Kompas.com - 25/10/2020, 13:58 WIB

 

JEMBER, KOMPAS.com - Sulis Setiyawati, perangkat Desa Karang Duren, Kecamatan Balung, Jember, Jawa Timur, dinyatakan positif Covid-19 pada 29 Juli 2020.

Sebab, dia berkumpul dengan rekan kerjanya yang positif corona di kantor Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Perempuan yang akrab disapa Sulis itu berhasil sembuh setelah menjalani isolasi mandiri selama 14 hari di Rumah Sakit Daerah (RSD) Balung. Tak mudah baginya untuk bertahan selama di rumah sakit.

“Di ruang isolasi hanya sendiri, yang ada hanya televisi, tak ada sarana olahraga,” kata dia pada Kompas.com via telpon Minggu (25/10/2020).

Baca juga: Pandemi Covid-19 dan Apresiasi untuk Dokter pada Hari Dokter Nasional...

Sulis berbagi cerita awal tertular virus corona. Saat itu, dia menggelar rapat selama dua hari untuk pelaksanaan pelantikan petugas pemutakhiran data pemilih (P2DP).

Setelah itu, pelantikan pun dilakukan di kantor desa.

Beberapa hari setelah pelantikan tersebut, ada salah satu petugas kesekretariatan PPS yang dinyatakan reaktif. Lalu ketika dilakukan tes swab, ternyata positif corona.

Akhirnya, Sulis bersama 19 orang lainnya yang pernah kontak dalam kegiatan pelantikan itu diminta isolasi mandiri di rumah masing-masing.

“Saya duduk satu kursi dengan orang yang dinyatakan positif Covid-19 itu,” terang dia.

Sulis mengaku begitu dekat dengan petugas yang tertular corona itu. Seperti membuat laporan, absen, berita acara dan lainnya.

“Saya tidak mengerti kalau dia positif corona setelah dari Lumajang,” ujar dia.

Selama menjalani isolasi mandiri, Sulis menunggu petugas untuk melakukan tes swab. Lalu pada 16 Juli dan 18 Juli, dia bersama teman-temannya melakukan tes swab di Puskesmas Balung.

Seminggu kemudian, hasilnya tes swab keluar. 15 orang dinyatakan positif Covid-19.

Tujuh orang dibawa ke RSD dr Soebandi, lima orang dibawa ke RSD Balung, dan 3 orang ke RS Jember Klinik.

“Saya dapat pemberitahuan dari Puskesmas Balung bahwa saya positif,” tutur dia. Pemberitahuan positif Covid-19 tersebut tidak dilakukan secara bersamaan. Padaha, tes swab dilakukan bersama-sama.

Status OTG, langsung dibawa ke RS

Sulis mengaku tidak pernah merasakan sakit apapun yang mengarah pada gejala Covid-19.

Mulai dari demam, pilek, batuk dan lainnya. Kondisi tubuhnya tetap sehat. Dia heran namun tidak bisa berbuat banyak.

“Terpaksa ikut prosedur, saya dijemput ambulans dan diantar ke RS,” tambah dia.

Sebelum memasuki RS, Sulis dironsen terlebih dahulu.

Ketika masuk ruang isolasi, dia merasa kaget karena tidak bisa keluar. Sementara fasilitas RS terbatas, yakni hanya tersedia televisi, tidak ruang untuk olahraga hingga WiFi.

Selama isolasi, Sulis tak memiliki kegiatan apapun, selain hanya menunggu makan dari RS tiga kali sehari. Bahkan, makanan yang dikirim dicantolkan di kunci pintu.

“Stress sekali, tiap hari ditanyain ada gejala apa, tiap hari juga dikasi obat, seperti vitamin dan temulawak,” papar dia.

Dia mengaku tidak ada pendampingan dari psikolog untuk menghilangkan kejenuhannya. Akhirnya, dia bersabar untuk menjalani masa isolasi tersebut.

“Cuma kepikiran keluarga,” ucap dia.

Baca juga: Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Setelah 14 hari berlalu, Sulis diperbolehkan pulang karena dinyatakan negatif Covid-19.

Padahal, dirinya tidak pernah melihat hasil swab tersebut. Selain itu, kondisinya kesehatannya, tetap seperti dahulu.

“Tertular Covid-19 atau tidak, tidak ada perubahan,” tambahnya.

Sulis mempertanyakan hasil tes swab dirinya, namun tidak pernah mendapatkan.

Padahal di rumah sakit lain tempat isolasi temannya, mereka keluar dari isolasi dengan diberi surat keterangan hasil swab.

Selain itu, hanya pasien yang diisolasi di RSD Balung yang menjalani isolasi selama 14 hari. sementara di RSD dr Soebnadi hanya sembilan hari.

Di RS Jember, klinik hanya tiga hari.

“Kenapa yang di Balung sampai 14 hari, hasil swab tidak ada,” terang dia

Dia hanya diberi surat keterangan kalau sudah menjalani isolasi mandiri selama 14 hari lalu diperbolehkan pulang.

Ketika pulang, Sulis pun tidak asing dengan lingkungan sekitar. Tetangganya juga tetap berkomunikasi seperti biasa. Karena tidak ada perubahan atau gejala apapun.

“Malah saya diajak warga untuk ke rumah mereka,” tutur dia.

Kendati demikian, Sulit tetap meminta warga agar patuh protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Sebab, penyakit tersebut mudah menular pada siapapun tanpa ada gejala.

“Seperti saya, tidak ada gejala tapi divonis Covid-19,” ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Regional
Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Regional
3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

Regional
Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Regional
Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Regional
Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Regional
Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.