Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Kompas.com - 21/10/2020, 23:00 WIB
Kapolres Mimika AKBP IGG Era Adhinata mendatangi lokasi keributan antardua kelompok warga di RT 18, Kampung Nawaripi, Distrik Wania-Timika, Rabu (21/10/2020) ANTARA/EVARIANUS SUPAR Kapolres Mimika AKBP IGG Era Adhinata mendatangi lokasi keributan antardua kelompok warga di RT 18, Kampung Nawaripi, Distrik Wania-Timika, Rabu (21/10/2020)

KOMPAS.com - Keributan antarwarga pecah di Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Timika, Rabu (21/10/2020). Penyebab keributan gara-gara masalah knalpot racing.

Waka Polres Mimika Kompol I Nyoman Punia mengatakan, kejadian bermula saat tiga pelaku berboncengan sepeda motor menggunakan knalpot racing melintas di depan rumah seorang warga berinisial DD.

Saat itu, DD sedang menidurkan anaknya yang masih kecil. DD yang merasa terganggu kemudian menegur para pelaku.

Bukannya meminta maaf, para pelaku malah memukul DD sehingga terjadi perkelahian antara DD dengan ketiga orang itu diikuti oleh warga dari kedua belah kubu. Para pelaku juga merusak rumah DD.

Baca juga: Satgas Covid-19 Papua: 3.359 Pasien Positif Covid-19 Masih Dirawat

Personel gabungan Polres Mimika dan Brimob BKO dari Polda Maluku dipimpin Kapolres Mimika AKBP IGG Era Adhinata langsung mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan dua kelompok warga yang terlibat keributan.

"Persoalan antarwarga Kampung Nawaripi sudah diselesaikan dan kondisi saat ini sudah aman. Pelaku yang memulai keributan sudah kami amankan, jumlahnya tiga orang," ungkap Nyoman, seperti dilansir dari Antara, Rabu.

Pihak kepolisian mengumpulkan para tokoh masyarakat dari dua kelompok yang bertikai agar persoalan tidak melebar dan dapat diselesaikan.

Baca juga: Menko PMK: Bantuan Sembako Akan Diantar Langsung ke KPM di Sejumlah Daerah di Papua dan Papua Barat

Kepala Kampung Nawaripi Norbertus Ditubun mengharapkan kedua belah pihak yang bertikai tidak memperpanjang masalah.

"Kami sangat mengharapkan warga Nawaripi menjaga situasi yang aman dan tertib, kami tidak menginginkan ada keributan karena akan merugikan warga sendiri. Ke depan kami akan melakukan penyuluhan hukum agar warga bisa lebih tertib hukum dan tidak main hakim sendiri dalam menyelesaikan setiap permasalahan," kata Norbertus.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Bawa Kabur Rp 134 Juta, Bandar Arisan Online Dilaporkan ke Polisi, Ini Kronologinya

Diduga Bawa Kabur Rp 134 Juta, Bandar Arisan Online Dilaporkan ke Polisi, Ini Kronologinya

Regional
Cerita Para Perempuan Terdampak Covid-19, Alami Stress hingga  Kekerasan Fisik dan Psikis

Cerita Para Perempuan Terdampak Covid-19, Alami Stress hingga Kekerasan Fisik dan Psikis

Regional
Cerita Ayah Angkat Bocah 8 Tahun yang Konsumsi Susu Campur Narkoba sejak Bayi: Dia Pusing Jika Tak Mencuri

Cerita Ayah Angkat Bocah 8 Tahun yang Konsumsi Susu Campur Narkoba sejak Bayi: Dia Pusing Jika Tak Mencuri

Regional
Cerita Warga Malang Kehilangan Ratusan Juta, Modus Pulsa Gratis hingga Diminta Sebut OTP

Cerita Warga Malang Kehilangan Ratusan Juta, Modus Pulsa Gratis hingga Diminta Sebut OTP

Regional
Cerita Ibu Laporkan Anaknya Sendiri, Emas yang Dipersiapkan Untuk Kuliah Dicuri, Dipakai Foya-foya Bersama Pacar

Cerita Ibu Laporkan Anaknya Sendiri, Emas yang Dipersiapkan Untuk Kuliah Dicuri, Dipakai Foya-foya Bersama Pacar

Regional
Sudah 2 Bulan Luwu Gelar Sekolah Tatap Muka, Jumlah Siswa Dibatasi 50 Persen

Sudah 2 Bulan Luwu Gelar Sekolah Tatap Muka, Jumlah Siswa Dibatasi 50 Persen

Regional
Nikahkan Putrinya di Mushala Polsek, Tersangka Pencurian Tak Kuasa Menahan Tangis

Nikahkan Putrinya di Mushala Polsek, Tersangka Pencurian Tak Kuasa Menahan Tangis

Regional
Tertipu Modus Pulsa Gratis, Perempuan Ini Kehilangan Uang Ratusan Juta Rupiah

Tertipu Modus Pulsa Gratis, Perempuan Ini Kehilangan Uang Ratusan Juta Rupiah

Regional
Pukat UGM soal KPK Tangkap Menteri Edhy: Tangkapan yang Signifikan

Pukat UGM soal KPK Tangkap Menteri Edhy: Tangkapan yang Signifikan

Regional
Klaim 80 Persen SMA/SMK Siap Gelar Belajar Tatap Muka, Disdik Papua: Harus Banyak OPD Terlibat

Klaim 80 Persen SMA/SMK Siap Gelar Belajar Tatap Muka, Disdik Papua: Harus Banyak OPD Terlibat

Regional
Tercatat 74 Kasus Positif Covid-19 Baru di NTT, Paling Banyak di Kota Kupang

Tercatat 74 Kasus Positif Covid-19 Baru di NTT, Paling Banyak di Kota Kupang

Regional
Debat Pilkada Karawang Soal Atasi Kemiskinan, Ada Paslon yang Mau Bangun 'Silicon Valley' hingga Tawarkan Kartu Kewirausahaan

Debat Pilkada Karawang Soal Atasi Kemiskinan, Ada Paslon yang Mau Bangun "Silicon Valley" hingga Tawarkan Kartu Kewirausahaan

Regional
25 Petugas Sortir dan Lipat Surat Suara di Solo Diupah Rp 225.000

25 Petugas Sortir dan Lipat Surat Suara di Solo Diupah Rp 225.000

Regional
Kadisdik Jatim Belum Cuti meski Istrinya Maju Pilkada, Inspektorat: Gubernur Sudah Mengingatkan

Kadisdik Jatim Belum Cuti meski Istrinya Maju Pilkada, Inspektorat: Gubernur Sudah Mengingatkan

Regional
Ribuan Buruh Cianjur Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan UMK 2021

Ribuan Buruh Cianjur Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan UMK 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X