Dijaga Ketat TNI-Polri, Demo Tolak UU Cipta Kerja di Malang Berakhir Damai

Kompas.com - 20/10/2020, 18:01 WIB
Massa aksi menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja saat menuju Bundaran Tugu Kota Malang, Selasa (20/10/2020). KOMPAS.COM/ANDI HARTIKMassa aksi menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja saat menuju Bundaran Tugu Kota Malang, Selasa (20/10/2020).

MALANG, KOMPAS.com - Demonstrasi menolak omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja di Kota Malang berakhir damai pada Selasa (20/10/2020).

Massa membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 17.00 WIB.

Demonstran yang terdiri dari mahasiswa dan buruh itu memulai aksi dari Perempatan Rajabali, Kota Malang. Mereka berkumpul dan berorasi dengan menutup perempatan itu.

Baca juga: Jaga Demo Tolak Omnibus Law, 260 Petugas Satpol PP Jaksel Dikerahkan Bantu TNI-Polri

Hal itu menyebabkan toko dan bank di perempatan itu tak beroperasi. Selama berorasi, massa terlihat menjaga ketat barisannya agar tak disusupi.

Perwakilan Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI), Andi Irfan memastikan, massa yang tergabung dalam Aliansi Malang Melawan itu tidak akan ricuh.

Menurutnya, kericuhan dalam aksi pekan lalu terjadi karena kebuntuan dialog antara demonstran dan aparat keamanan.

"Surabaya, Jakarta, semua terjadi dengan pola yang sama, ketidaksiapan polisi untuk berdialog dengan demonstran," kata Andi di lokasi, Selasa (20/10/2020).

Tuntutan para demonstran masih sama seperti sebelumnya, menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja.

Mereka juga meminta Presiden Joko Widodo menerbitkan peraturan pengganti undang-undang (perppu).

Baca juga: Aksi Borong Premium Masih Terjadi meski Sudah Ditegur, Pemkab Pamekasan Siapkan Sanksi

"Semua demonstran punya suara yang sama, menolak pengesahan UU Cipta Kerja, meminta Presiden untuk mengesahkan perppu untuk pembatalan UU Cipta Kerja," katanya.

Andi menilai Presiden Joko Widodo tak memperhatikan aspirasi para demonstran.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sederet Fakta Bupati Situbondo Meninggal karena Covid-19, Disebut Terserang Virus yang Tergolong Ganas

Sederet Fakta Bupati Situbondo Meninggal karena Covid-19, Disebut Terserang Virus yang Tergolong Ganas

Regional
Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar, Pemkab Sidoarjo Pasang CCTV

Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar, Pemkab Sidoarjo Pasang CCTV

Regional
Debat Pilkada Wonogiri, Paslon Harjo Soroti soal Investasi

Debat Pilkada Wonogiri, Paslon Harjo Soroti soal Investasi

Regional
Dicekoki Pacar Miras hingga Mabuk, Gadis di Bawah Umur Dicabuli 5 Temannya

Dicekoki Pacar Miras hingga Mabuk, Gadis di Bawah Umur Dicabuli 5 Temannya

Regional
Pelajar yang Jadi Tersangka Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di Jember Dibebaskan

Pelajar yang Jadi Tersangka Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di Jember Dibebaskan

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Disdikpora Bantul Tunggu Izin Bupati dan Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Disdikpora Bantul Tunggu Izin Bupati dan Orangtua

Regional
Jengah dengan Pandemi, Emak-emak Petani Ciptakan Batik Tulis Bermotif Corona

Jengah dengan Pandemi, Emak-emak Petani Ciptakan Batik Tulis Bermotif Corona

Regional
Kronologi KKB Serang Pasukan TNI yang Sedang Patroli di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Kronologi KKB Serang Pasukan TNI yang Sedang Patroli di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Regional
Pasien Covid-19 Meninggal di Salatiga Bertambah, Razia Protokol Kesehatan Digencarkan

Pasien Covid-19 Meninggal di Salatiga Bertambah, Razia Protokol Kesehatan Digencarkan

Regional
Kondisi 3 Prajurit TNI yang Terluka dalam Kontak Senjata dengan KKB di Nduga

Kondisi 3 Prajurit TNI yang Terluka dalam Kontak Senjata dengan KKB di Nduga

Regional
Kata BPOM Soal Uji Klinis Vaksin Covid-19: Dalam Sebulan Aspek Khasiatnya Hasilnya Baik

Kata BPOM Soal Uji Klinis Vaksin Covid-19: Dalam Sebulan Aspek Khasiatnya Hasilnya Baik

Regional
Kontak Senjata TNI dengan KKB di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Kontak Senjata TNI dengan KKB di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Regional
Mayoritas Wali Murid Ingin Sekolah Dibuka Kembali, Ini Sikap Wali Kota Probolinggo...

Mayoritas Wali Murid Ingin Sekolah Dibuka Kembali, Ini Sikap Wali Kota Probolinggo...

Regional
3 Petugas Tracing Dinkes Jember Positif Covid-19, Kantor Ditutup

3 Petugas Tracing Dinkes Jember Positif Covid-19, Kantor Ditutup

Regional
Di Tengah Pandemi Covid-19, Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak Menonjol di Sulteng

Di Tengah Pandemi Covid-19, Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak Menonjol di Sulteng

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X