Usai Demo Penambangan Pasir Laut, 11 Warga Ditangkap dan Perahunya Dirusak Aparat

Kompas.com - 13/09/2020, 16:14 WIB
Warga Pulau Kodingareng Lompo Makassar saat memprotes penangkapan nelayan dan aktivis mahasiswa saat aksi protes tambang pasir di perairan Makassar, Sabtu (12/9/2020). Dok IstimewaWarga Pulau Kodingareng Lompo Makassar saat memprotes penangkapan nelayan dan aktivis mahasiswa saat aksi protes tambang pasir di perairan Makassar, Sabtu (12/9/2020).
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Aksi unjuk rasa yang dilakukan para nelayan dan mahasiswa terhadap aktivitas penambangan pasir laut di Pulau Kodingareng, Makassar, berujung penangkapan oleh polisi.

Tidak hanya ditangkap, perahu yang digunakan warga tersebut juga dirusak dan salah seorang peserta aksi diduga dianiaya oleh aparat kepolisian.

Dugaan tindak kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian tersebut terjadi pada Sabtu (12/9/2020) pagi.

Advokat publik dari LBH Makassar, Edy Kurniawan mengatakan, total warga yang ditangkap polisi dalam peristiwa itu ada sebanyak 11 orang.

Mereka di antaranya tujuh nelayan Pulau Kodingareng, tiga mahasiswa dari lembaga pers kampus, dan satu orang aktivis lingkungan.

Baca juga: Polisi Tangkap 7 Nelayan dan 3 Mahasiswa Makassar yang Tolak Penambangan Pasir Laut

Ditangkap dan perahu dirusak

Ilustrasi penangkapanThink Stock Ilustrasi penangkapan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Edy mengatakan, aksi demonstrasi itu dilakukan warga setelah mengetahui adanya aktivitas penambangan pasir yang dilakukan kapal PT Royal Boskalis di wilayah tangkap nelayan.

Dalam aksi protes itu, warga yang didominasi para ibu-ibu tersebut menggunakan tiga kapal jolloro dan 45 kapal lepa-lepa.

Mengetahui adanya penolakan dari warga itu, kapal penambang pasir tersebut kemudian pergi meninggalkan lokasi.

Merasa aksi protes yang dilakukan berhasil mengusir kapal penambang tersebut, mereka kemudian pulang.

Namun saat di tengah perjalanan, tiba-tiba datang dua speed boat milik Polairud Polda Sulsel.

Mereka langsung menabrak perahu yang digunakan warga tersebut.

"Perahu nelayan kemudian ditabrak dan alat kendali perahu dirusak. Perahu terus didorong hingga penumpang dan nelayan yang ada di atas hampir terjatuh ke laut," ujar Edy.

Baca juga: Tambang Pasir Laut Sebabkan 60 Persen Pulau Citlim Karimun Rusak

Tak hanya itu, aparat polisi tersebut juga langsung melakukan penangkapan terhadap sejumlah warga dan mahasiswa yang diketahui bertugas melakukan peliputan.

Bahkan, satu warga di antaranya yang ditangkap juga dilakukan penganiayaan.

"Wajahnya dipukul dan leher diinjak serta handphone yang dipakai merekam jatuh ke laut saat hendak disita polisi," kata Edy.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.