Paslon Jekek-Setyo Pilih Tak Sengketakan Kata "Nyawiji" ke Bawaslu

Kompas.com - 30/09/2020, 23:43 WIB
Deklarasi kampanye damai pilkada Wonogiri yang digelar KPU setempat gagal terlaksana menyusul tidak ada kesepakatan antara paslon nomer urut satu, Harjo dan paslon nomer urut dua JOSSS terkait penggunaan kata-kata Nyawiji dalam alat peraga kampanye (APK). KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWIDeklarasi kampanye damai pilkada Wonogiri yang digelar KPU setempat gagal terlaksana menyusul tidak ada kesepakatan antara paslon nomer urut satu, Harjo dan paslon nomer urut dua JOSSS terkait penggunaan kata-kata Nyawiji dalam alat peraga kampanye (APK).

WONOGIRI, KOMPAS.com - Ketua Tim Kampanye paslon Joko Sutopo-Setyo Sukarno (JOSSS), Sriyono menyatakan tidak akan menyengketakan berita acara KPU Wonogiri yang membolehkan kedua paslon menggunakan kata nyawiji pada alat peraga kampanye (APK) Pilkada Wonogiri.

“Sampai saat ini kami belum berpikir menyengketakan persoalan kata nyawiji ke Bawaslu. Tetapi pada prinsipnya kami sampaikan tim bahwa kehidupan politik yang beretika itu harus ditanamkan pada masyarakat dimulai dari partai politik,” kata Sriyono.

Baca juga: Gegara Kata Nyawiji, Deklarasi Kampanye Damai Pilkada Wonogiri Gagal

Menurut Sriyono, kasus munculnya kata nyawiji pada dua paslon merupakan pelanggaran etika.

Persoalan itu tidak bisa dibawa ke ranah hukum karena tidak ada pasal yang mengatur tentang pelanggaran etika politik.

“Ini sama halnya kalau kita ketemu lewat ibu guru harus membungkuk permisi. Namun, ketika tidak membungkuk tidak akan dihukum,” kata Sriyono.

Terhadap fakta itu, Sriyono saat ini memilih fokus membangun kehidupan politik yang beretika di wilayah Wonogiri.

Pasalnya, ada tata krama dalam kehidupan berpolitik, sehingga bisa terbangun suasana yang harmonis dan saling membangun serta menguatkan.

“Secara prinsip dari peristiwa kemarin kita sudah mulai diskusi sampai organisasi bahwa ini pelanggaran etika. Etika politik yang harus dibangun Wonogiri sehingga mencerdaskan rakyat dan konstituen. Bagaimana kita membangunnya, kita jangan mengulang hal semacam itu,” ungkap Sriyono.

Baca juga: Saat Dua Paslon di Wonogiri Berebut Kata Nyawiji untuk Slogan Mereka

Dia menambahkan sejatinya solusi yang terbaik kasus itu sebenarnya lewat mediasi seperti yang diatur PKPU.

Hanya saja, saat mediasi dibutuhkan kerendahan hati agar satu sama lain menerima.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kader Ramai-ramai Copot Kaus Paslon yang Diusung PDI-P, Ini Ceritanya

Kader Ramai-ramai Copot Kaus Paslon yang Diusung PDI-P, Ini Ceritanya

Regional
Imbauan Pemkot Medan, Warga dan Perangkat Daerah Diminta Siaga Hadapi Banjir

Imbauan Pemkot Medan, Warga dan Perangkat Daerah Diminta Siaga Hadapi Banjir

Regional
Terpapar Covid-19, Dokter Sahabat Ganjar Ini Kondisinya Membaik Selepas Terapi Plasma Konvalesen

Terpapar Covid-19, Dokter Sahabat Ganjar Ini Kondisinya Membaik Selepas Terapi Plasma Konvalesen

Regional
Siswa Tak Punya Ponsel dan Internet untuk Belajar, Ini Solusinya

Siswa Tak Punya Ponsel dan Internet untuk Belajar, Ini Solusinya

Regional
[POPULER NUSANTARA] 'Aksi di Rumah Mahfud MD Bukan Tanggung Jawab Saya' | Tukang Bakso Ditendang Pembeli

[POPULER NUSANTARA] "Aksi di Rumah Mahfud MD Bukan Tanggung Jawab Saya" | Tukang Bakso Ditendang Pembeli

Regional
Soal Demo di Rumah Mahfud MD, Korlap Mengaku Aksi Susulan dan Inisiatif Massa: Bukan Tanggung Jawab Saya

Soal Demo di Rumah Mahfud MD, Korlap Mengaku Aksi Susulan dan Inisiatif Massa: Bukan Tanggung Jawab Saya

Regional
Bermula 8 Siswa SMK Batuk dan Anosmia, Terbongkar 179 Siswa Positif Covid-19

Bermula 8 Siswa SMK Batuk dan Anosmia, Terbongkar 179 Siswa Positif Covid-19

Regional
4 Nelayan Diselamatkan Kapal Asing Setelah 12 Jam Karam di Tengah Laut

4 Nelayan Diselamatkan Kapal Asing Setelah 12 Jam Karam di Tengah Laut

Regional
Cerita Kemisan Berjalan Kaki 400 Km dari Kulon Progo, Setahun Hilang dan Dirazia Satpol PP di Surabaya

Cerita Kemisan Berjalan Kaki 400 Km dari Kulon Progo, Setahun Hilang dan Dirazia Satpol PP di Surabaya

Regional
Cerita FR yang Hilang di Tambang Pasir, Tidur di 'Backhoe' Saat Awan Panas Gunung Semeru Menerjang

Cerita FR yang Hilang di Tambang Pasir, Tidur di "Backhoe" Saat Awan Panas Gunung Semeru Menerjang

Regional
Cerita Losmen Puri, Penginapan Tua di Denpasar yang Masih Bertahan

Cerita Losmen Puri, Penginapan Tua di Denpasar yang Masih Bertahan

Regional
6 Bupati yang Terinfeksi Covid-19 dalam Sebulan Terakhir

6 Bupati yang Terinfeksi Covid-19 dalam Sebulan Terakhir

Regional
Fakta Terbaru Pengepungan Rumah Mahfud MD, Korlap Tak Mau Tanggung Jawab, Tak Tahu Ada yang Diperiksa Polisi

Fakta Terbaru Pengepungan Rumah Mahfud MD, Korlap Tak Mau Tanggung Jawab, Tak Tahu Ada yang Diperiksa Polisi

Regional
Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Regional
179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X