Cerita Maria, Jadi Pemulung untuk Menafkahi Suami yang Strok, Tinggal di Gubuk Reyot Tanpa Listrik

Kompas.com - 04/08/2020, 14:46 WIB
Foto : Maria Modesta (50), warga Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Manggarai Timur, NTT didampingi suaminya, di depan gubuk reyot mereka, Selasa (4/7/2020).  Kompas.com/Nansianus Taris Foto : Maria Modesta (50), warga Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Manggarai Timur, NTT didampingi suaminya, di depan gubuk reyot mereka, Selasa (4/7/2020). 

MAUMERE, KOMPAS.com - Maria Modesta (50), warga Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, harus berbanting tulang yakni memulung sampah di Kota Maumere untuk menafkahi keluarganya. 

Di usia yang sudah rentah, Maria terpaksa harus menjadi tulang punggung keluarga karena suaminya menderita strok 3 tahun silam. Sang suami sudah tidak bekerja. 

Hari-harinya, sang suami hanya bisa duduk dan baring di tenda reyot yang jadi tempat tidur. 

Maria dan sang suami tinggal di gubuk reyot beratapkan seng tua dan lantai tanah. Di gubuk reyot itu, mereka hidup tanpa penerangan listrik. 

Baca juga: Pemkab Sikka Bantu Biaya Pengobatan Maria, Penderita Kista Ovarium dan Asites

Malam hari, mereka hanya menggunakan lampu pelita sebagai penerangan. Semuanya serba kurang dan terbatas.

Maria menuturkan, suaminya juga bekerja sebagai pemulung sebelum menderita strok. 

Dari tahun 2017 hingga sekarang, Maria bekerja seorang diri memulung sampah dalam kota Maumere. Meski sendiri, ia tetap semangat bekerja demi menghidupkan keluarga. 

"Sekarang kerja sendiri. Dari pagi sampai sore saya keliling cari sampah plastik. Mau tidak kerja, bagaimana mau bisa beli beras untuk makan saya dan suami," ujar Maria, kepada Kompas.com di gubuk reyot miliknya, Selasa siang.

Maria menceritakan, biasanya, sampah-sampah yang dikumpulnya dijual dengan kisaran harga, dari Rp 50.000 sampai Rp 100.000. 

Uang Rp 50.000 dan Rp 100.000 itu hasil kerja selama 2 minggu. Uang itu digunakan beli beras dan minyak tanah. 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Tindak Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan

Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Tindak Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan

Regional
Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Bupati Ponorogo Minta Ruang Isolasi Desa Diaktifkan Kembali

Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Bupati Ponorogo Minta Ruang Isolasi Desa Diaktifkan Kembali

Regional
41 Rumah di Kabupaten Luwu Tergusur Imbas Pelebaran Jalan

41 Rumah di Kabupaten Luwu Tergusur Imbas Pelebaran Jalan

Regional
Bupati Lombok Timur Positif Covid19, Sopir dan Pelayan Tertular

Bupati Lombok Timur Positif Covid19, Sopir dan Pelayan Tertular

Regional
Fakta Corona di Banten: Pecah Rekor Tambah 200 Kasus Sehari, hingga Kota Cilegon Zona Merah

Fakta Corona di Banten: Pecah Rekor Tambah 200 Kasus Sehari, hingga Kota Cilegon Zona Merah

Regional
Heboh, Kades Kesurupan Saat TMMD Tampilkan Tari Jaipong di Indramayu

Heboh, Kades Kesurupan Saat TMMD Tampilkan Tari Jaipong di Indramayu

Regional
Pilkada Serentak Saat Pandemi, Machfud Arifin: Mau Ditunda atau Tidak, Kita Siap...

Pilkada Serentak Saat Pandemi, Machfud Arifin: Mau Ditunda atau Tidak, Kita Siap...

Regional
Sebanyak 28 Santri di Kendal Terkonfirmasi Positif Covid-19

Sebanyak 28 Santri di Kendal Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Jelang Penetapan Paslon, Bawaslu Minta Parpol Kendalikan Pendukung

Jelang Penetapan Paslon, Bawaslu Minta Parpol Kendalikan Pendukung

Regional
119 Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bali, Tertinggi di Denpasar

119 Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bali, Tertinggi di Denpasar

Regional
Sanksi Denda Tak Efektif Tekan Pelanggar Protokol Kesehatan di Wonogiri

Sanksi Denda Tak Efektif Tekan Pelanggar Protokol Kesehatan di Wonogiri

Regional
Tentukan Struktur Bangunan, Ekskavasi Situs Pataan Dilanjutkan

Tentukan Struktur Bangunan, Ekskavasi Situs Pataan Dilanjutkan

Regional
Perjalanan Bupati Berau Terkonfirmasi dari Positif Covid-19 hingga Meninggal Dunia

Perjalanan Bupati Berau Terkonfirmasi dari Positif Covid-19 hingga Meninggal Dunia

Regional
Arisan RT Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kulon Progo, Melebar ke Pasar Tradisional

Arisan RT Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kulon Progo, Melebar ke Pasar Tradisional

Regional
Begal Bermodus Lempar Sambal ke Wajah Korban, Sasarannya Driver Ojol

Begal Bermodus Lempar Sambal ke Wajah Korban, Sasarannya Driver Ojol

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X