Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dimaafkan Satgas Covid-19, Penahanan Warganet yang Ancam Polisi dan Dokter Ditangguhkan

Kompas.com - 30/10/2020, 11:59 WIB
Ahmad Faisol,
Dheri Agriesta

Tim Redaksi

PROBOLINGGO, KOMPAS.com – Polisi menangguhkan penahanan H, warga Sidopkeso, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

H merupakan warganet yang ditangkap karena membuat unggahan bernada ancaman kepada dokter dan polisi. H menuding dokter dan polisi hanya mencari uang saat pandemi Covid-19.

Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Rizki Santoso mengatakan, H kini berada dalam pengawasan polisi.

Penangguhan penahanan itu bermula saat sejumlah dokter yang tergabung dalam Satgas Penanganan Covid-19 di Kabupaten Probolinggo menemui pelaku yang ditahan di Mapolres Probolinggo.

Saat pertemuan itu, dokter tersebut memaafkan perbuatan pelaku.

Baca juga: Ancam Bunuh Dokter dan Polisi di Kolom Komentar Facebook, Seorang Warganet Ditangkap

"Kemarin-kemarin pelaku sudah ditahan, kami sudah menahan pelaku dan beberapa hari yang lalu ada pengajuan penangguhan penahanan dari pelaku dan doker Satgas Covid-19," kata Rizki lewat pesan singkat kepada Kompas.com, Jumat (30/10/2020).

Rizki mengatakan, para dokter meminta penangguhan penahanan karena dasar kemanusiaan.

Para dokter Satgas Covid-19 itu menilai korban melakukan hal itu karena tak memahami secara utuh informasi tentang Covid-19.

"Pelaku juga termasuk korban hoaks terkait berita Covid-19, sehingga H terprovokasi berkomentar negatif terkait satgas," kata Rizki.

 

Sebelumnya, seorang warganet berinisial H (30) ditangkap karena diduga mengunggah ujaran kebencian di media sosial.

H menulis komentar dalam sebuah unggahan video pengambilan paksa jenazah positif Covid-19 di Gunggungan Lor, Kecamatan Pakuniran.

Dalam komentarnya, H menulis, "Polisi sama dokter bunuh saja, seenaknya membuat keputusan, padahal itu cuma cari uang saja."

Baca juga: Liburan Bersama Teman-teman, Seorang Bocah Tewas Tenggelam di Sungai

Akibat komentar itu, H dijerat menggunakan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Kapolsek Pakuniran Habi Sutoko mengatakan, H ditangkap di rumahnya di Sidopekso, Kecamatan Kraksaan. Setelah ditangkap, H digelandang ke Mapolres Probolinggo.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com