Fenomena Hujan Es di Kota Cimahi, Ini Penyebabnya

Kompas.com - 24/09/2020, 07:56 WIB
Hujan deras disertai es turun di wilayah Kota Cimahi, Rabu (23/9/2020). ANTARA/Bagus Ahmad RizaldiHujan deras disertai es turun di wilayah Kota Cimahi, Rabu (23/9/2020).

CIMAHI, KOMPAS.com - Wilayah Kota Cimahi, Jawa Barat, dilanda hujan es pada Rabu (23/9/2020), sekitar pukul 14.40 WIB.

Fenomena hujan deras disertai butiran es dengan angin kencang itu berlangsung hingga pukul 15.00 WIB.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Bandung Tony Agus Wijaya menjelaskan  bahwa fenomena itu lumrah terjadi saat cuaca ekstrem melanda sebuah wilayah.

Baca juga: Depok, Kota Bogor, Cimahi, dan Kabupaten Bekasi Masuk Zona Merah

Saat ini, menurut Tony, wilayah Bandung Raya memang sedang memasuki pancaroba.

"Terbentuknya awan Cumulonimbus atau awan gelap berlapis yang menyebabkan terjadi cuaca ekstrem, contohnya seperti hujan lebat dan hujan es," kata Tony kepada Antara, Rabu.

Tony mengatakan, butiran es itu terbentuk karena sebagian awan hujan melebihi batas ketinggian lapisan beku di udara setinggi 5 kilometer.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk itu, ia mengingatkan masyarakat agar waspada saat memasuki musim pancaroba ini, karena berpotensi memunculkan peristiwa hujan deras disertai butiran es.

"Kami imbau warga berhati-hati saat melintas ketika hujan deras dan hujan es terjadi," kata Tony Agus Wijaya.

Baca juga: Hujan Es Terjadi di Bogor, Ini Penjelasan BMKG

Butiran es yang turun saat hujan deras di Kota Cimahi itu berukuran sebesar bola kelereng dan lebih kecil.

Masyarakat yang sedang berkendara di jalan raya juga segera berteduh dan ada juga yang mengabadikan fenomena itu dengan kamera.

Sebelumnya, Stasiun Meteorologi Citeko, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyatakan bahwa hujan es juga telah terjadi di sejumlah kecamatan di Kota dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

fenomena hujan es tersebut baru pertama kali terjadi dengan cakupan luas di sejumlah wilayah

Sejumlah warga membenarkan bahwa fenomena hujan es itu terjadi di wilayah tempat tinggalnya.

Yuli (28), warga Kecamatan Rancabungur, salah satunya.

Dia mengungkapkan bahwa hujan es terjadi sekitar pukul 17.00 WIB.

Es yang jatuh dari langit berbentuk butiran seukuran kelereng kecil itu berlangsung sekitar 15 menit.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Regional
Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.