu Laporkan Anaknya Sendiri, Emas yang Dipersiapkan Untuk Kuliah Dicuri, Dipakai Foya-foya Bersama Pacar

Cerita Ibu Laporkan Anaknya Sendiri, Emas yang Dipersiapkan Untuk Kuliah Dicuri, Dipakai Foya-foya Bersama Pacar

Regional
Sudah 2 Bulan Luwu Gelar Sekolah Tatap Muka, Jumlah Siswa Dibatasi 50 Persen

Sudah 2 Bulan Luwu Gelar Sekolah Tatap Muka, Jumlah Siswa Dibatasi 50 Persen

Regional
Nikahkan Putrinya di Mushala Polsek, Tersangka Pencurian Tak Kuasa Menahan Tangis

Nikahkan Putrinya di Mushala Polsek, Tersangka Pencurian Tak Kuasa Menahan Tangis

Regional
Tertipu Modus Pulsa Gratis, Perempuan Ini Kehilangan Uang Ratusan Juta Rupiah

Tertipu Modus Pulsa Gratis, Perempuan Ini Kehilangan Uang Ratusan Juta Rupiah

Regional
Pukat UGM soal KPK Tangkap Menteri Edhy: Tangkapan yang Signifikan

Pukat UGM soal KPK Tangkap Menteri Edhy: Tangkapan yang Signifikan

Regional
Klaim 80 Persen SMA/SMK Siap Gelar Belajar Tatap Muka, Disdik Papua: Harus Banyak OPD Terlibat

Klaim 80 Persen SMA/SMK Siap Gelar Belajar Tatap Muka, Disdik Papua: Harus Banyak OPD Terlibat

Regional
Tercatat 74 Kasus Positif Covid-19 Baru di NTT, Paling Banyak di Kota Kupang

Tercatat 74 Kasus Positif Covid-19 Baru di NTT, Paling Banyak di Kota Kupang

Regional
Debat Pilkada Karawang Soal Atasi Kemiskinan, Ada Paslon yang Mau Bangun 'Silicon Valley' hingga Tawarkan Kartu Kewirausahaan

Debat Pilkada Karawang Soal Atasi Kemiskinan, Ada Paslon yang Mau Bangun "Silicon Valley" hingga Tawarkan Kartu Kewirausahaan

Regional
25 Petugas Sortir dan Lipat Surat Suara di Solo Diupah Rp 225.000

25 Petugas Sortir dan Lipat Surat Suara di Solo Diupah Rp 225.000

Regional
Kadisdik Jatim Belum Cuti meski Istrinya Maju Pilkada, Inspektorat: Gubernur Sudah Mengingatkan

Kadisdik Jatim Belum Cuti meski Istrinya Maju Pilkada, Inspektorat: Gubernur Sudah Mengingatkan

Regional
Ribuan Buruh Cianjur Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan UMK 2021

Ribuan Buruh Cianjur Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan UMK 2021

Regional
Nenek Rasiti Rela Serahkan Naskah hingga Tongkat Kuno Warisan Keluarganya ke Pemerintah

Nenek Rasiti Rela Serahkan Naskah hingga Tongkat Kuno Warisan Keluarganya ke Pemerintah

Regional
Hendak Melaut, 2 Nelayan Ini Tersambar Petir, Satu Tewas

Hendak Melaut, 2 Nelayan Ini Tersambar Petir, Satu Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X