Jokowi Ingin Fakultas Kehutanan UGM Kembangkan Inovasi, di Antaranya "Precision Forestry"

Kompas.com - 23/10/2020, 17:14 WIB
Presiden Jokowi saat membuka PPSMB UGM 2020 secara daring, Senin (7/9/2020). Tangkapan layar Instagram UGMPresiden Jokowi saat membuka PPSMB UGM 2020 secara daring, Senin (7/9/2020).

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo memberikan arahan dalam Rapat Senat Terbuka Dies Natalis Ke 57 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui daring.

"Dengan penuh rasa suka cita saya mengucapkan selamat Dies Natalis ke-57 Fakultas Kehutanan UGM," ujar Presiden Joko Widodo saat memberikan arahan dalam Rapat Senat Terbuka Dies Natalis ke-57 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat (23/10/2020) melalui daring.

Joko Widodo menyampaikan, Fakultas Kehutanan UGM telah menghasilkan alumni-alumni yang memiliki kemampuan dan mau bekerja.

Baca juga: Jokowi Ingin Batu Bara Tak Lagi Diekspor, tetapi Diolah di Dalam Negeri

Selain itu, juga alumni yang mengabdikan diri kepada masyarakat dan negara.

"Saya menyampaikan banyak terimakasih kepada Fakultas Kehutanan yang menghasilkan banyak alumni yang iso lan gelem kerjo, serta mengabdi kepada masyarakat bangsa dan negara," ucapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Diungkapkannya, Ilmu Kehutanan selalu menempati posisi sentral dalam mengelola hubungan masyarakat dengan alam. Khususnya antara masyarakat dan hutan.

"Kita tahu antara masyarakat dan hutan mengalami evolusi peran dan kontribusi," tuturnya.

Evolusi peran itu, lanjutnya pertama pada masyarakat tradisional hutan menjadi penyedia kebutuhan dasar masyarakat sekitarnya, seperti makanan dan obat-obatan. Kedua, pada masyarakat agraris hutan menjadi perluasan area bagi kegiatan pertanian dan peternakan.

Ketiga, bagi masyarakat industri hutan berperan sebagai sumber bahan baku industri.

Keempat, pada masyarakat pascaindustri, hutan berperan sebagai basis pelayanan masyarakat, terutama sumber air bersih, oksigen, dan biodiversitas.

"Kita saat ini memasuki era tarik menarik yang berkepanjangan antara hutan dalam konsep agraris, konsep industrial, dan konsep pasca industri," ungkapnya.

Di dalam kenyataanya agrarisasi dan industrialisasi berbasis hutan masih merupakan sektor ekonomi yang paling penting, seperti industri kertas, rayon, minyak sawit dan lain-lainya. Tetapi konsep agrarisasi dan industrialisasi tersebut sering dikontradiksikan dengan konsep pasca industri yang cenderung konservasi dan konservatif.

"Dalam kaitan ini saya mengharapkan Fakultas Kehutanan UGM untuk mencarikan titik temu, mencarikan jembatan, nah ini tugas untuk dipelajari dan dikembangkan konsep baru ala UGM," ujarnya.

Baca juga: Ketua MPR Ingatkan Jajaran Menteri Jokowi Koordinasi soal Kebijakan Pemerintah

Menurutnya, salah satu solusi yang patut diperhitungkan adalah pemanfaatan teknologi digital dengan mengembangkan precision forestry, yakni teknologi yang mampu menghitung secara cermat dan tepat dengan penggunaan teknologi digital dan komputasi dengan mengembangkan dan memanfaatkan big data analytics dan pengembangan kecerdasan buatan.

Melalui teknologi ini semangat gabungan antara penggunaan hutan dan konsep agraris dan industri tanpa mengorbankan pascaindustri bisa dikembangkan.

"Saya yakin Fakultas Kehutanan UGM mampu untuk mengembangkan inovasi-inovasi di era disrupsi sekarang ini dan membaca disrupsi untuk lompatan kemajuan kehutanan Indonesia," jelasnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.