Diduga Jadi Korban Pembunuhan, Makam Bocah SD di Jombang Dibongkar

Kompas.com - 23/10/2020, 15:36 WIB
Garis polisi dipasang di area pemakaman umum Desa Sambong Dukuh, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, saat pihak kepolisian membongkar salah satu makam yang diduga menjadi korban pembunuhan, Jumat (23/10/2020). KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍGaris polisi dipasang di area pemakaman umum Desa Sambong Dukuh, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, saat pihak kepolisian membongkar salah satu makam yang diduga menjadi korban pembunuhan, Jumat (23/10/2020).

JOMBANG, KOMPAS.com - Makam MAR, bocah berusia 12 tahun yang ditemukan tewas di lokasi wisata Sungai Kedung Cinet, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Rabu (21/10/2020) lalu, dibongkar pihak kepolisian.

Pembongkaran makam yang baru berusia 2 hari itu dilakukan pihak kepolisian pada Jumat (23/10/2020) pagi, disaksikan keluarga dan perangkat desa.

MAR ditemukan tewas di Sungai Kedung Cinet, Desa Pojok Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, pada Rabu.

Jenazah bocah kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah itu dimakamkan di pemakaman umum Desa Sambong Dukuh, Kecamatan Jombang.

Baca juga: Resep Sembuh Penyintas Covid-19 di Jombang, Rajin Konsumsi Bawang Putih, Madu dan Telur

Dugaan awal, bocah itu diduga tewas karena tenggelam di Sungai Kedung Cinet.

Namun, hasil penyelidikan polisi menemukan fakta lain.

Kapolsek Plandaan AKP Akwan mengungkapkan, hasil penyelidikan menemukan unsur kesengajaan atas meninggalnya korban oleh salah satu temannya.

"Hasil lidik menemukan unsur kesengajaan korban dibawa ke Kedung Cinet. Lalu di lokasi dilakukan tindakan yang mengarah ke tindak pidana pembunuhan," kata Akwan, Jumat.

Pihaknya telah memintai keterangan 2 teman korban yang datang bersama-sama ke Sungai Kedung Cinet.

Korban, kata Akwan, datang ke salah satu destinasi wisata alam di Kabupaten Jombang tersebut bersama AHR (16) dan MA (17).

 

Pihaknya terpaksa membongkar makam MAR untuk melakukan otopsi dan melengkapi hasil penyelidikan.

"Untuk (keterangan) lengkapnya, kami masih tunggu hasil otopsi oleh forensik," ujar Akwan.

Saat ini, lanjut dia, polisi menahan AHR untuk dimintai keterangan. Kasus tersebut ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Jombang.

Kepala Desa Sambong Dukuh Khoirur Rozikin mengungkapkan, pembongkaran makam salah satu warganya tersebut dilakukan atas permintaan keluarga.

Baca juga: Santri di Jombang Beberkan Kiatnya Sembuh dari Covid-19

Pihak keluarga korban, ujar dia, mengajukan pembongkaran makam setelah mendapatkan hasil penyelidikan awal terkait kematian korban.

Untuk diketahui, MAR ditemukan tewas di Sungai Kedung Cinet, salah satu destinasi wisata alam di Desa Pojok Klitih, Kabupaten Jombang.

Informasi awal yang beredar, korban tidak bisa berenang saat mencebur ke sungai hingga akhirnya tenggelam dan ditemukan tewas. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Ibu yang Lempar Atap Pabrik Dituntut 5 Tahun 6 Bulan Penjara, Kuasa Hukum: Itu Berlebihan

4 Ibu yang Lempar Atap Pabrik Dituntut 5 Tahun 6 Bulan Penjara, Kuasa Hukum: Itu Berlebihan

Regional
Pakai Jas Merah Hadiri Pelantikan Gibran, Rudy: Ini Semangat Baru

Pakai Jas Merah Hadiri Pelantikan Gibran, Rudy: Ini Semangat Baru

Regional
Demi Anak Jadi PNS, Kusmiyati Rela Utang Rp 200 Juta, Ternyata Ditipu Tetangga

Demi Anak Jadi PNS, Kusmiyati Rela Utang Rp 200 Juta, Ternyata Ditipu Tetangga

Regional
Oknum PNS di Riau yang Ditangkap Polisi karena Edarkan Sabu Ternyata Residivis

Oknum PNS di Riau yang Ditangkap Polisi karena Edarkan Sabu Ternyata Residivis

Regional
Antisipasi Penyebaran Covid-19, Pemkot Semarang Meniadakan Pesta Rakyat di Pelantikan Wali Kota Hendi

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Pemkot Semarang Meniadakan Pesta Rakyat di Pelantikan Wali Kota Hendi

Regional
Dicopot dari Ketua DPC Partai Demokrat Blora, Bambang Susilo Ungkap Alasannya Dukung KLB

Dicopot dari Ketua DPC Partai Demokrat Blora, Bambang Susilo Ungkap Alasannya Dukung KLB

Regional
Usai Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Gibran Kawal Percepatan Vaksinasi Covid-19

Usai Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Gibran Kawal Percepatan Vaksinasi Covid-19

Regional
Korban Tewas Tambang Ilegal Parigi Moutong Jadi 6 orang, 4 di Antaranya Perempuan

Korban Tewas Tambang Ilegal Parigi Moutong Jadi 6 orang, 4 di Antaranya Perempuan

Regional
Kakek Tunarungu Simpan 9 Karung Uang di Rumah, Lurah: Dihitung Sudah Rp 174 Juta, dan Masih Ada 2 Karung Lagi

Kakek Tunarungu Simpan 9 Karung Uang di Rumah, Lurah: Dihitung Sudah Rp 174 Juta, dan Masih Ada 2 Karung Lagi

Regional
Cerita Evakuasi, Jalan Kaki Selama 9 Jam demi Selamatkan Sakirin

Cerita Evakuasi, Jalan Kaki Selama 9 Jam demi Selamatkan Sakirin

Regional
Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Gibran Tak Langsung Tempati Rumah Dinas Loji Gandrung

Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Gibran Tak Langsung Tempati Rumah Dinas Loji Gandrung

Regional
Sudah 4 Hari, Ceceran Minyak Mentah Kembali Muncul di Pesisir Karawang

Sudah 4 Hari, Ceceran Minyak Mentah Kembali Muncul di Pesisir Karawang

Regional
Pria Asal Sumbar Cabuli 30 Bocah Laki-laki, Diduga Punya Kelainan Seks

Pria Asal Sumbar Cabuli 30 Bocah Laki-laki, Diduga Punya Kelainan Seks

Regional
Tangis Kusmiyati Tanggung Utang Bank Rp 200 Juta demi Anaknya Jadi PNS

Tangis Kusmiyati Tanggung Utang Bank Rp 200 Juta demi Anaknya Jadi PNS

Regional
Pelapor 4 Petugas Forensik Jadi Penista Agama Syok Kasusnya Dihentikan, Berupaya Ajukan Pra Peradilan

Pelapor 4 Petugas Forensik Jadi Penista Agama Syok Kasusnya Dihentikan, Berupaya Ajukan Pra Peradilan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X