Ngajar di Pedalaman, Guru Honorer Ini Dihadiahi Rp 15 Juta dari Jokowi

Kompas.com - 11/08/2020, 16:26 WIB
Suasana Suardi mendatangi rumah  siswa belajar di Kecamatan Uluere Bantaeng, Sulawesi Selatan. KOMPAS.com/NURWAHIDAHSuasana Suardi mendatangi rumah siswa belajar di Kecamatan Uluere Bantaeng, Sulawesi Selatan.

BANTAENG, KOMPAS.com -  Suardi (29), guru honorer di SD Negeri Lanyying, Kecamatan Uluere Bantaeng, Sulawesi Selatan, dihadiahi uang Rp 15 juta oleh Presiden Joko Widodo.

Pemberian hadiah tersebut atas pengabdiannya selama lima tahun mengajar di daerah pedalaman.

"Saya sangat senang sekali atas hadiah tersebut. Intinya jika kita yakin dan ikhlas dalam bekerja pasti ada hikmahnya," kata Suardi saat dihubungi Kompas.com, Selasa (11/8/2020).

Baca juga: Cerita Suardi Jadi Guru Honorer di Daerah Terpencil, Semangat Mengabdi meski Gaji Rp 720.000 Per 4 Bulan

Suardi bercerita pada 2 Agustus 2020 dihubungi oleh staf kepresidenan akan dihadiahi uang tunai sebesar Rp 15 juta.

Ia kemudian diminta untuk memberikan nomor rekening dan alamat lengkapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Akhirnya, saya kirim data yang diminta. Dan pada tanggal 5 Agustus, uang Rp 15 juta masuk ke rekening saya," ujarnya.

Uang tersebut akan digunakan Suardi untuk membeli sepeda motor.

Selama ini dia mengajar menggunakan angkutan umum.

Untuk itu, dia berpesan kepada guru yang masih honorer tetap semangat dalam mencerdaskan anak bangsa.

Baca juga: Siswanya Tak Punya HP, Guru Ini Rela Lalui Jalanan Rusak Saban Hari untuk Mengajar di Rumah

Sebelumnya diberitakan, Suardi (29), seorang guru mendatangi rumah anak didiknya satu per satu karena sebagian siswa tidak memiliki ponsel pintar untuk mengikuti belajar daring.

Saat menyambangi rumah siswa, Suardi tetap mengutamakan protokol demi pencegahan Covid-19, seperti memakai masker dan menjaga jarak.

Setiap pagi ia berkeliling mendatangi satu per satu anak didiknya. Meski jalanan rusak parah jadi rute sehari-hari.

Suardi harus menggunakan mobil angkutan umum menemui siswanya.

"Jadi kalau berangkat saya naik mobil angkutan umum. Dalam sehari mendatangi tiga rumah siswa. Setelah selesai mengajar di rumah siswa yang satu, selanjutnya jalan kaki sekitar satu kilometer ke rumah siswa lainnya," kata Suardi, saat dikonfirmasi, Kompas.com, Jumat (31/7/2020).

Suardi mengungkapkan, ada siswa memiliki smartphone, dan ada tidak memiliki smartphone. Siswa yang tak punya HP itulah didatangi rumahnya untuk diajar.

Lelaki asal Banyorang Bantaeng ini mendatangi siswa belajar di rumah sejak bulan Maret sampai sekarang. Namun ia tak sendiri melakukan hal itu, ada beberapa guru lainnya.

Meskipun sebagai guru honorer gajinya hanya Rp 430.000 per tiga bulan, hal itu bukan menjadi alasan bagi Suardi untuk berhenti mengajar.

"Dulu saya terima gaji 430.000 per tiga bulan. Dan alhamdulillah sudah naik Rp 720.000 per empat bulan," tuturnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X