Mesin Perahu Mati, 3 Nelayan Ditemukan Selamat Setelah 2 Hari Terombang-ambing di Laut

Kompas.com - 17/11/2020, 18:24 WIB
Tiga orang nelayan asal NTB ditemukan selamat setelah perahu yang ditumpanginya mati mesin. Dok. Humas SAR MataramTiga orang nelayan asal NTB ditemukan selamat setelah perahu yang ditumpanginya mati mesin.

MATARAM, KOMPAS.com - Tiga nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Pulau Sangeang, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), ditemukan selamat pada Selasa (17/11/2020).

"Seluruh korban ditemukan selamat di atas perahunya, oleh nelayan yang melintas di perairan utara Pulau Sangeang siang tadi," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram Nanang Sigit, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (17/11/2020).

Baca juga: Cerita 13 Mahasiswa Terjebak Air Pasang Laut Saat Bermain di Karang, 4 Jam Berlindung di Goa

Ketiga nelayan itu tak bisa kembali ke pelabuhan karena mesin perahunya mati. Mereka terombang-ambing di laut selama beberapa hari.

Evakuasi dilakukan dengan cara menarik perahu bersama seluruh korban yang masih berada di atasnya.

Ketiga warga asal Dusun Paropa Timur, Desa Malaju Kilo, Kabupaten Dompu ini dievakuasi ke Pelabuhan Kilo.

"Sampai di pelabuhan Kilo, Fikram, Evan, dan Arif diserahkan ke pihak keluarga," Kata Nanang Sigit.

Dua hari terombang-ambing

Nanang menceritakan, Basarnas Mataram menerima laporan dari anggota Babinsa Desa Malaju Sanggar terdapat tiga nelayan yang belum kembali melaut.

Mereka melaut sejak Mingu (15/11/202) sekitar pukul 17.00 WITA di sekitar perairan Pulau Sangeang.

Baca juga: Ibu Hakim, Saya Masih Utang Cucu Pertama kepada Orangtua Saya, Semoga Bisa Diberi Kemudahan

Ketiganya berangkat menggunakan perahu biasa. Namun, mereka belum juga kembali hingga Senin (16/11/2020) malam.

Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Bima diterjunkan untuk mencari menggunakan rigit inflatable boat (RIB) bersama Polair Bima dan nelayan setempat. Mereka ditemukan selamat pada hari kedua pencarian.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X