Rombongan Warga Tersesat di Hutan Agam Ditemukan, Kondisinya Lemah dan Cedera

Kompas.com - 04/10/2020, 20:49 WIB
Ilustrasi hutan ShutterstockIlustrasi hutan

PADANG, KOMPAS.com- Rombongan warga Limapuluh Kota, Sumatera Barat, yang dilaporkan tersesat di hutan Kabupaten Agam, Minggu (4/10/2020) akhirnya ditemukan.

"Rombongan sudah ditemukan. Totalnya 84 orang, bukan 77 orang. Saat ini sedang dalam proses evakuasi," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Syafrizal yang dihubungi Kompas.com, Minggu.

Syafrizal mengatakan rombongan itu ditemukan di hutan perbatasan Agam dengan Limapuluh Kota.

Baca juga: Cari Objek Wisata, 91 Warga LimaPuluh Kota Tersesat di Hutan Perbatasan, Ini Kronologinya

Mereka dalam kondisi lemah dan bahkan ada yang harus ditandu karena mengalami cedera dan luka.

Menurut Syafrizal, penemuan rombongan itu berawal dari ditemukannya tiga orang yang terpisah.

Baca juga: 91 Warga Tersesat di Hutan Perbatasan Limapuluh Kota-Agam, 14 Ditemukan Selamat

"Dari tiga warga ini akhirnya ditemukan rombongan besar. Tiga orang ini memang diminta rombongan besar turun meminta bantuan," jelas Syafrizal

Dikatakan Syafrizal, BPBD Agam saat ini terus mengevakuasi dan mengirim logistik ke lokasi.

"Evakuasi saat ini masih berlangsung. Kalau belum selesai, besok pagi dilanjutkan lagi," jelas Syafrizal.

Baca juga: Fakta Terkini 91 Warga Tersesat di Hutan Agam, Cari Sumber Air dan Survei Lokasi Wisata

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 91 warga Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat dilaporkan tersesat di hutan Kabupaten Agam, Minggu (4/10/2020).

Dari 91 orang itu, baru ditemukan 14 orang dalam kondisi selamat. Sementara sisanya masih dalam pencarian.

"Ada 91 warga yang dilaporkan tersesat. Baru 14 orang yang ditemukan selamat," kata Kepala BPBD Agam, M Lutfi AR yang dihubungi Kompas.com, Minggu.

Lutfi mengatakan 91 warga itu terdiri dari dua rombongan dan berangkat dari Limapuluh Kota, pada Sabtu (3/10/2020) pagi.

Rombongan pertama berjumlah 14 orang yang dikomandoi Wali Nagari atau Kepala Desa Suayan, Limapuluh Kota, Mis Farizon.

Rombongan ini melintasi hutan perbatasan Limapuluh Kota-Agam dengan tujuan mencari sumber air.

Sementara rombongan kedua terdiri dari 77 orang bertujuan untuk mencari obyek wisata perbatasan. Namun, setelah ditemukan ternyata ada 84 orang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X