Gubernur Kaltim soal UU Cipta Kerja: Saya Tidak Sekolah, Saya Tidak Paham Isinya

Kompas.com - 13/10/2020, 17:00 WIB
Gubernur Kaltim Isran Noor saat di kantor DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Kota Samarinda, Senin (12/10/2020). Dok. Biro Humas Pemprov KaltimGubernur Kaltim Isran Noor saat di kantor DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Kota Samarinda, Senin (12/10/2020).

SAMARINDA, KOMPAS. com – Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor, kembali mengeluarkan pernyataan nyeleneh menanggapi aksi demo penolakan omnibus law Undang-undang (UU) Cipta Kerja di Samarinda.

Isran awalnya mengaku tak paham soal omnibus law.

“Apa itu omnibus law?” tanya Isran kepada awak media saat dikonfirmasi mengenai sikapnya menanggapi aksi penolakan UU Cipta Kerja di gedung DPRD Kaltim, Selasa (12/10/2020).

Baca juga: Polisi Bubarkan Demonstran di DPRD Kaltim dengan Gas Air Mata, Ada yang Patah Tangan

Setelah menyebut tidak tahu soal omnibus law, Isran kemudian menyebut tidak paham isi UU Cipta Kerja karena tak sekolah.

Untuk itu dia tak bisa mengakomodasi tuntutan mahasiswa yang meminta sikapnya menolak UU Cipta Kerja.

“Saya kan enggak sekolah. Karena orang enggak sekolah pengetahuannya sedikit. Jadi saya tolak-tolak bisa salah saya. Mereka (mahasiswa) kan sekolah semua,” lanjut dia.

“Karena saya ini sekolah rendah, saya tidak mengetahui isi lengkap. Yang saya tahu tujuan pemerintah buat UU itu justru bangun bangsa ini dengan mudah. Ciptakan investasi dan lapangan kerja,” sambung dia.

Baca juga: Temui Demonstran, Wagub Kaltim Ogah Teken Pernyataan Tolak UU Cipta Kerja

Isran mengaku hanya bisa memfasilitasi tuntutan mahasiswa ke pemerintah pusat. Asal, mahasiswa menyertakan alasan jelas.

“Kalau mereka ingin sampaikan aspirasi, dokumen mana, alasannya mana kami akan sampaikan ke presiden dan DPR RI,” jelas dia.

“Kami akan sampaikan ke pemerintah pusat, ini loh aspirasi masyarakat Kaltim,” sambung dia.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bakat Setiawan Nekat Mendaki ke Puncak Gunung Merapi Meski Berstatus Level 3, Ini Pengakuannya...

Bakat Setiawan Nekat Mendaki ke Puncak Gunung Merapi Meski Berstatus Level 3, Ini Pengakuannya...

Regional
Buaya Muara Terjebak di Parkiran Pusat Perbelanjaan di Palu

Buaya Muara Terjebak di Parkiran Pusat Perbelanjaan di Palu

Regional
Ini Misi Paslon Jaya-Wira dan Amerta soal Membangkitkan Ekonomi Kota Denpasar Saat Covid-19

Ini Misi Paslon Jaya-Wira dan Amerta soal Membangkitkan Ekonomi Kota Denpasar Saat Covid-19

Regional
Debat Pilkada Denpasar, Ini Misi Kedua Paslon soal Penanganan Covid-19

Debat Pilkada Denpasar, Ini Misi Kedua Paslon soal Penanganan Covid-19

Regional
Tawuran Antar Simpatisan Paslon di Pilkada Malaka, 13 Orang Ditangkap

Tawuran Antar Simpatisan Paslon di Pilkada Malaka, 13 Orang Ditangkap

Regional
Peringatan dan Pesan Ridwan Kamil ke Wali Kota Cimahi yang Ditangkap KPK

Peringatan dan Pesan Ridwan Kamil ke Wali Kota Cimahi yang Ditangkap KPK

Regional
Fakta Pembunuhan Satu Keluarga di Sigi, Pelaku Diduga Kelompok MIT, 150 KK Diungsikan

Fakta Pembunuhan Satu Keluarga di Sigi, Pelaku Diduga Kelompok MIT, 150 KK Diungsikan

Regional
Ada yang Nekat Mendaki Gunung Merapi, BPPTKG: Tidak Dibenarkan karena Membahayakan Diri

Ada yang Nekat Mendaki Gunung Merapi, BPPTKG: Tidak Dibenarkan karena Membahayakan Diri

Regional
Viral Video Kondisi Kawah Merapi Saat Berstatus Level 3, Pemilik Akun: Bahaya Merapi Nyata

Viral Video Kondisi Kawah Merapi Saat Berstatus Level 3, Pemilik Akun: Bahaya Merapi Nyata

Regional
4 Desa di Kepulauan Meranti Terendam Banjir akibat Kanal Meluap

4 Desa di Kepulauan Meranti Terendam Banjir akibat Kanal Meluap

Regional
Kenalan di Facebook, PNS di Riau Ditipu Tentara AS Gadungan Rp 271 Juta, Korban Janji Dinikahi

Kenalan di Facebook, PNS di Riau Ditipu Tentara AS Gadungan Rp 271 Juta, Korban Janji Dinikahi

Regional
ABK yang Lompat Saat Kapal Diserang Perompak di Sorong Ditemukan Tewas

ABK yang Lompat Saat Kapal Diserang Perompak di Sorong Ditemukan Tewas

Regional
Ridwan Kamil Sudah Peringatkan Wali Kota Cimahi Sebelum Ditangkap KPK

Ridwan Kamil Sudah Peringatkan Wali Kota Cimahi Sebelum Ditangkap KPK

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 November 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 28 November 2020

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 November 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 November 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X