Jalur Ekstrem, Evakuasi Jenazah Multazam dari Gunung Piramid Lewat Tebing Jurang

Kompas.com - 09/08/2020, 23:17 WIB
Tim TRC BPBD Jember saat proses pencarian korban Multazam yang jatuh dari Gunung Piramid IstimewaTim TRC BPBD Jember saat proses pencarian korban Multazam yang jatuh dari Gunung Piramid

BONDOWOSO, KOMPAS.com - Proses evakuasi jenazah Multazam (18), pelajar SMAN 1 Tenggarang yang terjatuh dari Gunung Piramid pada Minggu (9/8/2020) berlangsung cukup sulit.

Sebab, harus melewati tebing jurang di bawah gunung tersebut.

"Jalurnya sangat esktrem, tim evakuasi lewat bawah," kata Koordinator Pos SAR Basarnas Jember Prahista Dian pada Kompas.com via telepon.

Baca juga: Multazam, Pelajar SMA yang Terjatuh di Gunung Piramid, Ditemukan Meninggal

Jenazah dievakuasi tidak melewati jalur utama ke Gunung Piramid, namun lewat bagian bawah.

Proses evakuasi melibatkan berbagai pihak, mulai dari pihak kepolisian, TNI dan BPBD hingga warga setempat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Antara berangkat dan balik tidak sama, turun ke bawah lewat sungai, tidak naik ke atas lagi," ucap dia.

Diakuinya, proses evakuasi jenazah berlangsung hingga malam hari. Salah satu kendala yang dialami terkait pencahayaan.

"Kami juga buka jalur baru evakuasinya," tambah dia.

Jenazah warga Kecamatan Bondowoso itu akan dibawa ke Pos 1 lalu dibawa ke rumah sakit.

"Di sana sudah ada ambulans, Kalau lancar, malam ini bisa dievakuasi," tutup dia.

Sebelumnya diberitakan, Multazam terjatuh setelah hendak turun dari puncak Piramid. Ada lima pendaki yang naik ke Gunung Piramid.

Mereka melakukan pendakian pada Sabtu (8/8/2020).

"Pukul 16.00 WIB mereka mendaki gunung piramid dan bermalam mendirikan camp," tutur Sekretaris BPBD Bondowoso Adi Sunaryadi.

Baca juga: Sulitnya Mendaki Gunung Piramid, Turun dari Puncak Harus Ngesot

Setelah itu, pada Minggu (9/8/2020) pukul 06.00 WIB, ada tiga anak yang naik ke puncak Gunung Piramid untuk mengambil foto.

Setelah berfoto mereka turun, dan sekitar pukul 08.00 WIB, satu korban terpeleset jatuh ke tebing sebelah utara.

Setelah tim melakukan pencarian, Multazam ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tertelungkup. Korban ditemukan meninggal sekitar pukul 14.45 WIB.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

Regional
Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Regional
Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Regional
Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Regional
Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.