Viral, Foto Kartu Keluarga Digunakan Jadi Bungkus Tempe di Pasar, Ini Penjelasan Dukcapil

Kompas.com - 01/10/2020, 05:30 WIB
 Viral di media sosial foto kartu keluarga (KK) dijadikan bungkus tempe di pasar. Tangkapan layar KompasTV Viral di media sosial foto kartu keluarga (KK) dijadikan bungkus tempe di pasar.

KOMPAS.com - Viral di media sosial foto kartu keluarga (KK) dijadikan bungkus tempe di pasar.

Foto tersebut diunggah Heri Pradana, warga Desa Nongkodono, Kauman, Ponorogo, di laman Facebook ICWP beberapa hari lalu.

Namun, karena menuai beragam komentar dan dinilai membuat resah, foto-foto KK tersebut dihapus.

Awalnya, Heri dan istrinya Arini belanja tempe di pasar. Heri terkejut saat mendapati lebih dari 10 tempe dibungkus dengan KK.

Baca juga: Istri Meninggal dan Putrinya Lumpuh, Koestomo: Selama Masih Kuat, Saya Akan Terus Merawat Anak Saya

Dia pun mengunggah temuan tersebut. Tak berselang lama, unggahan itu viral.

Karena beragam komentar, akhirnya Heri memutuskan untuk menghapus foto itu.

Selain itu, KK yang dijadikan bungkus tempe itu pun akhirnya dibakar karena takut disalahgunakan.

"Paginya langsung ramai, langsung tak hapus. Terus ternyata sudah banyak yang share," ujar Arini dikutip dari Kompas TV, Rabu (30/9/2020).

Baca juga: Pesan Terakhir Bripka Christin untuk Suami Tercinta: Pa, Saya Pergi Duluan, Lihat Anak-anak

Kepala desa dan kepolisian setempat juga datang ke lokasi untuk memintai keterangan warga.

Apalagi, kartu keluarga tersebut berasal dari sejumlah kecamatan di Ponorogo.

"Mudah-mudahan tidak terulang kembali. Seharusnya dapat dimusnahkan, tapi digunakan untuk bungkus tempe," ujar Kepala Desa Nongkodono, Jemadi.

"Bagi mereka penjual atau pembuat tempe pasti dapat kertas enggak tahu. Otomatis belilah, soalnya penjual tempe tiap hari untuk bungkus," imbuhnya.

 

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Ponorogo juga menyayangkan kejadian tersebut.

Meski data warga dijamin keamanannya, tetapi menggunakan dokumen KK untuk bungkus tempe jelas tidak dibenarkan.

Pihak dinas dukcapil telah membentuk tim kecil untuk menelusuri temuan ini. Dugaan sementara, itu merupakan KK asli, tetapi sudah tidak berlaku.

"Yang kami telusuri, melihat potongan di media tampak asli. Sebelum kami memastikan, yang di-posting belum tentu asli. Toh kalau asli kan berada di tangan penduduk atau masyarakat. Bila benar, kenapa asli kok bisa lepas dari tangan penduduk," ujar Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil Disdukcapil Ponorogo, Suwadi.

"Insya Allah tidak (disalahgunakan). Cuma masyarakat yang sembrono, kalau dirasa dokumen asli, dipegang, digunakan," tambahnya.



Sumber Kompas TV
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X